Virus Corona Meluas, Sejumlah Negara Ganti Jabat Tangan dengan Cara Ini, Iran Saling Sentuhkan Kaki

WHO mengingatkan masyarakat dunia untuk selalu waspada terkait wabah virus corona, meskipun tinggal di wilayah yang masih steril dari virus


zoom-inlihat foto
jabat-tangan2.jpg
Kompas.com
Ilustrasi jabat tangan.(Rufino)


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Virus corona terus menyebar luas ke berbagai belahan dunia.

Berdasarkan data dari Johns Hopkins CSSE per Selasa (3/3/2020), jumlah kasus virus corona yang dikonfirmasi sudah lebih dari 91.000.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan masyarakat dunia untuk selalu waspada terkait wabah virus corona, meskipun tinggal di wilayah yang masih steril dari virus.

Tidak hanya masyarakat, semua petugas medis juga diminta untuk selalu siaga meski wilayahnya masih terpantau aman.

Bukan hanya itu, sejumlah negara bahkan telah mengeluarkan larangan untuk melakukan jabat tangan.

Kini, masyarakat di seluruh dunia sedang mengubah kebiasaan sehari-hari mereka baik di tempat kerja maupun rumah.

Baca: Pemerintah Tegaskan Akan Ada Sanksi Hukum Bagi Penyebar Data Pribadi Pasien Virus Corona

Baca: Pria asal China Ini Ungkap Rahasia Sembuh dari Virus Corona, Ternyata Lakukan Ini Selama 25 Hari

Contohnya adalah saat Kanselir Jerman, Angela Merkel mengulurkan tangannya kepada Menteri dalam Negeri Horst Seehofer pada Senin lalu.

Namun, Seehofer menolak ajakan jabat tangan itu dan kemudian hanya memberikan senyuman.

Sebelum merebaknya virus corona, tindakan Seehofer itu akan dianggap sebagai perilaku yang buruk.

Merkel pun membalasnya dengan senyuman sambil mengangkat tangannya.

“Itu adalah hal yang benar untuk dilakukan, ujar Merkel seperti dilansir oleh The Guardian.

Merebaknya Virus Corona mengubah interaksi sosial, terutama di dunia barat.

Jabat tangan, ciuman pipi, pelukan, yang merupakan bentuk salam dalam kehidupan sehari-hari kini mulai dihindari.

Di Italia, Angelo Borrelli, komisioner khusus negara untuk coronavirus, telah menyarankan bahwa sifat demonstratif Italia dapat berkontribusi terhadap penyebaran virus, mendesak warga untuk "sedikit kurang ekspansif".

Kemudian di Prancis, Menteri Kesehatan Olivier Veran telah menyarakan masyarakat Prancis untuk mengurangi pelukan dan ciuman.

Padahal, di Perancis sendiri sudah menjadi budaya melakukan jabat tangan dan mencium pipi di lingkungan kerja.

Bahkan, ini juga hal yang lumrah dilakukan untuk orang-orang yang baru saja kenal atau bertemu.

Pakar Gaya Hidup, Philippe Lichtfus menegaskan bahwa kebiasaan berjabat tangan sebenarnya dimulai sejak Abad Pertengahan.

Dia juga mengatakan, menatap mata seseorang sudah cukup sebagai syarat mengucapkan salam.

Baca: Inang Perantara Virus Corona Belum Dapat Ditentukan, WHO Ingatkan Wabah Bisa Hidup Kembali

Baca: Dinilai Agresif dalam Atasi Penyebaran Virus Corona, China Berhasil Turunkan Angka Korban Meninggal

Lalu, negara mana lagi yang melarang jabat tangan terkait kasus penyebaran virus corona?





Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved