Indonesia dan 4 Negara Lainnya Dicabut AS dari Daftar Negara Berkembang, Ada Apa ?

Indonesia dan 4 negara lainnya dihapus Amerika Serikat dari daftar negara 'berkembang'.


Indonesia dan 4 Negara Lainnya Dicabut AS dari Daftar Negara Berkembang, Ada Apa ?
Youtube
Bendera Indonesia 


Indonesia dan 4 negara lainnya dihapus Amerika Serikat dari daftar negara 'berkembang'.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Indonesia, China dan 3 negara lain dihapus Amerika Serikat dari daftar negara 'berkembang'.

Dikutip dari People's Daily, China dianggap sebagai negara 'maju' oleh Amerika Serikat terkait perdagangan internasional.

Menurut pemberitahuan baru-baru ini yang dikeluarkan oleh Kantor Perwakilan Perdagangan AS (Office of the US Trade Representative/USTR), Negeri Paman Sam itu juga mencabut preferensi khusus untuk daftar anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Beberapa negara tersebut termasuk Brasil, India, Indonesia, dan Afrika Selatan.

Baca: Heboh Ruang Kendali Nuklir Sunda Empire, Tak Dijaga Ketat, Penampakannya di Luar Nalar

Baca: Polisi Perbatasan AS Temukan Truk Kirim Otak Manusia Ilegal, Diawetkan & Disimpan di Toples Biskuit

Penghapusan beberapa negara tersebut dari daftar internal negara-negara berkembang akan membantu penyelidikan Amerika Serikat.

Dengan pengahpusan tersebut Amerika lebih mudah untuk menyelidiki apakah negara-negara ini secara tidak adil melakukan subsidi ekspor.

Xue Rongjiu, wakil direktur Masyarakat China untuk Studi WTO yang berbasis di Beijing, mengatakan pengumuman AS telah merusak otoritas sistem perdagangan multilateral.

Donald Trump
Donald Trump (Wikimedia Commons)

"Tindakan unilateralis dan proteksionis seperti itu telah merugikan kepentingan China dan anggota WTO lainnya," ungkap Xue pada People's Daily.

"China selalu dengan tegas membela sistem multilateral. Hubungan perdagangan dan ekonominya dengan mitra ekonomi maju dan negara-negara berkembang telah membuktikan bahwa mekanisme negosiasi multilateral efektif, dan telah mendorong pertumbuhan ekonomi dunia." jelasnya.

Pemberitahuan yang dikabarkan pada 10 Februari, USTR mengatakan bahwa pihaknya merevisi metodologi negara berkembang untuk investigasi atas bea balik, sebuah bea yang dikenakan pada impor, karena pedoman negara sebelumnya dianggap sudah basi.





Halaman
12
Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved