Staf museum menyebut khawatir akan penyebaran virus tersebut.
Dalam unggahannya di media sosial Twitter, pihak museum mengatakan menutup museum setelah berdiskusi dengan pejabat kesehatan.
Pihak museum juga meminta maaf kepada para pengunjung yang sudah datang.
"Risiko ini sangat, sangat, sangat besar," kata Andre Sacristin, juru bicara serikat pekerja museum Louvre.
"Kami sangat khawatir karena kami memiliki pengunjung dari berbagai negara," tambah Andre.
Andre menyebut bahwa penutupan museum hanyalah persoalan waktu saja sebelum risiko tertularnya virus merambah ke stafnya.
Kebijakan Prancis
Pelarangan ciuman, jabat tangan, dan penutupan museum adalah beberapa bentuk keputusan Menteri Kesehatan.
Olivier Veran juga melarang adanya kerumunan orang minimal 5000 orang atau lebih di ruang terbuka.
Regulasi ini dianggap masih abu-abu lantaran penerapannya yang masih simpang siur, seperti penghentian acara marathon dan sejumlah karnaval, namun pertandingan sepak bola tetap diizinkan, meski didatangi 45.000 penonton.
Banyak stadion, termasuk Stade de France dan Parc des Princes di Paris yang memiliki area perhotelan dilaporkan juga ditutup.
Pusat-pusat perbelanjaan di Paris seperti Westfield Forum des Halles di pusat kota juga sebagian besar ditutup.
Baca: Aksi Pencopotan Foto Presiden Prancis Emmanuel Macron Dibawa ke Pengadilan. Sejauh Mana Hukumnya?
Penyebaran Virus Corona di Prancis
Sejauh ini terdapat 73 kasus virus corona di Prancis, termasuk 2 orang meninggal dan 59 orang yang masih berada di rumah sakit.
Seorang pria Prancis berusia 60 tahun meninggal dunia di Paris pada Rabu (26/2), sementara seorang turis China berusia 80 tahun meninggal di Prancis pada hari valentine (14/2).
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)