Ivan menambahkan, robotm mampu menahan api dan ledakan serta dapat menampung air sebanyak 2500 liter air dan 500 liter busa.
Jangkauan semprot air dari robot pemadam kebakaran tersebut mencapai 55 meter.
Sedangkan untuk air busa bisa menyemprot hingga jarak 45 meter.
Robot pemadam kebakaran juga mampu mengangkat beban sebesar 2 ton, menarik beban sebesar 6 ton serta mendorong beban hingga 10 ton.
Akan beli lagi
Pada 2020, Dinas Penanggulangan Kebakaran akan kembali membeli alat robotik lain namun jenisnya berbeda dengan Dok-Ing MVF-U3.
Menurut Satriadi, Dok-Ing MVF-U3 merupakan alat pengurai material kebakaran.
Sementara itu robotik yang akan dibeli pada 2020 merupakan alat penyelamatan atau rescue.
"Itu bisa 80 meter ketinggian daya (jangkau) semprotnya. Personel tidak perlu sampai masuk ke dalam, cukup dari jarak jauh dia bisa mengontrol penyemprotan ini," jelas Satriadi.
Dengan jangkauan tersebut, Satriadi mengatakan robotik bisa mengurangi risiko bahaya terhadap para petugas.
Misalnya, alat tersebut bisa digunakan untuk memadamkan kebakaran di pabrik atau toko bahan-bahan kimia, pom bensin, dan lainnya.
"Kalau anggota (pemadam kebakaran langsung di lokasi tersebut) kan berisiko. Itu banyak terjadi di luar negeri, yang berisiko seperti itu kami menggunakan alat tersebut," tutur Satriadi.
Baca: Jakarta Kembali Tergenang Banjir, Anies: Pintu Air Bisa Dibuka, Tunggu Permukaan Air Laut Surut
Baca: Heboh, Valentino Rossi Bicara Bahasa Jawa “Aku Tresno Indonesia” pada Meet and Greet di Jakarta
Baca: 6 Zodiak Yang Terlihat Memiliki Hubungan Sempurna, Padahal Tidak Seperti Yang Terlihat
(TRIBUNNEWSWIKI/Magi, KOMPAS/Nursita Sari/Audia Natasha Putri)