Ia mengaku menyesal.
Siswi korban bully beserta lima siswa tersebut akan mendapatkan pendampingan dari DP3A Bolmong.
"Mereka sama sama korban jadi kami berikan pendampingan psikologis," kata Farida Mooduto, Kadis DP3A Bolmong.
Farida menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal kasus tersebut.
Tanggapan Menteri PPPA
Setelah video tersebut viral di Twitter, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengaku geram atas video viral tersebut.
Menurut Bintang, peristiwa itu bukan lagi perundungan, melainkan juga kekerasan seksual.
"Saya merasa prihatin dan geram terhadap video tersebut yang kami anggap sebagai bentuk kekerasan dan perundungan terhadap siswi," kata Bintang melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (10/3/2020).
Baca: Terus Kena Bully, Kekasih Lucinta Luna Ungkap Identitas Dirinya, Terlihatnya Saja Seperti Apa
Baca: Kasus Viral Siswi di Purworejo Dibully 3 Siswa, Pelaku Dikenal Bandel, Ini Permintaan Pihak Sekolah
"Terlebih lagi, kasus ini terjadi di institusi pendidikan dan dilakukan secara sadar kemudian direkam dan disebarluaskan hingga viral," lanjut dia.
Kementerian PPPA telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk menindaklanjuti video siswi SMA tersebut.
Pihak yang dikoordinasikan, antara lain tim cyber crime Bareskrim Polri, Reskrim Polda setempat serta pihak sekolah.
Sementara itu, Bintang juga mengimbau bahwa masyarakat untuk tidak menyebarkan video dan menampilkan identitas korban.
"Saya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan video yang menampilkan identitas korban sesuai Pasal 64I Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak," lanjut dia.
(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria) (Kompas.com/TribunManado)