TRIBUNNEWSWIKI.COM - Upaya pencegahan virus Corona, akademisi UNS coba kembangkan jahe merah.
Dunia dikejutkan dengan merebaknya Novel Coronavirus (2019-nCov) atau yang dikenal dengan virus corona, sejak awal 2020.
Kini virus tersebut sudah merebak ke sejumlah negara.
Hal tersebut karena penyebaran virus corona cukup masif dan cepat ke belahan negara.
Kini ada dua Warga Negara Indonesia ( WNI) yang tertular atau dinyatakan positif virus corona.
Keduanya sekarang dirawat intensif di RS Jakarta.
Maka tak heran jika banyak orang menjadi protektif diri terhadap lingkungan.
Pasalnya, gejala yang ditimbulkan oleh virus corona ini mirip dengan batuk, pilek dan demam.
Terkait hal itu, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sebagai lembaga pendidikan dan riset telah mengembangkan budidaya jahe merah.
Ini dilakukan sebagai upaya pencegahan virus corona.
Karenanya, beberapa akademisi UNS melakukan pengembangan budidaya jahe merah yang dilakukan di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar.
Baca: Jadi Korban Hoax Terinfeksi Corona, Paus Fransiskus Akhirnya Muncul ke Publik: Saya Demam
Baca: Presiden Jokowi Umumkan Dua Orang Indonesia Positif Corona, Diduga Tertular WNA Jepang
Melansir dari laman resmi UNS, akademisi atau tim peneliti UNS itu terdiri dari Prof. Supriyono, Prof. Bambang Pujiasmanto, Sri Nyoto dan Ida Nugroho, M.Eng.
Para peneliti itu melakukan pendampingan kepada petani jahe merah.
Sedangkan jahe merah ditanam pada lahan seluas 5 hektar dengan kontur tanah perbukitan ini melibatkan 70 petani.
Menurut salah satu tim peneliti, Ida Nugroho, tanaman jahe merah dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian tempat sekitar 200—600 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Tak hanya itu saja, tanaman jahe merah juga masih dapat tumbuh dengan baik sampai ketinggian 900 mdpl.
Sedangkan di Wonorejo ketinggiannya sekitar 800 mdpl, sehingga masih cocok untuk budidaya jahe merah.
"Budidaya jahe merah di daerah tersebut baru pertama kali dilakukan.
Ini berkat kerjasama antara Wana Agro dengan UNS.
Nantinya, ke depan bakal dikembangkan riset dengan luas lahan 1,5 hektar pada lahan UNS untuk dikembangkan secara intensif," terang Ida Nugroho, dikutip dari Kompas.com.