Erupsi (Letusan Gunung Api)

Erupsi adalah sebuah proses pelepasan material dari dalam gunung berapi yang terjadi karena adanya endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi.


zoom-inlihat foto
erupsi2.jpg
pixabay.com
Ilustrasi erupsi gunung api

Erupsi adalah sebuah proses pelepasan material dari dalam gunung berapi yang terjadi karena adanya endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi.




  • Definisi #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Erupsi adalah sebuah proses pelepasan material dari dalam gunung berapi.

Proses pelepasan tersebut terjadi karena adanya endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi.

Peristiwa ini berhubungan dengan naiknya magma dari dalam perut bumi.

Aktivitas magma yang mempunyai suhu yang sangat tinggi di dalam perut bumi berusaha keluar sehingga dapat terjadi retakan-retakan dan pergeseran lempeng kulit bumi.

Material yang dikeluarkan gunung berapi ketika erupsi bisa berbentuk lava, gas, abu, dan sebagainya.

Material ini nantinya akan dilepaskan ke atmosfer atau ke permukaan bumi dalam jumlah yang tidak bisa ditentukan.

Erupsi terjadi karena adanya pergerakan magma dari dalam perut bumi.

Pergerakan magma disebabkan oleh kuatnya tekanan gas dari dalam perut bumi yang secara terus menerus sehingga mendorong magma untuk keluar.

Erupsi ini dapat diartikan sebagai letusan gunung berapi ataupun semburan minyak dan uap panas dari dalam perut bumi. (1)

Gunung Anak Krakatau menyemburkan lava, yang terlihat dari perairan Selat Sunda, Kalianda, Lampung Selatan, Kamis, 19 Juli 2018. Data Vulcano Activity Report (VAR) mencatat Gunung Anak Krakatau telah meletus 272 kali. (ANTARA FOTO/Elshinta)
Gunung Anak Krakatau menyemburkan lava, yang terlihat dari perairan Selat Sunda, Kalianda, Lampung Selatan, Kamis, 19 Juli 2018. Data Vulcano Activity Report (VAR) mencatat Gunung Anak Krakatau telah meletus 272 kali. (ANTARA FOTO/Elshinta) (ANTARA FOTO/Elshinta)

Baca: Gunung Taal (Taal Volcano)

Baca: Gunung Kelud

  • Proses Terjadinya Erupsi #


Pada umumnya erupsi terjadi karena adanya tekanan gas yang sangat kuat yang berasal dari dalam perut bumi yang secara terus menerus berusaha mendorong magma untuk keluar.

Tekanan gas tersebut perlahan membuat magma bergerak naik ke atas juga secara perlahan, hal ini terjadi karena massa magma lebih ringan dibandingkan dengan batuan padat di sekitarnya.

Dalam proses tersebut, magma yang memiliki suhu sekitar 1200 derajat Celcius ini perlahan-lahan akan melelehkan batuan yang berada di sekitarnya dan kemudian terjadi penumpukan magma dalam gunung tersebut.

Dari sinilah tekanan yang berasal dari dalam bumi akan semakin besar, hal ini terjadi karena magma tadi terhambat oleh lapisan batuan padat/litosfer yang sangat sulit untuk ditembus. 

Karena adanya tekanan yang sangat kuat pada daerah ini, maka di tempat ini tersimpan tenaga yang sangat kuat sehingga lapisan batuan di sekitarnya perlahan-lahan menjadi rapuh dan retak.

Dari celah retakan inilah nantinya magma akan menjalar keluar ke permukaan bumi.

Sambil menjalar, magma ini juga akan melelehkan saluran retakan tadi sehingga akan membentuk saluran batu yang disebut sebagai pipa kepundan.

Ketika lapisan batuan tadi sudah tidak dapat membendung tenaga yang sangat kuat dari magma, maka akan terjadi sebuah ledakan dan semburan yang sangat kuat sebagai reaksi dari pelepasan energi yang berasal dari dalam bumi.

Ketika magma berhasil keluar ke permukaan bumi, inilah yang kemudian disebut sebagai erupsi. (2)

Baca: Gunung Merapi Kembali Erupsi Disertai Luncuran Awan Panas Dua Kilometer

Baca: Gunung Ijen

Warga memotret erupsi Gunung Kelud dari Kota Kediri, Jawa Timur, 14 Februari 2014. Erupsi gunung ini mengakibatkan hujan abu dan kerikin yang menutupi banyak wilayah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Ribuan orang mengungsi.(AFP PHOTO / JUNI KRISWANTO)
Warga memotret erupsi Gunung Kelud dari Kota Kediri, Jawa Timur, 14 Februari 2014. Erupsi gunung ini mengakibatkan hujan abu dan kerikin yang menutupi banyak wilayah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Ribuan orang mengungsi.(AFP PHOTO / JUNI KRISWANTO) ((AFP PHOTO / JUNI KRISWANTO))

  • Jenis Erupsi #


Secara umum proses erupsi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu erupsi eksplosif dan efusif.

Erupsi Eksplosif 

Erupsi eksplosif adalah proses keluarnya magma dan material lain dari dalam perut bumi yang disertai dengan tekanan yang kuat sehingga terkadang menimbulkan suara letusan atau dentuman yang cukup keras.

Pada umumnya erupsi ini dikenal sebagai letusan gunung berapi.

Adapun contoh dari erupsi eksplosif antara lain adalah erupsi Gunung Krakatau.

Erupsi Efusif 

Erupsi efusif adalah proses keluarnya magma yang berbentuk lelehan lava.

Erupsi ini terjadi akibat adanya tekanan gas yang tidak begitu kuat sehingga magma kental dan lava pijar tumpah dan kemudian mengalir ke lereng puncak gunung.

Adapun contoh dari erupsi efusif adalah erupsi Gunung Merapi. (3)

Baca: Gunung Galunggung

Baca: Gunung Semeru

  • Tipe Erupsi #


Tipe ini merupakan tipe letusan yang secara konstan akan terus berlangsung meski hanya berupa ledakan kecil.

  • Tipe Stromboli

Dalam jangka waktu tertentu, biasanya gunung api akan mengeluarkan material padat seperti batuan ataupun material berupa abu vulkanik.

  • Tipe Hawaiian

Tipe ini merupakan tipe letusan yang menyebarkan meluncurnya lava ke berbagai arah.

Skala letusan ini tidak terlalu besar, namun akan terjadi secara konsisten.

Disebut sebagai “Hawaiian” karena kebanyakan letusan yang terjadi di daerah Hawaii.

  • Tipe Vulkano

Tipe ini merupakan tipe letusan yang paling umum.

Skala dari letusan ini tergantung dari tingkat tekanan dari dalam perut bumi. 

Dampak letusan gunung berapi tipe ini, antara lain dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. 

  • Tipe Merapi

Letusan yang terjadi pada tipe merapi ini akan memecah sumbatan lava dan akan mengeluarkan lahar yang disertai dengan awan panas.

  • Tipe Perret (Plinian)

Tipe ini merupakan tipe letusan yang cukup berbahaya, karena mengeluarkan gas yang meluncur ke atas dan akan membentuk seperti bunga kol pada ujungnya.

Skala letusan tipe ini cukup besar, bahkan lebih besar dari tipe merapi atatupun tipe vulkano.

Dampak dari letusan tipe ini akan menyebabkan dinding kawah merosot dan terbentuklah kaldera.

  • Tipe Sint Vincent

Tipe ini merupakan tipe letusan yang akan menyebabkan daerah di sekitar gunung terkena lahar panas.

Hal ini terjadi karena lelehan lava yang bercampur dengan air di danau kawah yang tumpah secara bersamaan.

  • Tipe Pelee

Tipe ini merupakan tipe letusan yang biasanya terjadi apabila terdapat penyumbatan di kawah bagian puncak gunung berapi yang bentuknya seperti jarum.

Hal ini menyebabkan tekanan gas dalam perut gunung bertambah besar.

Jika penyumbatan di bagian kawah tidak kuat menahan tekanan gas tersebut, maka gunung tersebut akan meletus. (4)

Baca: Para Ilmuwan China Kembangkan Penelitian Vitamin C Dosis Tinggi Bantu Atasi Virus Corona

Baca: Pantai Pulau Merah Banyuwangi

  • Hasil Erupsi #


Erupsi gunung berapi mengeluarkan material-material dari dalam perut gunung.

Adapun material-material tersebut adalah:

  • Gas Vulkanik

Gas yang dimaksud adalah gas karbon monoksida, karbon dioksida, sulfur dioksida, hidrogen sulfida dan nitrogen yang sangat membahayakan bagi manusia.

  • Lava

Lava yang keluar ada dua jenis, yaitu lava encer dan lava kental.

Lava encer akan keluar mengalir ke aliran sungai, sedangkan lava kental akan membeku di dekat sumber keluarnya.

Lava yang membeku ini akan membentuk berbagai macam batuan.

  • Lahar

Lahar merupakan aliran material vulkanik yang biasanya berupa campuran pasir, batu, dan kerikil.

Biasanya aliran lahar akan meningkat cepat apabila intensitas curah hujan tinggi.

  • Hujan Abu

Hujan abu termasuk salah satu hal umum yang akan dijumpai ketika gunung api meletus.

Hujan abu ini berupa material halus yang telah disemburkan ke udara.

Perlu diketahui bahwa abu vulkanik ini berbahaya untuk pernafasan dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

  • Awan Panas

Awan panas merupakan material yang mengalir dari puncak gunung yang bentuknya bergulung seperti awan.

Pada awan ini terdapat batuan pijar yang panas dan beberapa material vulkanik yang memiliki suhu lebih dari 600 derajat Celcius.

Awan ini dapat menyebabkan kematian apabila terkena manusia ataupun hewan dan bahkan dapat merusak bangunan. (5)

(Tribunnewswiki.com.Ron)



Nama Erupsi
Definisi Proses pelepasan material dari dalam gunung berapi
   


Sumber :


1. bobo.grid.id
2. suarabali.com
3. bobo.grid.id
4. ilmugeografi.com
5. ilmugeografi.com


Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved