Gunung Ijen

Gunung Ijen adalah gunung bertipe stratovolcano yang terletak diantara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia. Gunung Ijen memiliki tinggi 2442 mdpl.


zoom-inlihat foto
gunung-ijen.jpg
Kompas.com
Gunung Ijen

Gunung Ijen adalah gunung bertipe stratovolcano yang terletak diantara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia. Gunung Ijen memiliki tinggi 2442 mdpl.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gunung Ijen adalah gunung berapi aktif kerucut di Jawa Timur, Indonesia.

Gunung Ijen memiliki ketinggian 2442 mdpl dan terletak berdampingan dengan Gunung Marapi.

Gunung Ijen terakhir meletus pada tahun 1999.

Gunung Ijen terletak di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia.

Fenomena alam yang paling terkenal dari Gunung Ijen adalah api biru (blue fire) di dalam kawah yang terletak di puncaknya.

Gunung Ijen berjenis stratovolcano atau gunung api aktif berbentuk kerucut.

ijenn
Suasana puncak gunung Ijen.

  • Sejarah dan Legenda #


Gunung Ijen berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso. Hingga kini masih belum ada keputusan pemerintah pusat yang  menentukan tapal batas kedua kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso.

Pemerintah Banyuwangi bersikukuh bahwa Gunung Ijen milik Banyuwangi berdasarkan peta di zaman Belanda, Besoeki Afdeling 1895, Idjen Hooglan 1920, Java Madura 1942, Java Resn Besoeki 1924, Java Resn Besoeki 1924 Blad XCIII C, dan Java Resn Besoeki 1925.

Sementara pemerintah Bondowoso mengklaim Gunung Ijen berdasarkan peta milik Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional tahun 2000.

Dalam peta tersebut, Gunung Ijen itu dibagi dua, milik Banyuwangi dan Bondowoso.

Bahkan di sebutkan di situ bahwa peta ini bukan menyangkut peta batas wilayah. (1)

Perebutan status kepemilikan Gunung Ijen sejak tahun 2006 karena potensi wisata dan tambang belerang yang dimiliki gunung berapi ijen tersebut.

Kawah Ijen adalah kawah terbesar di dunia, warna dari kawah biru kehijauan  yang sangat cantik juga menjadi daya tarik tersendiri.

Kawah Ijen yang memiliki kedalaman 200 m dan sangat luas ini,sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan manca negara.

Dalam Tulisan di majalah Familia pada Desember 2003 pernah ditulis tentang sekelumit sejarah Gunung Ijen, seperti yang tertulis di bawah ini.

Nama Ijen mulai dikenal dunia sejak kedatangan dua turis asal Perancis, Nicolas Hulot dan istrinya Katia Kraft pada tahun 1971.

Mereka menuliskan kisah pesona Kawah Ijen beserta kerasnya kehidupan para penambang bongkahan belerang di majalah Geo,Perancis.

Dua hal inilah yang menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan dan fotografer dunia.

Nama Gunung Ijen juga disebut-sebut tatkala seorang pangeran dari Kerajaan Wilis bergerilya melawan VOC dari balik lereng pegunungan Ijen pada masa penjajahan.

Meski akhirnya kalah, kisah ini membuktikan Ijen sebagai tempat persembunyian yang ideal bagi para pejuang Blambangan.

Tanahnya yang bergunung-gunung dan dipenuhi hutan lebat, sungguh menakutkan bagi orang luar. Kesan angker begitu melekat di wilayah tak bertuan ini.

Alam Ijen mulai tersentuh tatkala Kompeni Belanda menyewakan tanah yang amat luas di daerah Besuki, Panarukan, Probolinggo dan sekitarnya kepada saudagar dan kapten penduduk Cina di Surabaya yang kaya raya, Han Chan Pit dan saudaranya, Han Ki Ko.

Untuk menarik minat pekerja, mereka membagi-bagikan beras gratis saat musibah kelaparan menyerang.

Dalam waktu singkat, datanglah 40 ribu pekerja asal Madura.

Mereka membuka lahan, bertanam padi dan sayuran, menggunakan sistem irigasi yang teratur. Namun meletusnya pemberontakan para petani yang dipimpin Kiai Mas pada tahun 1813 membuat tanah sewaan ini dibeli kembali.

Pelaksanaan politik culturstelse oleh Belanda di akhir abad ke-19 memaksa pembukaan kembali lahan-lahan terpencil ini, termasuk Pegunungan Ijen untuk dijadikan perkebunan kopi dan karet.

Lagi-lagi didatangkan ribuan pekerja asal Madura.

Maka  terciptalah ‘Madura kecil’ yang menjadi pusat pemukiman orang Madura beserta adat, budaya, dan bahasanya. Madura kecil kini masih bisa kita jumpai di sebagian Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi.

Baca: Gunung Semeru

Baca: Gunung Lawu

  • Api Biru Kawah Ijen #


Kawah Ijen adalah sebuah danau kawah yang bersifat asam yang berada di puncak Gunung Ijen dengan kedalaman danau 200 meter dan luas kawah mencapai 5.466 Hektar.

Danau kawah Ijen dikenal merupakan danau air asam kuat terbesar di dunia. (2)

Kawah Ijen berada dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Fenomena eternal blue fire atau api biru abadi berada di dalam kawah Ijen, dan pemandangan alami ini hanya terjadi di dua tempat di dunia yaitu Islandia dan Ijen.

Blue fire atau api biru hanya dapat dilihat oleh mata manusia saat tidak ada cahaya, karenanya waktu ideal untuk melihatnya adalah jam 2 hingga jam 4 dinihari, karena pendakian Gunung Ijen baru mulai dibuka jam 2 dinihari.

Dari Kawah Ijen, kita dapat melihat pemandangan gunung lain yang ada di kompleks Pegunungan Ijen, di antaranya adalah puncak Gunung Marapi yang berada di timur Kawah Ijen, Gunung Raung, Gunung Suket, dan Gunung Rante.

Salah satu yang paling menarik dari Gunung Ijen adalah kawah Ijen, yang terletak di puncak gunung ini

Rahasia warna biru gas belerang api biru itu ada pada pembakaran senyawa kimia di Kawah Ijen.

Kawah Ijen memiliki kandungan belerang yang sangat tinggi. (3)

Ketika ada senyawa seperti belerang bercampur dengan oksien dan suhu yang tinggi, maka ada reaksi pembakaran yang terjadi.

Panas terlepas dan senyawa kimia yang baru tercipta, misalnya seperti sulfur dioksida.

Bagian yang terlihat dari pemakaran tersebut adalah nyala api yang disebabkan oleh atom-atom mengeluarkan energi.

Energi yang berasal dari reaksi pembakaran meningkatkan elektron di atom menjadi semakin aktif.

Ketika elektron kembali ke fase semula, elektron ini melepaskan energi ekstra sebagai partikel cahaya.

Karena ada senyawa belerang yang  terbakar, maka warna yang dihasilkan adalah warna biru yang berkilauan.

Kawah Ijen yang berwarna hijau kebiruan

Gunung berapi biasanya mengeluarkan banyak senyawa kimia dari dalam Bumi ke permukaan.

Di Kawah Ijen, ada senyawa selain belerang yang memengaruhi warna kawahnya, misalnya seperti klorin dan berbagai legam lainnya.

Di dalam kawah, gas sulfur dioksida larut dan membentuk asam belerang.

Kemudian, adanya klorin di sana artinya ada senyawa asam hidrokolik.

Begitu asamnya Kawah Ijen, tingkat keasaman atauu pH kawah itu di bawah 0,5.

Angka ini menunjukkan kalau kawah itu sangat asam.

Tingkat keasaman yang begitu tinggi ini membuatnya bisa melarutkan logam sehingga terlihat menjadi berwarna cerah.

Ini karena kandungan logam di dalam Kawah Ijen menyerap gelombang cahaya tertentu sehingga kita melihat warna yang dipantulkan.

Meski indah, senyawa yang ada di Kawah Ijen ini bisa berbahaya.

Maka dari itu aturan bagi pengunjung Kawah Ijen sangatlah ketat.

Baca: FILM - 71: Into the Fire (2010)

Baca: Gunung Api Purba Nglanggeran

kawah ijen
Api biru di kawah Gunung Ijen.

  • Rute pendakian #


Untuk mencapai kawah Gunung Ijen di Banyuwangi, bisa menggunakan kereta api ekonomi dengan tujuan Banyuwangi dan turun di Stasiun Karangasem kemudian naik ojek dengan tujuan Kecamatan Licin dan Desa Banyusari.

Dari Banyusari, perjalanan dilanjutkan menuju Paltuding dengan menumpang truk pengangkut belerang atau menggunakan bus dan turun di Banyuwangi kota kemudian naik ojek bisa langsung ke Paltuding atau ke Desa Banyusari juga bisa namun dengan menggunakan bus tarif yang dikeluarkan akan lebih mahal.

Pintu gerbang utama ke Cagar Alam Taman Wisata Kawah Ijen terletak di Paltuding, yang juga merupakan Pos PHPA (Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam).

Alternatif rute adalah Bondowoso - Wonosari - Tapen - Sempol - Paltuding.

Fasilitas lain yang dapat dinikmati oleh pengunjung antara lain pondok wisata dan warung yang menjual keperluan pendakian untuk menyaksikan keindahan kawah Ijen. Dari Paltuding berjalan kaki dengan jarak sekitar 3 km.

Lintasan awal sejauh 2 KM cukup berat karena menanjak. Sebagian besar jalur adalah dengan kemiringan 25-35 derajat.

Selain menanjak, struktur tanahnya juga berpasir sehingga menambah semakin berat langkah kaki karena harus menahan berat badan agar tidak merosot ke belakang.

Setelah beristirahat di Warung Pos Bundar (pos yang unik karena memiliki bentuk lingkaran), jalur selanjutnya naik agak curam dan licin, dilanjutkan 1 KM terakhir relatif landai, tetapi wisatawan / pendaki disuguhi pemandangan deretan pegunungan yang sangat indah.

Untuk turun menuju ke kawah harus melintasi medan berbatu-batu sejauh 800 meter dengan kondisi yang terjal hingga kemiringan 45 derajat.

  • Event dan Wisata #


Ada beberapa event yang diadakan di kawasan Gunung Ijen seperti Tour de Ijen (sekarang berubah nama 'International Tour de Banyuwangi Ijen'), Jazz Ijen Banyuwangi, dsb.

Untuk wisata, inilah beberapa destinasi disekitar Gunung Ijen: (4)

1. Kawah Wurung

Kawah yang memiliki keindahan seperti bukit teletubis ini terletak di kabupaten bondowoso, jaraknya sekitar 4 KM dari Kawah Ijen.

Di Kawah Wurung wisatawan bisa menaiki bukit cinta, dari atas bukit nantinya wisatawan bisa melihat jelas keindahan kawah wurung.

Jika wisatawan datang disaat musim hujan, maka rumputnya akan terlihat hijau dan jika wisatawan datang di musim kemarau maka rumputnya akan terlihat kekuningan.

Harga tiket ke Kawah Wurung tidaklah mahal, wisatawan cukup membayar Rp 5.000.

ttaff
Kawah Wurung.

2. Kawah Bulan Sabit

Dibalik keindahan Kawah Ijen, ternyata terdapat sebuah kawah lagi yang tak jauh dari sana yaitu Kawah Bulan Sabit. Kenapa disebut dengan Kawah Bulan Sabit? Karena di tengah-tengah kawahnya terdapat sebuah gundukan yang berbentuk seperti bulan sabit.

Keindahan kawah yang berada di ketinggian 2.800 mdpl ini cukup menarik, karena pengunjung bisa melihat sisi lain kawah ijen, gagahnya gunung raung dan melihat kota Banyuwangi dari ketinggian.

3. Pemandian Air Panas

Wisatawan sangat disarankan datang ke Pemandian yang satu ini, apalagi setelah mendaki Kawah Ijen.

Dengan berendam di pemandian air panas ini, wisatawan dapat mengembalikan stamina yang telah terkuras setelah digunakan untuk mendaki.

Air panas disini mengandung belerang yang berkhasiat untuk kesehatan kulit dan menghilangkan pegal-pegal.

4. Air Terjun Blawan

Air terjun yang satu ini berada di satu lokasi dengan pemandian air panas atau lebih tepatnya berada di desa Kalianyar, Kecamatan Sempol, Bondowoso.

Air dari air terjun ini bersumber dari Kawah Ijen yang mengandung kadar belerang tinggi. Disekitar sini, wisatawan juga bisa menemukan Tumbuhan Makadamia.

5. Air Terjun Kali Pait

Tempat wisata yang satu ini jaraknya paling dekat dari Kawah Ijen dibandingkan dengan wisata yang disebutkan.

Air terjun Kali Pait berbeda dengan air terjun pada umumnya, air yang mengalir disini bersumber dari Air Terjun Blawan, sehingga air terjun ini mengandung belerang. Selain itu, di Air terjun Kali Pait terdapat banyak bebatuan yang menghiasi.

6. Air Terjun Kampung Anyar

Air terjun yang terletak di dusun kampung anyar, desa Taman Suruh, Kec Glagah ini masih tergolong baru dan aksesnya pun sudah bagus.

Disini wisatawan bisa menikmati tiga air terjun sekaligus, yaitu Air Terjun jagir, Air Terjun Sumber Pawon dan Air Terjun Bidadari.

Dari ketiga air terjun tersebut, air terjun yang paling menarik perhatian pengunjung adalah Air Terjun Sumber Pawon. Hal ini dikarenakan aliran dari Air Terjun Sumber Pawon menyebar.

7. Kalibendo

Air Terjun Kalibendo juga terletak di Dusun Kampung Anyar, Air terjun yang memiliki ketinggian 10 meter ini satu arah dengan Kawah Ijen

(Tribunnewswiki.com/Haris)



Nama Gunung Ijen
Koordinat 8°03,5'LS 114°14,5' BT
Jenis Stratovolcano aktif
Tinggi 2442 mdpl
Lokasi Kabupaten Banyuwangi
Kabupaten Bondowoso
Jalur pendakian Banyusari (Banyuwangi)
Sempol (Bondowoso)


Sumber :


1. kumparan.com
2. www.ranselwisata.com
3. travel.tribunnews.com
4. www.asliindonesia.net


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Sang Pialang (2013)

    Sang Pialang adalah sebuah film drama Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved