TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bripda Yosia Primi Wahyudi, sosok polwan tangguh yang menjadi pahlawan dibalik terungkapnya beberapa kasus besar narkoba.
Atas capaiannya, perempuan berusia 23 tahun tersebut menjadi anggota andalan Polres Jakarta Pusat.
Kasus yang diungkap Yosia diantaranya pabrik produk liquid vape atau cairan rokok elektronik dari ganja dan kasus penyelundupan narkoba oleh sepasang suami istri asal Nigeria.
Untuk membongkar kasus-kasus narkoba, perempuan yang lahir di Bojonegoro, Jawa Timur ini harus menyamar.
Bahkan tak jarang, sebagai perempuan Yosia juga kerap merasa takut jika aksi penyamarannya ketahuan.
Terlebih lawannya bukan orang biasa yang bisa saja membunuh Yosia dengan mudah.
Berikut cerita sepak terjang Yosia dalam mengungkap kasus narkoba seperti dikutip dari Kompas.com:
Baca: Kisah Geng Narkoba Meksiko Tak Gentar Ancam Pemerintah, Sebut Akan Bantai Pejabat yang Nekat Korupsi
Baca: Kisah Kejamnya Raja Narkoba Pablo Escobar, Mutilasi 49 Selir dalam 3 Hari karena Tuduhan Ini
Bukan pekerjaan yang mudah
Yosia menceritakan pengalamannya ketika beraksi dan terlibat langsung dengan berbagai kasus narkoba kepada Kompas.com, Kamis (12/9/2019) lalu.
Ditemui di ruang reserse narkoba Polres Jakarta Pusat, Yosia menceritakan pengalamannya ketika menggerebek pabrik liquid vape ganja Juli 2019 lalu.
Dikatakan oleh Yosia, mengungkap kasus narkoba memang bukan pekerjaan mudah.
Sebab dirinya sendirilah yang harus mencari informasi ke berbagai pihak untuk mendapatkan informasi itu.
"Tidak bisa kami (lakukan) penangkapan itu berjalan sehari atau dua hari untuk pengungkapan. Harus sampai beberapa minggu baru keungkap," kata Yosia
Berhasil ungkap lokasi pabrik pembuatan cairan rokok elektrik dari ganja
Ketika menggerebek pabrik produk ganja untuk rokok elektrik, Yosia awalnya menyamar sebagai pembeli narkoba ganja.
Saat itu, Yosia menggunakan akun Instagram miliknya untuk megincar pemilik pabrik liquid vape incarannya.
“Saya jadi pembeli, lalu alibinya saya pesan dan kemudian saya kepo gitu cari tahu di mana pabrik liquid,” kata Yosia.
Perjuangan Yosia akhirnya membuahkan hasil manis.
Dirinya berhasil menemukan sang pemilik pabrik bahkan hingga membuat janji bertemu di lokasi pembuatan produk ganja di Jawa Timur.
Grebek pasutri pengedar sabu asal Nigeria