Ancaman Kim Jong Un Bagi Pejabatnya Jika Virus Corona Infeksi Korea Utara: Ada Konsekuensi Serius

Kim Jong Un menekankan pencegahan virus corona merupakan masalah krusial dalam negeri yang membutuhkan kedisiplinan tinggi.


zoom-inlihat foto
pemimpin-korea-utara-korut-kim-jong-un-1622020.jpg
AFP
Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Dalam pertemuan Partai Buruh Korea, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berikan peringatan serius kepada para pejabat tingginya jika sampai virus corona masuk ke negaranya.

“Jika sampai virus itu masuk dan menjangkiti Korea Utara secara tidak terkendali, bakal ada konsekuensi khusus,” ujar Kim Jong Un, seperti dikutip dari AFP oleh Kompas.com, Sabtu (29/2/2020).

Dilaporkan kantor berita pusat Korea Utara (KCNA), pada pertemuan tersebut, Kim Jong Un menekankan pencegahan virus corona merupakan masalah krusial dalam negeri yang membutuhkan kedisiplinan tinggi.

Sebelumnya, wakil partai Ri Man Gun dan Pak Thae Dok dipecat, dan unit partainya dibubarkan setelah mereka terindikasi terlibat penyuapan yang berkaitan dengan upaya untuk memerangi wabah tersebut.

Kim Jong Un menyatakan, dirinya tidak ingin sampai ada laporan warganya terinfeksi virus corona, dan memerintahkan jajarannya menutup segala peluang bagi masuknya virus tersebut.

Baca: Update Virus Corona 29 Februari 2020:1023 Kasus Baru, Korea Selatan & Italia Terbanyak setelah China

Baca: Dinilai Agresif dalam Atasi Penyebaran Virus Corona, China Berhasil Turunkan Angka Korban Meninggal

Segala kebijakan diterapkan untuk menangkal virus corona, di antaranya melarang turis asing hingga meliburkan tahun ajaran baru sekolah.

Pemerintah memasang pengeras suara yang selalu mengumandangkan bagaimana hidup secara higienis, di mana media pemerintah meminta "kepatuhan absolut" dari warganya.

Pada Jumat (28/2/2020), Kim Jong Un  juga dilaporkan tengah meninjau latihan militer, aktivitas yang jarang dilakukan di tengah upaya pencegahan virus corona di negara itu.

Dikutip dari ANTARA, pelatihan militer digelar untuk menilai mobilitas dan kemampuan penyerangan terhadap musuh di garis terdepan negara dan wilayah timur.

Serta memenuhi “kepuasan besar” Kim Jong Un.

Hingga saat ini, Pyongyang masih belum melaporkan satu pun kasus virus yang sudah membunuh lebih dari 2.800 orang dan menginfeksi 84.000 lainnya.

Namun, KCNA melaporkan, masa karantina satu bulan diterapkan pada siapa saja yang menunjukkan gejala-gejala virus corona.

Sedangkan Duta Besar Jerman telah menyerukan agar Dewan Keamanan PBB mempertimbangkan upaya melunakkan sanksi bagi Korea Utara demi pertimbangan kemanusiaan.

Dubes Christoph Heusgen mengatakan, dengan pengurangan sanksi tersebut, maka ekspor perlengkapan untuk membantu Korea Utara bisa dilaksanakan.

"Namun, masalahnya saat ini adalah Korut menutup perbatasannya," jelas Heusgen seusai menggelar pertemuan tertutup Dewan Keamanan PBB, Kamis (27/2/2020).

Heusgen menyatakan bahwa Dewan Keamanan PBB meminta agar Pyongyang bisa mengizinkan perlengkapan medis untuk dikirim supaya rakyatnya terlindungi.

 

Baca: Virus Corona Pertama Kali Menginfeksi Hewan Peliharaan di Hong Kong, Diduga Tertular sang Pemilik

Baca: WHO Ingatkan Jangan Ada Negara yang Beranggapan Bisa Bebas dari Virus Corona: Itu Kesalahan Fatal

Pejabat publik Korea Utara ditembak mati karena pergi dari tempat karantina

Korea Utara memang sangat ketat dalam upaya penganan wabah virus corona di negaranya.

Dilaporkan sebelumnya, seorang pejabat publik di Korea Utara yang diduga terjangkit coronavirus, dieksekusi karena ia pergi ke pemandian umum sementara ia seharusnya dikarantina.

Sebuah laporan di Korea Selatan mengklaim hal tersebut, seperti dikutip dari DailyMail pada Kamis (13/2/2020).

Pegawai di bidang perdagangan itu ditangkap dan langsung ditembak mati setelah mengunjungi pemandian umum, seperti dilaporkan surat kabar Dong-a Ilbo.

Pejabat itu seharusnya ditempatkan dalam isolasi setelah melakukan perjalanan ke China.

Pegawai di bidang perdagangan ini dilaporkan dikarantina berdasar kebijakan untuk mengisolasi siapa pun yang pernah ke China atau melakukan kontak dengan orang-orang Cina.

Kim Jong Un juga memberi perintah pengawasan ketat pada tempat karantina itu dengan hukum militer.

Korea Utara belum mengkonfirmasi kasus virus tersebut, tetapi telah mengambil langkah drastis untuk menghentikan penyebarannya di perbatasan Korut dengan China.

Baca: Virus Corona Menggila, Beberapa Negara Hentikan Kompetisi Sepak bola

Baca: Viral Perempuan asal Indonesia Positif Terkena Virus Corona, Nekat Main Tik Tok di Rumah Sakit

Korea Utara hampir sepenuhnya menutup perbatasan dengan China.

Padahal China adalah satu-satunya sekutu diplomatiknya.

Penerbangan telah dikurangi sementara jalan dan rel kereta ditutup atau sangat dibatasi, sementara turis asing telah dilarang masuk.

Zona demiliterisasi antara Korea Utara dan Selatan sudah sangat dibentengi dan sangat sedikit orang yang melewatinya.

Pyongyang juga menangguhkan operasi di kantor penghubung yang telah mereka jalankan bersama dengan Korea Selatan yang terletak di utara perbatasan.

Media pemerintah melaporkan bahwa Palang Merah Korea Utara telah dikerahkan ke 'daerah yang rawan' di seluruh negeri untuk memantau orang-orang dengan gejala virus yang telah menginfeksi lebih dari 50 negara itu.

(Tribunnewswiki.com/Ami Heppy/Ekarista, Kompas.com)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved