Tolak RUU Omnibus Law, Tagar #GejayanMemanggilLagi Trending di Twitter

Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) Yogyakarta menggelar aksi penolakan RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang dinilai menguntungkan investor daripada masyarakat.


zoom-inlihat foto
gejayan-memanggil-lagi.jpg
Twitter/@MarsinahdHede
#GejayanMemanggilLagi diserukan oleh Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) Yogyakarta untuk menuntut penolakan RUU Omnibus Law Cipta Kerja


Charles menyoroti pasal yang berbicara tentang status hubungan kontrak kerja yang tidak dibatasi.

Menurutnya, hak-hak pekerja untuk mendapatkan jaminan kesejahteraan terancam dengan adanya ketentuan tersebut.

"UU ini mendorong informalisasi kerja. Kayaknya akan menciptakan lapangan kerja dan ikatan kontrak kerja yang mengarah pada informalisasi dunia kerja. Tidak ada kepastian gaji, jam kerja, tidak ada kepastian kesehatan, jaminan sosial. Relasi itu yang mau dibangun," lanjutnya.

Peneliti Pusako itu pun mendorong DPR agar mengembalikan draf RUU Cipta Kerja kepada pemerintah.

Menurutnya, DPR harus bisa bersikap tegas agar tidak menjadi kambing hitam atas penolakan RUU Cipta Kerja.

"Pemerintah sekarang melempar, prosesnya di DPR, silakan masyarakat ke DPR. Saya minta DPR Tegas kalau memang bermasalah kembalikan kepada pemerintah,"

"Jangan mau dijadikan bumper. Menahan serangan publik terhadap substansi ini," tutur Charles di kantor Kode Inisiatif, Tebet, Jakarta, Kamis (5/3/2020).

(TribunnewsWiki.com/Restu, Tribunnews.com, Kompas.com/Tsarina Maharani)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved