Pegawai di bidang perdagangan itu ditangkap dan langsung ditembak mati setelah mengunjungi pemandian umum, seperti dilaporkan surat kabar Dong-a Ilbo.
Pejabat itu seharusnya ditempatkan dalam isolasi setelah melakukan perjalanan ke China.
Pegawai di bidang perdagangan ini dilaporkan dikarantina berdasar kebijakan untuk mengisolasi siapa pun yang pernah ke China atau melakukan kontak dengan orang-orang Cina.
Kim Jong Un juga memberi perintah pengawasan ketat pada tempat karantina itu dengan hukum militer.
Korea Utara belum mengkonfirmasi kasus virus tersebut, tetapi telah mengambil langkah drastis untuk menghentikan penyebarannya di perbatasan Korut dengan China.
Baca: Virus Corona Menggila, Beberapa Negara Hentikan Kompetisi Sepak bola
Baca: Viral Perempuan asal Indonesia Positif Terkena Virus Corona, Nekat Main Tik Tok di Rumah Sakit
Korea Utara hampir sepenuhnya menutup perbatasan dengan China.
Padahal China adalah satu-satunya sekutu diplomatiknya.
Penerbangan telah dikurangi sementara jalan dan rel kereta ditutup atau sangat dibatasi, sementara turis asing telah dilarang masuk.
Zona demiliterisasi antara Korea Utara dan Selatan sudah sangat dibentengi dan sangat sedikit orang yang melewatinya.
Pyongyang juga menangguhkan operasi di kantor penghubung yang telah mereka jalankan bersama dengan Korea Selatan yang terletak di utara perbatasan.
Media pemerintah melaporkan bahwa Palang Merah Korea Utara telah dikerahkan ke 'daerah yang rawan' di seluruh negeri untuk memantau orang-orang dengan gejala virus yang telah menginfeksi lebih dari 50 negara itu.
(Tribunnewswiki.com/Ami Heppy/Ekarista, Kompas.com)