Tahu Takwa (Tahu Kuning)

Tahu Takwa atau yang lebih dikenal dengan nama Tahu Kuning merupakan oleh-oleh khas dari Kota Kediri, Jawa Timur.


zoom-inlihat foto
tahu-takwa.jpg
kompasiana.com/
Tahu Takwa atau Tahu Kuning khas Kediri

Tahu Takwa atau yang lebih dikenal dengan nama Tahu Kuning merupakan oleh-oleh khas dari Kota Kediri, Jawa Timur.




  • Asal Usul #


TRIBUNNEWSWIKI.COM -  Istilah tahu berasal dari kata tau hu, diambil dari bahasa Hokkian yang berarti kedelai yang difermentasi.

Tahu sudah diperkenalkan di Tiongkok sejak zaman Dinasti Han sekitar 2.200 tahun lalu.

Penemunya pertama kali adalah Liu An yang merupakan cucu dari Kaisar Han Gaozu, keluarga bangsawan dari pendiri Dinasti Han.

Olahan kedelai ini mulai menyebar ke berbagai daerah, termasuk Jepang.

Di Jepang, tahu dikenal dengan nama tou fu.

Penyebaran ini berlangsung hingga ke Asia Timur dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Saat masuk ke Indonesia, tahu memiliki berbagai jenis, struktur dan rasa yang berbeda dari aslinya.

Pada tahun 1900-an, terjadi migrasi besar warga Tiongkok ke Indonesia, ribuan warga datang dan bermukim, salah satunya di wilayah kota Kediri.

Warga Tiongkok menetap dan membuat pabrik tahu yang hingga kini masih berdiri kokoh di Kediri.

Warga Tiongkok merasa menemukan kesamaan tekstur air Tiongkok dengan Kediri, yang membuat mereka tertarik memproduksi tahu di Kediri.

Tahu sendiri merupakan tradisi bagi etnis Tionghoa yang bermigrasi.

Mereka menyajikan berbagai olahan tahu saat makan bersama dengan warga Tiongkok lain sebagai perayaan mereka.

Menurut sejarah, kota Kediri sudah menjalin hubungan baik dengan pedagang-pedagang Cina.

Awalnya tahu ini berwarna putih, namun berdasarkan catatan Chu Ku Fei dari Cina, Kediri dinilai identik dengan nuansa kuning.

Warna gedung-gedung di sepanjang kota Kediri ini menjadi identitas kebangsawanan masyarakat kota Kediri.

Tahu kuning ini menjadi simbol dari hubungan Tiongkok dan Kediri.

Pelopor pabrik tahu pertama di Kediri adalah Bah Kacung, ia mendirikan pabrik tahu pada tahun 1900-an.

Kemudian Bah Kacung dengan teman-teman seperjuangannya mendirikan dan memasarkannnya di kota Kediri.

Pabrik Bah Kacung bahkan telah dinobatkan pemerintah setempat sebagai pelopor pabrik tahu di Kediri. (1)

Baca: Tahu Tek

Baca: Tahu Gejrot

  • Karakteristik #


Tahu Kuning disebut juga Tahu Takwa

Masyarakat Kediri menyebut tahu kuning Kediri dengan sebutan tahu takwa.

Ternyata nama tersebut berasal dari suku Hokkian yang merupakan salah satu suku di negara Tiongkok yang banyak berimigrasi ke Indonesia.

Nama aslinya adalah “Kwa”, namun karena lidah orang Jawa yang kurang fasih dalam berbicara Tahu Kwa, maka seringkali diplesetkan menjadi Tahu Takwa.

Sebutan itu masih menjadi sebutan bagi Tahu Kuning khas Kediri hingga saat ini. 

Tekstur padat dan lebih kenyal

Inilah yang membedakan Tahu Kuning Kediri dengan tahu kuning pada umumnya.

Tahu Kuning Kediri atau Tahu Takwa ini memiliki tekstur yang lebih padat dan sangat kenyal.

Ketika dimakan akan terasa kekenyalannya, sehingga tidak sama ketika kita memakan tahu pada umumnya.

Memakai pewarna alami

Tahu kuning Kediri menggunakan bahan pewarna alami, yaitu kunyit.

Pewarna alami dari kunyit membuat penganan ini lebih sehat dan tidak membahayakan bagi tubuh.

Meski memakai kunyit, namun rasa kunyit dalam tahu ini tidak begitu menyengat, dan tetap enak bagi orang yang tidak suka rempah-rempah.

Mirip Dou Fu dari Tiongkok

Bagi anda yang belum pernah mencoba tahu kuning Kediri, rasanya akan sama enaknya dengan dou fu yang berasal dari Cina.

Dou Fu (dibaca: tofu) merupakan makanan tradisional dari Cina.

Namun, di Indonesia lebih terkenal dengan Tahu Kuning atau Tahu Takwa yang merupakan oleh-oleh khas Kota Kediri.

Tahu Kuning khas Kediri ini memiliki rasa dan bentuk yang berbeda daripada tahu pada umumnya. (2)

Baca: Tahu Sumedang

Baca: Tahu Kupat

  • Proses Pembuatan #


Proses pengolahan dari bahan baku kedelai hingga menjadi Tahu Takwa Kediri:

  • Cuci bersih kedelai-kedelai yang akan digunakan, kemudian direndam selama tiga jam.
  • Setelah cukup lunak keledai direbus hingga matang.
  • Proses perebusannya menggunakan cara tradisional, menggunakan kayu bakar.
  • Hal tersebut agar aroma sedap tahu lebih keluar dan tingkat kematangan yang dihasilkan juga pas.
  • Hasil rebusan kedelai diberi zat asam untuk memisahkan sari kedelai dengan kadar air.
  • Sari kedelai dengan tekstur yang lembut dimasukkan dalam cetakan yang sudah diberi kain, kemudian dipres.
  • Setelah pencetakan berhasil, tahu dipotong dan direbus menggunakan pewarna alami, garam, dan bunga pekak kering.
  • Bunga pekak kering menjadi kunci kelezatan dari tahu takwa, di mana bunga tersebut menghasilkan aroma wangi.
  • Setelah tahu berwarna kuning dan mengapung, itu menandakan tahu telah matang
  • Sesudah matang, tahu bisa diangkat dan didinginkan di suhu ruangan sebelum dikemas.
  • Proses pendinginan maksimal menggunakan suhu ruangan, hal tersebut membuat tahu takwa bertahan lama meski tanpa menggunakan bahan pengawet.
  • Durasi ketahanan tahu berkisar tiga hari jika dalam suhu normal dan enam hari jika dimasukkan ke dalam kulkas.

(Tribunnewswiki.com/Ronna)



Nama Tahu Takwa (Tahu Kuning)
Asal Kota Kediri
   


Sumber :


1. www.goodnewsfromindonesia.id
2. amazingindonesia.id


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved