TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemkot DKI Jakarta kini memilik satu unit robot pemadam kebakaran.
Robot jenis Dok-Ing MVF-U3 tersebut diadakan oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta.
Robot tersebut dibeli sekitar 2019 lalu dan diuji coba di di Pusdiklatkar Ciracas, Jakarta Timur pada Kamis (06/02/2020).
Uji coba tersebut melibatkan para teknisi dimana robot tersebut berasal yaitu Republik Kroasia.
Dilansir oleh Kompas.com, untuk meminang satu unit robot pemadam kebakaran tersebut, Pemkot DKI Jakarta merogoh kocek hingga Rp. 37,4 Miliar.
harga tersebut telah dicantumkan dalam laman lpse.jakarta.go.id.
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamaan DKI Jakarta, Satriadi Gunawan mengatakan robot tersebut mahal karena dilengkapi banyak peralatan khusus.
"Dalam satu unit, dalam satu mobil itu ada berapa robotik dan ada peralatan rescue lainnya, jadi paket, makanya mahal itu. Jadi bukan satu robotik, di dalam mobil itu ada 2-3 robotik," ujar Satriadi saat dihubungi Kompas.com, Selasa (11/2/2020).
Satriadi mengatakan orang-orang akan memahami harga tersebut adalah wajar setelah melihat robot damkar secara langsung.
"Kalau melihat barangnya, baru kelihatan, 'Oh iya harganya mahal,' karena banyak juga orang bilang, 'Oh iya wajar harganya mahal,' karena sudah lihat barangnya," kata Satriadi.
Baca: Aksi Petugas Pemadam Kebakaran Selamatkan Bayi 7 Jam Terjebak Banjir, Menangis Tak Kuasa Tahan Haru
Baca: VIDEO AMATIR Kerusuhan Aksi Protes Pemadam Kebakaran Menuntut Kenaikan Upah di Paris, Prancis
Spesifikasi dan fungsi robot pemadam kebakaran
Tak hanya soal harga, Satriadi juga mengungkapkan fungsi serta manfaat robot baru DKI Jakarta tersebut.
Robot bisa digunakan terutama ketika melakukan penanggulangan kebakaran atau kecelakaan yang sulit dijangkau petugas penyelamat.
Hal tersebut karena robot bisa dioperasikan dari jarak jauh hingga jarak 1,5 km oleh petugas operator sebagai pengendali dari gerakan robot.
Dikatakan instruktur mekanik robot asal Kroasia, Ivan Zanic, robot pemadam kebakaran tersebut tak hanya bisa dimanfaatkan untuk kasus kebakaran rumah saja.
Robot pemadam kebakaran juga bisa mengatasi kebakaran khusus yang membahayakan manusia seperti teror bom dan rudal peluru.
Sehingga robot tersebut bisa digunakan untuk aksi anti teror, menangani kebakaran skala besar, serta penanggulangan pasca bencana seperti gempa bumi.
Apabila terjadi bencana alam seperti gempa bumi, robot bisa digunakan untulk menyingkirkan dan membersihkan puing-puing.
Sehingga nantinya akan membuka jalan untuk anggota penyelamat agar dapat mengevakuasi TKP.
Sementara itu, badan robot dilengkapi dengan sembilan kamera yang siap memantau dari segala arah.