TRIBUNNEWSWIKI.COM - Legenda hidup sepak bola Inggris, Jamie Carragher, merasa bahwa penyerang andalan Liverpool, Mohamed Salah kurang diapresiasi oleh para suporter klub.
Jamie Carragher merasa bahwa para pendukung Liverpool tidak memandang Mohamed Salah selayaknya bintang-bintang lainnya di Anfield.
Carragher yang pernah mengantar Liverpool menjuarai Liga Champions musim 2004-2005 ini menilai, Salah menjadi satu-satunya pemain klub berjuluk The Reds yang akan direlakan para suporter untuk dijual ke klub lain.
"Saya pikir Mo Salah dipandang sebagai pemain kelas dunia oleh orang-orang di luar, tetapi kurang dihargai oleh oleh penggemar Liverpool," kata Carragher seperti dilansir dari Sky Sports.
Menurut Carragher, Liverpool memiliki enam pemain dengan level kelas dunia yang di antaranya Alisson Becker, Trent Alexander-Arnold, Virgil van Dijk, Sadio Mane, Roberto Firmino dan Salah.
Baca: Hasil Liga Champions: Liverpool Terkapar, Remaja Sensasional Dortmund Kembali Cetak Rekor
Baca: Jika Liverpool Juara Liga Inggris, Juventus Sodorkan Rp 2,6 Triliun untuk Rekrut Virgil Van Dijk
Namun, di antara enam pemain tersebut, Carragher memprediksi hanya Salah yang mungkin akan dilepas begitu saja oleh para suporter.
"Saya pikir jika Anda bertanya kepada suporter Liverpool apakah mereka akan menjual lima pemain lainnya, mereka semua akan mengatakan 'tidak'."
"Tak peduli berapa pun uangnya. Tidak mungkin mereka akan menjual Alisson atau Van Dijk," ucap eks bek timnas Inggris ini.
"Tetapi jika Anda menawarkan kepada mereka 130 juta pounds (Rp 1,9 triliun) untuk Salah, mereka akan mempertimbangkannya. Itulah sebabnya saya katakan dia kurang dihargai."
Carragher telah mengidentifikasi dua alasan mengapa reputasi Salah di kalangan penggemar mungkin tidak setinggi dengan koleksi golnya.
Menurut Carragher, Salah merupakan pemain depan dengan kecepatan luar biasa yang bermain ruang yang sempit di depan.
"Dia hampir memiliki cara tertentu saat menerima bola, tetapi dia tidak sekokoh Mane dan tidak sepintar Firmino."
"Jadi, dia memang sering kehilangan bola dalam situasi-situasi seperti itu," tutur Carragher.
"Ini bisa membuat penonton frustasi ketika menyaksikan Salah," katanya menambahkan.
Baca: Italia Diserbu Corona, Termasuk ke Wilayah Cristiano Ronaldo Bermukim
Baca: Darurat Virus Corona, Beberapa Pertandingan Liga Italia Ditunda
Salah tak selalu bisa memaksimalkan kecepatan lari yang menjadi andalanya selama di Liverpool, karena kebanyakan lawan bermain dengan pertahanan defensif ketika jumpa pasukan Juergen Klopp tersebut.
Ketika bermain di Fiorentina atau AS Roma, Mohamed Salah bisa memamerkan kemampuan luar biasanya dalam membuat bek-bek Liga Italia terbirit-birit mengejarnya berlari dalam situasi serangan balik.
Tak hanya persoalan teknis, Carragher juga menilai bahwa Salah merupakan pemain yang memiliki egoisistas.
"Ketika Salah berada di depan gawang, semua yang dia pikirkan adalah soal mencetak gol," ujar pria yang menghabiskan karier profesionalnya di Liverpool ini.
Meski begitu, watak egois Salah bisa dipahami dan justur mengindikasikan bahwa dirinya punya niatan dan naluri mencetak gol yang tinggi.
Maka dari, sejak bergabung dengan Liverpool pada musim panas 2017, Salah sudah mengantongi 90 gol dalam 140 penampilan.