TRIBUNNEWSWIKI.COM – Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengungkapkan jumlah warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meninggal karena demam berdarah dengue (DBD) mencapai 34 orang.
Kemudian, angka penderita tertinggi ada di Kabupaten Sikka dengan total pasien yang dirawat sebanyak 1.145 orang dengn korban meninggal berjumlah 13 orang.
Dikutip dari Kompas.com, data Pemkab Sikka sejauh ini, pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 1.065 orang.
"1.190 orang (penderita DBD Sikka) itu bukan sedikit. Jumlahnya sangat banyak. Meski ada 13 orang saudara kita yang meninggal, itu karena kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Bukan kesalahan kita semua," ungkap Terawan, di RSUD Tc Hillers Maumere, Senin (9/3/2020).
Terawan mengaku, sudah melihat pasien di rumah sakit itu dalam kondisi dengue shock syndrome (DSS).
Namun, Terawan mengatakan jika pasien tersebut berhasil sembuh dan merupakan suatu hal yang luar biasa.
Pada kesempatan itu, Terawan juga memberikan apresiasi kepada para petugas kesehatan yang telah menyelamatkan nyawa ribuan orang pendewrita DBD.
"Apresiasi yang sebesar-besarnya untul kita semua atas upaya dan kerja keras menangani DBD ini. Kita berharap DBD ini segera berakhir," ungkap Terawan.
Baca: UPDATE VIRUS CORONA : Kemenkes Periksa 620 Spesimen, 6 Diantaranya Positif Terjangkit COVID-19
Baca: Menkes Terawan: Flu Lebih Bahaya dari Virus Corona dan Angka Kematian Lebih Tinggi, Ini Kata WHO
Sebelumnya, Menkes Terawan mengunjungi Maumere Kabupaten Sikka, NTT pada Senin (9/3/2020).
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT Marius Jelamu mengatakan, Terawan ingin membahas penanganan demam berdarah dengue (DBD) di wilayah tersebut.
Menkes datang ke Maumere membawa sejumlah bantuan obat-obatan dan peralatan kesehatan, serta 30 dokter dan 6 perawat untuk bertugas di Kabupaten Sikka.
Terawan berharap, upaya yang dilakukan tersebut dapat menurunkan angka kematian di NTT menjadi nol.
"Kita membawa bantuan peralatan dan obat-obatan seperti yang dilihat. Pemerintah pusat akan mensupport terus sesuai dengan arahan dari presiden Jokowi. Nanti para dokter dan perawat dari Jakarta akan tinggal di sini sampai masalah DBD selesai," ujar Terawan kepada awak media di RSUD Tc Hillers Maumere, Senin siang.
Baca: Pasien Corona Mengaku Tak Kenal WN Jepang, Kemenkes: Nyatanya Ada Close Contact
Baca: Ada Korban Meninggal karena Wabah Corona, MotoGP Argentina 2020 Bisa Terancam
Terawan menegaskan, demam berdarah adalah penyakit yang mematikan di NTT.
Dia tidak mau ada penambahan korban lagi disebabkan DBD di NTT.
"Semua harus berjuang agar bisa mencegah wabah DBD, dan kejadian luar biasa tidak semakin besar dan bisa ditangani," ungkap Terawan.
Tak hanya itu, sebelumnya juga telah diterjunkan tim ahli sebanyak empat orang dari Kementerian Kesehatan guna meneliti nyamuk di Kabupaten Sikka.
Mereka akan mencari tahu jenis nyamuk yang berada di Kabupaten Sikka.
Karena, secara teori perkembangan penderita DBD di daerah itu tak masuk akal.