Donald Trump Sedang Kunjungi India, Terjadi Kerusuhan Umat Hindu-Islam, Tewaskan Lebih dari 20 Orang

Setidaknya 22 orang telah tewas dalam kerusuhan yang terjadi selama tiga hari di New Delhi, India.


zoom-inlihat foto
india13.jpg
NARINDER NANU/AFP.
Para Pendukung Partai Kongres meneriakkan slogan-slogan ketika mereka membakar patung Perdana Menteri India Narendra Modi selama demonstrasi untuk memprotes kekerasan yang terjadi di New Delhi, di Amritsar pada 26 Februari 2020. Polisi anti huru-hara berpatroli di jalan-jalan ibukota India pada Februari 26 dan pemimpin kota menyerukan jam malam setelah pertempuran antara umat Hindu dan Muslim yang merenggut sedikitnya 20 nyawa. NARINDER NANU/AFP.


Saluran TV lokal menunjukkan asap besar mengepul dari ban yang telah dibakar, dan para saksi mata melihat gerombolan massa menggunakan tongkat dan batu berjalan di jalanan, dan batu-batu dilemparkan.

"Kami tidak memiliki senjata, tetapi mereka menembaki kami," kata Mohammad Shakir, seorang demonstran yang menentang hukum.

"BJP (Partai Bharatiya Janata) ini menargetkan Muslim. Mereka ingin mengubah India menjadi negara Hindu."

Warga Muslim saat ini telah meninggalkan pinggiran kota yang terkena dampak karena mereka tidak lagi merasa aman.

BJP-nasionalis Hindu menyangkal adanya bias terhadap lebih dari 180 juta Muslim di India.

Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan para demonstran.

Para saksi di rumah sakit setempat berbicara dengan korban Hindu dan Muslim yang terluka dalam kekerasan pada hari Selasa.

Korban di kedua sisi kekerasan menderita luka tembak, dan banyak yang terlihat luka-luka di kepala dan tubuh mereka.

Seorang pejabat departemen pemadam kebakaran mengatakan timnya mendapat lebih dari belasan panggilan atas serangan pembakaran.

"Kami telah mencari perlindungan polisi karena kendaraan kami diblokir untuk memasuki daerah yang terkena dampak.

Situasinya sangat suram," kata direktur Departemen Pemadam Kebakaran Delhi, Atul Garg.

Baca: Menang dalam Primary di New Hampshire, Bernie Sanders: Kemenangan Ini Awal Berakhirnya Donald Trump

Baca: Bernie Sanders vs Pete Buttigieg: 2 Kandidat Demokrat Siap Bersaing Lawan Donald Trump di Pilpres AS

Komisaris gabungan polisi Alok Kumar mengatakan, sekitar 3.500 polisi dan petugas paramiliter telah dikerahkan.

Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan demonstran yang memprotes undang-undang kewarganegaraan di lingkungan Jafrabad di utara-timur Delhi, Selasa (25/2/2020).

Dikatakan oleh Kumar, seorang petugas polisi telah terbunuh dalam kekerasan setelah dia terkena lemparan batu.

Belasan petugas lainnya terluka ketika mereka mencoba melerai kelompok-kelompok yang bersinggungan.

Di New Jafrabad, warga berpatroli di jalan dengan tongkat dan batang logam.

Dua wartawan dengan saluran berita NDTV lokal diserang dan dipukuli oleh massa.

(TribunnewsWiki.com/Ron)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved