Polisi Perbatasan AS Temukan Truk Kirim Otak Manusia Ilegal, Diawetkan & Disimpan di Toples Biskuit

Polisi temukan otak manusia yang disimpan di dalam toples biskuit dalam sebuah truk.


zoom-inlihat foto
otak-manusia-dalam-toples-biskuit.jpg
intisari.grid.id/Maymunah Nasution
otak manusia yang diselundupkan dengan truk yang diletakkan di dalam toples biskuit


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hari Valentine yang jatuh pada tanggal 14 Februari biasanya menjadi momen penuh kasih sayang bagi sebagian orang.

Namun di luar dugaan, polisi di perbatasan Kanada dan Amerika harus menerima kemalangan mereka ketika harus mendapatkan hadiah Valentine menjijikkan dalam penyelidikan, Jumat (14/2/2020).

Temuan yang didapatkan dalam penyelidikan tersebut tidak hanya menjijikkan, tapi juga membuat mereka kebingungan.

Hal itu dikarenakan sebuah truk yang melintasi perbatasan Kanada dan Amerika itu memuat otak manusia.

Tak sampai disitu, hal mengejutkan lainnya adalaha otak-otak tersebut disimpan dalam toples biskuit.

Truk pengiriman tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen lengkap.

Tidak ada keterangan milik siapa, berasal dari mana atau informasi apapun.

Baca: Tak Bisa Beli Masker Wajah untuk Lindungi Diri dari Virus Corona, Wanita Ini Pakai Kostum Jerapah

Baca: Menuju Pilkada Kota Medan 2020, Bobby Nasution Dapat Wejangan dari Jokowi

Polisi hanya menemukan keterangan bertuliskan "Spesimen alat ajar yang antik".

Paket otak-otak dalam toples tersebut dikirim dengan alamat tujuan Kenosha, Wisconsin.

Meski tak memiliki dokumen-dokumen pendukung untuk memasuki Amerika seperti keterangan sebelumnya truk tersebut tetap berani melintas.

Truk pengangkut otak itu ditangkap di Jembatan Blue Water, yang merupakan jembatan penghubung antara kedua negara tersebut.

Jembatan Blue Water
Jembatan Blue Water (Intisari)

Penangkapan dilakukan polisi dan petugas Perlindungan Batas Negara dan Balai Karantina Amerika Serikat.

Michael Fox, Direktur Pelabuhan Wilayah memberikan keterangan mengenai truk tersebut.

"Individu yang ingin mengimpor barang seperti ini, harus ingat jika Pusat Kendali dan Pencegahan Penyakit memiliki aturan impor yang ketat yang harus ditaati," ujar Michael.

"Ini adalah contoh lain apa yang kami lakukan untuk lindungi negara kami dari urusan mendasar," lanjutnya.

"Spesialis Balai Karantina Pertanian di Pelabuhan Huron sedang mempelajari kasus ini, dengan meninjau kembali peraturan impor untuk agen biologis yang dapat menginfeksi, substansi infektan dan vektor pembawa infektan," tandas Michael.

Aturan dari Amerika menyebutkkan mengenai impor bagian tubuh manusia, atau potongan tubuh manusia harus disertai dengan sertifikat kematian yang jelaskan penyebab kematian.

Hal ini dikarenakan jika penyebab kematian adalah bakteri maka bakteri tersebut masih dapat hidup di darah atau cairan tubuh lain, walaupun penyebab kematian bukan penyakit menular.

Sampai saat ini masih dilakukan penyidikan mengenai siapa yang mengirim otak dan alasan pengirimannya.

Ternyata, hal ini bukanlah kali pertama Amerika menemukan keanehan seperti ini .





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved