Diminta Realistis, Ma'ruf Amin Tegaskan Target Tak Ada Orang Miskin di 2024

Diliputi keraguan, Wakil Presiden Ma'ruf Amin Tegaskan Pemerintah Ingin Hilangkan Kemiskinan hingga Nol Persen.


zoom-inlihat foto
maruf-amin-tiba-untuk-menjalani-pemeriksaan-kesehatan.jpg
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Wakil Presiden RI, Maruf Amin


"Hasil itu tergantung dari strategi, proses, dan kebijakannya tepat sasaran atau tidak," ungkapnya.

Mardani Ali Sera
Mardani Ali Sera (Kompas.com)

Anggota Komisi II DPR ini menjelaskan, ada tiga hal yang perlu segera disiapkan dari sekarang untuk memberantas kemiskinan.

Di antaranya pembuatan payung hukum untuk menyinkronkan kebijakan terkait pemberantasan kemiskinan, pembentukan badan khusus penanggulangan kemiskinan yang kuat menggabungkan penggunaan anggaran, pengelolaan pendataan kemiskinan riil, dan sumber daya manusia.

Serta perlunya pelibatan semua akses pendanaan secara kolaboratif baik lokal maupun global.

Diketahui, Presiden Joko Widodo menyebutkan, Indonesia masih memiliki pekerjaan besar yang belum selesai dalam rangka menurunkan angka kemiskinan.

Jokowi mencatat masih ada 24,7 juta jiwa yang masuk kategori miskin, dan 9,91 juta di antaranya dalam kategori kemiskinan ekstrem.

Jokowi menargetkan kemiskinan ekstrem ini bisa hilang pada 2024.

"Kita harapkan di 2024, untuk kemiskinan ekstrem ini kita bisa pada berada posisi 0," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2020).

Soal Kemiskinan Ekstrem Hilang pada 2024, Sandiaga Sebut Harus Realistis

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan, kemiskinan ekstrem bisa hilang pada 2024.

Jokowi mencatat masih ada 24,7 juta jiwa yang masuk kategori miskin, dan 9,91 juta di antaranya dalam kategori kemiskinan ekstrem.

Merespon hal tersebut, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menilai target tersebut tidak realistis. Sebab, jangka waktu yang ditentukan terlalu singkat.

"Bagus lah menghapuskan kemiskinan, tapi ke nol persen, dari sekarang 9 persen dalam 3-4 tahun, walau kita optimis tapi kita harus realistis," ujar Sandiaga di Jakarta, Sabtu (7/3/2020), dikutip dari Kompas.com.

Menurutnya, untuk menghapuskan angka kemiskinan ekstrem perlu upaya yang lebih besar dari pemerintah.

Pasalnya, pada level ini lah kemiskinan lebih sulit diatasi.

"Harus dibidik dengan kebijakan pendidikan, kebijakan kesehatan, juga membangun kekuatan ekonomi keluarga," katanya.

Oleh karenanya, Sandi menekankan target pengentasan kemiskinan ekstrem hingga 0 persen membutuhkan waktu yang lama.

"Kalau 2045 masih memungkinkan, karena masih ada 25 tahun," ucapnya.

Sandiaga Uno
Sandiaga Uno (Youtube Macan Idealis)

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyebut, Indonesia masih memiliki pekerjaan besar yang belum selesai dalam rangka menurunkan angka kemiskinan.

Jokowi mencatat masih ada 24,7 juta jiwa yang masuk kategori miskin, dan 9,91 juta di antaranya dalam kategori kemiskinan ekstrem.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Red CobeX (2010)

    Red CobeX adalah sebuah film komedi Indonesia yang
  • Film - Utusan Iblis (2025)

    Utusan Iblis adalah sebuah film horor Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved