Rumah Atsiri Indonesia

Rumah Atsiri hadir untuk memperkenalkan warisan industri minyak atsiri Indonesia melalui rekreasi yang mengedukasi, terintegrasi dengan taman aromatik, fasilitas laboratorium/penelitian, rumah produksi, pusat pelatihan, museum, restoran, toko, dan butik fasilitas MICE.


Rumah Atsiri Indonesia
Instagram/@rumahatsiri
Rumah Atsiri Indonesia berdiri di tempat yang dulunya adalah pabrik minyak atsiri terbesar di Asia Tenggara, yang disebut Pabrik Citronella. 

Rumah Atsiri hadir untuk memperkenalkan warisan industri minyak atsiri Indonesia melalui rekreasi yang mengedukasi, terintegrasi dengan taman aromatik, fasilitas laboratorium/penelitian, rumah produksi, pusat pelatihan, museum, restoran, toko, dan butik fasilitas MICE.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dibangun sejak tahun 2015, Rumah Atsiri mulai menyambut tamu pada 2018.

Pembukaan Rumah Atsiri bertujuan untuk memperkenalkan warisan industri minyak atsiri Indonesia melalui rekreasi yang mengedukasi dengan dilengkapi berbagai fasilitas dan pengembangan yang menarik.

Rumah Atsiri Indonesia adalah tujuan wisata yang terintegrasi dengan taman aromatik, fasilitas laboratorium/penelitian, rumah produksi, pusat pelatihan, museum, restoran, toko, dan butik fasilitas MICE.

Rumah Atsiri Indonesia berpusat di sekitar pabrik Citronella Indonesia-Bulgaria yang dipulihkan mulai tahun 1963.

Saat ini Rumah Atsiri menampung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan rekreasi, penelitian & pengembangan minyak atsiri, dan kegiatan produksi.

Rumah Atsiri berlokasi di Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.

Rumah Atsiri hanya berjarak sekitar 41 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam 15 menit dari Kota Solo.

Rute termudah untuk mencapai Rumah Atsiri adalah melalui jalan utama Karangayar-Tawangmangu.

Begitu memasuki Kecamatan Tawangmangu, terdapat plang penunjuk jalan menuju Rumah Atsiri.

Lokasinya Rumah Atsiri juga tidak jauh dari jalan utama. (3)

  • Sejarah


Dimulai dari perjalanan Rumah Atsiri di Desa Plumbon, Tawangmangu, Solo, Jawa Tengah, Rumah Atsiri ditemukan di sebuah kompleks pabrik yang ditinggalkan.

Sesuatu yang kemudian diketahui bahwa bangunan tersebut dulunya adalah sebuah fasilitas penyulingan Citronella dari tahun 1963.

Penasaran dengan fasilitas yang tersisa dan muka bangunan yang tidak biasa dari pabrik, pemilik Rumah Atsiri memutuskan untuk menggali lebih dalam sejarahnya.

Pabrik penyulingan yang diketahui sebagai yang terbesar di Asia pada saat itu disebut dengan ‘Pabrik Citronella’.

Pabrik tersebut adalah saksi bisu kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan Bulgaria.

Desa Plumbon dipilih sebagai lokasi pabrik karena potensi alamnya yang sesuai dengan penanaman bahan-bahan minyak atsiri, seperti serai.

Sumber air yang menjadi elemen penting untuk proses penyulingan juga tersedia dalam jumlah besar dari sungai terdekat.

Pabrik mengalami serangkaian pertukaran kepemilikan, hingga PT Rumah Atsiri Indonesia memutuskan untuk secara resmi mengambil alih pendirian pada tahun 2015.

Kemudian PT Rumah Atsiri Indonesia menghidupkannya kembali menjadi kompleks pendidikan.

Kompleks pendidikan tersebut mencakup fasilitas MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), penelitian & pengembangan, rumah produksi, dan pasar untuk minyak atsiri.

PT Rumah Atsiri Indonesia yakin bahwa kompleks dan desa di sekitarnya adalah pengingat kelimpahan dan potensi Indonesia untuk memainkan peran penting dalam ekonomi global.

Rumah Atsiri merasa bertanggung jawab untuk melestarikan dan menghidupkan kembali pengetahuan, keterampilan, dan inovasi yang berkaitan dengan minyak atsiri di Indonesia.

Pelestarian tersebut diwujudkan melalui edu-rekreasi, penelitian, pengembangan, produksi, pelatihan, dan menyediakan pasar di Rumah Atsiri Indonesia. (1)

Baca: Gedung Djoeang 45 Solo

Baca: Hari Ini 18 Tahun yang Lalu, Pesawat Garuda Mendarat di Bengawan Solo, Mesin Mati, Terjang Badai Es

  • Bangunan dan Arsitektur


Rumah Atsiri Indonesia adalah pabrik berusia 50 tahun yang telah direnovasi dengan sentuhan modern, namun tetap mempertahankan desain asli bangunan.

Revitalisasi Rumah Atsiri Indonesia dilakukan dengan menggunakan metode penjajaran kontekstual.

Bangunan asli yang telah menjadi identitas terus dipertahankan dan dilestarikan, namun sesuatu yang baru juga diperkenalkan tanpa merusak bangunan aslinya.

Pengunjung dapat membedakan desain lama dan baru melalui bahan yang digunakan.

Desain lama, terletak pada bangunan utama, menggunakan beton dan besi, sedangkan bangunan yang direvitalisasi menggunakan baja, kayu, dan kaca.

Detail dalam arsitektur juga memainkan peranan penting, tidak hanya memperkuat identitas, detailnya juga mengungkap cerita di balik sebuah bangunan.

Di area parkir, dapat dilihat bagaimana bentuk trotoar yang berbeda dari trotoar umum yang berbentuk balok.

Bentuk paving yang berbeda ini juga dapat ditemukan pada bingkai kursi restoran dan pilar sudut Rumah Atsiri Restaurant, pada plot tanaman di Marigold Plaza, dan pada logo Rumah Atsiri sendiri.

Pada gedung lama Rumah Atsiri, bentuk khusus perkerasan berasal dari bentuk blok ventilasi, partisi antara ruang dalam ruangan yang terutama berfungsi sebagai lubang sirkulasi udara dan penerangan.

Arsitektur pabrik minyak esensial yang didirikan pada tahun 1963, adalah simbol diplomasi antara dua negara, Indonesia dan Bulgaria.

Ini adalah bangunan yang juga merupakan bukti kemuliaan minyak esensial Indonesia di pasar global.

Pengunjung tidak hanya akan menelusuri aroma minyak atsiri, tetapi juga jejak sejarahnya dan berbagai upaya untuk memeliharanya. (2)

  • The Gardens


Lebih dari 80 tanaman minyak atsiri dari Indonesia dan luar negeri ada di taman koleksi ini.

Masing-masing tanaman hadir dengan cerita, aroma, dan karakteristik sendiri.

Taman ini memiliki koleksi tanaman minyak atsiri yang paling beragam.

Pengunjung dapat mencium atau mencicipi beberapa tanaman dengan memberi tahu pemandu.

Agar pemandu dapat membantu pengunjung untuk memutuskan kulit kayu, daun, atau kelopak mana yang akan dicabut.

Terletak di dalam Taman Koleksi Rumah Atsiri, rumah kaca dirancang sebagai taman dalam ruangan.

Pada malam hari rumah kaca akan diubah menjadi tempat makan pribadi.

  • Marigold Plaza

Berfungsi sebagai titik pertemuan di kompleks Rumah Atsiri Indonesia.

Alun-alun penuh dengan marigold yang mekar sebulan sekali selama dua minggu.

Marigold ditanam di dalam celah yang mengikuti bentuk pola di dinding berlubang pabrik Citronella asli.

Rumah Atsiri Production Farm adalah kebun seluas 2,5 hektar yang paling luas.

Kebun ini memasok beberapa tanaman untuk keperluan penelitian dan pengembangan serta kebutuhan produksi Rumah Atsiri.

Tempat ini menjadi tuan rumah bagi inisiatif penelitian dan pengembangan untuk tanaman kebun, tanaman cinderamata, dan tanaman hias Rumah Atsiri.

  • The Museum


Sejarah minyak atsiri merentang ke awal 2.000 SM.

Di Rumah Atsiri Museum pengunjung dapat mengikuti perjalanan bagaimana minyak atsiri pertama kali ditemukan dan bagaimana mereka menyebar ke seluruh dunia (terutama di Indonesia).

Museum juga melestarikan beberapa peralatan dan alat asli yang digunakan untuk menghasilkan minyak esensial.

Dari botol minyak esensial berusia 50 tahun dan dokumen hingga mesin destilasi vintage, temukan sejarah di balik impian Indonesia untuk menjadi salah satu pemain terbesar di industri minyak esensial dunia.

  • The Learning Hubs


Rumah Atsiri Lab adalah laboratorium sains yang lengkap yang menyelenggarakan kegiatan, kursus, dan program terkait minyak esensial yang cocok untuk siswa TK hingga siswa sekolah menengah.

  • Rumah Atsiri Lab

Ada dua jenis program: satu diubah ke kurikulum mitra sekolah, dan yang lain adalah kursus musiman Rumah Atsiri untuk tamu yang datang.

Lab memberikan setiap orang kesempatan untuk bereksperimen dengan minyak esensial dan merasakan 'chemistry'.

Hosting program Rumah Atsiri yang diperluas bagi pengunjung yang tertarik dengan bisnis minyak atsiri.

Rumah ini memberikan pengetahuan dasar dari cara memanen tanaman minyak esensial hingga melakukan riset pasar untuk produk minyak atsiri.

Menampilkan proses penyulingan rumahan, proses paling umum dalam mendapatkan minyak atsiri yang terjadi di Rumah Atsiri Indonesia setiap hari.

Mengganti laboratorium lama dari pabrik Citronella asli sebagai laboratorium penelitian dan pengembangan.

Tempat ini adalah tempat bagi Rumah Atsiri dalam melakukan berbagai penelitian minyak atsiri seperti uji stabilitas, pengujian aroma, dan banyak lagi.

  • Shops


Menyediakan berbagai pilihan minyak esensial dan turunannya (parfum, sabun, sampo, dan produk perawatan pribadi lainnya).

  • Rumah Atsiri Aroma Shop

Aroma Shop membawa aroma khas Rumah Atsiri Indonesia.

  • Rumah Atsiri x Genetika Merchandise Shop

Terletak persis di seberang lobi, toko barang dagangan ini menyediakan beberapa suvenir minyak esensial.

Toko ini menyajikan barang-barang yang bisa anda beli untuk mengingat kunjungan anda ke Rumah Atsiri, atau bisa juga untuk hadiah keluarga dan teman.

Tempat ini adalah sebuh toko yang menjual beberapa tanaman dari kebun Rumah Atsiri.

Tempat ini dibuat untuk pengunjung yang suka berkebun dan desain interior hijau.

Rumah Atsiri menyediakan bibit dan tunas tanaman, serta tanaman hias.

  • MICE dan Fasilitas Lainnya


Tempat ini dirancang khusus untuk acara dan seni pertunjukan.

Ruang tersebut cocok untuk acara pribadi dan rapat perusahaan.

Dengan pemandangan menakjubkan Marigold Plaza yang mekar, Rumah Atsiri Restaurant menyajikan hidangan Indonesia dan internasional.

Diwarnai dengan rempah-rempah yang baru dipetik dan rempah-rempah dari kebun Rumah Atsiri.

(Tribunnewswiki.com/Ronna)



Nama Rumah Atsiri Indonesia
Alamat Jl. Watusambang, Watusambang, Plumbon, Kec. Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57792
   


Sumber :


1. rumahatsiri.com
2. rumahatsiri.com
3. rumahatsiri.com


Editor: Ekarista Rahmawati Putri




ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved