Huang Xiqiu diketahui menjadi arsitek pembangunan RS Houshenshan yang merupakan rumah sakit darurat untuk menangani wabah virus corona di Wuhan, Provinsi Hubei.
Rumah sakit itu dikerjakan dalam 10 hari dengan sejumlah fasilitas medis lengkap, seperti 1.000 tempat tidur dan robot medis.
Rumah sakit di lahan seluas 2,4 hektar tersebut dibangun pada 25 Januari 2020 dan diresmikan pada 3 Februari 2020.
RS Hounshenshan mengaplikasikan langkah yang sama seperti RS untuk wabah SARS, yang ada di Beijing, China.
Bangunannya merupakan bangunan prefabrikasi atau konstruksi modular.
Ini menjadi kunci mempercepat pembangunan rumah sakit di Kota Wuhan.
Kamar-kamar yang sepenuhnya dirakit dan dibuat oleh pabrik, selanjutnya diangkut dengan truk dan diletakkan di tempatnya.
Prefabrikasi juga telah digunakan dalam skenario darurat di negara lain.
Baca: Gara-gara Virus Corona, Remaja Keturunan China di Australia Dibully dan Diusir dari Sekolah
Baca: Penyebab Masyarakat di Indonesia Belum Ada yang Terkena Virus Corona, Ini Penjelasan Ahli Biologi
Mengukur tingkat keamanan rumah sakit khusus virus corona
Dibangun dalam waktu yang sangat, bagaimana tingkat keamanan struktur konstruksi bangunan rumah sakit yang dikhususkan untuk pasien virus corona ini?
Dikutip Kompas.com dari Quartz, seorang arsitek dari biro HOK Architects Scott Rawlings berpendapat, apa yang sedang dan telah dibangun oleh China bukanlah fasilitas medis yang khas dan spesifik tetapi lebih merupakan "pusat pengobatan untuk mengelola infeksi massal."
Sebaliknya, Scott merasa ragu menyebut fasilitas medis yang dibangun China saat ini di Wuhan sebagai rumah sakit permanen.
"Tentu saja ini bukan fasilitas layanan yang lengkap," kata Scott.
Dia menambahkan, ketika merancang sesuatu, hal yang harus dipertimbangkan adalah penggunaan dan kemampuan beradaptasi bangunan selama 75 tahun ke depan.
China memanfaatkan material prefabrikasi atau beton pracetak sebagai kunci cepatnya proses konstruksi Rumah Sakit Corona Haoshenshan dan Leishenshan, serupa halnya dengan di Xiaotangshan.
Menurut seorang insunyur struktural Knippers Helbig asal Jerman, Thorsten Helbig, teknik pembangunan ini sepenuhnya aman.
Helbig yang mengajar di Cooper Union, New York, menjelaskan, karena unit kamar dirakit di lingkungan pabrik dengan kendali maksimal, perancang dan pembangun dapat memecahkan masalah apa pun dan memastikan semua beton pracetak atau blok modular terpasang sempurna.
Sementara di sisi lain, bangunan cor beton yang merupakan teknik konvensional, sangat bergantung pada kondisi cuaca dan koreografi berbagai kontraktor yang bekerja pada berbagai aspek proyek.
(Tribunnewswiki.com/Ami Heppy, Kompas.com)