Kemudian, setelah mendapat tanggapan, akun @tiramvisu pun menghapus video tersebut.
Dari informasi yang didapatkan oleh @tiramvisu, kejadian pelecehan dan bullying tersebut dilakukan di daerah Sulawesi Utara.
Ia juga sempat memposting potongan direct message (DM) yang menunjukkan kasus sudah dilaporkan.
"Kasus ini juga sudah disampaikan ke POLDA Sulawesi Utara ya untuk ditindaklanjuti. Semoga besok pelakunya udah ketangkap ya guys, jangan sampai pelaku muncul hanya dengan video klarifikasi atau permintaan maaf. Aku berharap mereka tetap dihukum seadil-adilnya," tulis @tiramvisu yang dikutip TribunnewsWiki pada Selasa, 10 Maret 2020.
Banyak dari warganet pun yang memberikan komentar beragam terkait dengan kasus yang sangat menyedihkan ini.
"Mengingat korban akan mengalami (trauma) psikis yang sangat dalam dan trauma, jadi pelaku harus di hukum tanpa bebas dengan permintaan maaf saya," tulis akun @Arin2694 di Twitter menanggapi postingan KPPPA.
"Terima kasih kepada pihak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atas tindakan yang telah dilakukan, kami akan menunggu hasil penelusuran lebih lanjut dari kasus ini," jawab akun @tiramvisu di Twitter KPPPA.
(TribunnewsWiki.com/Restu)