Lapor Polisi
Gadis kecil yang ketakutan ini lalu melarikan diri ke luar rumah.
Ia berlari hanya menggunakan piyama tidur dan tanpa alas kaki, hingga ia bertemu tetangga dekat rumahnya.
Seorang pejalan kaki menemukannya terluka berdarah di bagian hidung dan mulut.
Keduanya kemudian melapor polisi pada malam itu.
Baca: Balita 16 Bulan Kritis, Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Pria Pedofil, Pacar Ibunya
Pengakuan di Kepolisian
Saat berada di kantor polisi, gadis ini bercerita mengenai perilaku ibunya.
Ia juga mengaku terbantu sekali berkat ada tetangga yang datang menyelamatkannya.
"Aku pikir ibuku tak akan berhenti melakukan itu"katanya.
Sang ibu kemudian dipanggil pihak kepolisian setelah berlangsungnya wawancara dengan anaknya.
Ibu dari anak ini mengakui sering memukul anaknya tiga kali seminggu.
Sambil menangis, sang ibu mengakui perbuatannya saat rekaman tersebut diputar oleh kepolisian sebagai bukti.
Ia mengakui penyerangan dalam rekaman tersebut.
Akibat penyerangan ini, sang anak mengalami cedera di beberapa bagian tubuh.
Pengadilan
Pengadilan yang menggelar perkara ini mengemukakan fakta bahwa ibu ini sering melecehkan anak-anaknya.
Pada acara Natal tahun 2018, ia pernah meninggalkan anak-anaknya sendirian di rumah selama berjam-jam, bahkan bermalam-malam.
Jaksa penuntut James Preece mengemukakan, "Pada jam, 1 pagi, gadis tersebut menyadari ibunya belum pulang dan dia menelepon untuk menanyakan kapan dia pulang. Tetapi ketika dia (sang anak) menelepon teman ibunya, ia dengan cepat dijawab oleh sang ibu: -Kamu telah menghancurkan malamku, kamu sebaiknya berlari ketika aku sampai di rumah-
"Gadis itu berpikir saat ibunya pulang, akan memukulnya, sehingga ia mengatur iPad di kamarnya agar dapat merekam video," tutur Jaksa di muka pengadilan.
"Ketika sang ibu datang, ia mabuk berat dan berkata: "Biarkan aku, itu ada kunci di rak".