TRIBUNNEWSWIKI.COM - Minggu (2/2/2020) lalu pemerintah memulangkan 238 WNI terkait wabah virus corona di Wuhan.
Setelah penjemputan WNI yang sempat terisolasi di Wuhan tersebut, muncul isu adanya pemulangan lebih dari 600 Eks ISIS dan atau Foreign Teroris Fighter (FTF) ke Indonesia.
Menanggapi beredarnya isu tersebut, pengamat terorisme, Al Chaidar Abdul Rahman Puteh mengatakan pemulangan tersebut bisa bermanfaat bagi Indonesia.
Manfaat tersebut seperti terlibat dalam program sejenis deradikalisasi untuk kelompok teroris lain yang banyak ditemukan di Indonesia.
"Memang sebaiknya sekitar 660 orang WNI (eks ISIS) dipulangkan saja ke Indonesia," ujar Al Chaidar Rabu (5/2/2020), seperti yang dikutip dari Tribunnews.com.
"Karena kita membutuhkan mereka untuk program semacam deradikalisasi, untuk kelompok teroris lain yang banyak di Indonesia," lanjutnya.
Al Chaidar juga mengatakan jika eks ISIS tersebut dipulangkan maka akan melunturkan anggapan mereka mengenai pemerintah yang keras, otoriter, hingga tidak suka pada Islam.
Meskipun demikian, Al Chaidar juga tak menampik mengenai risiko yang bisa membahayakan negara.
Sehingga diperlukan persiapan yang matang agar pemulangan WNI Eks ISIS agar risiko dapat diminimalisir.
"Pasti ada (potensi bahaya), karena memang mereka sudah terpapar oleh radikalisme yang cukup mengkhawatirkan," ujarnya.
Baca: Abu Sayyaf
Baca: Fakta 3 WNI Disandera Abu Sayyaf, Minta Tebusan Rp 8 M, Pemerintah Koordinasi Malaysia dan Filipina
Ditolak oleh Jokowi
Menanggapi isu pemulangan WNI eks ISIS tersebut, Jokowi mengatakan dirinya masih menolak.
Meskipun demikian, Jokowi mengatakan pemulangan tersebut asih bisa dipertimbangkan lebih lanjut.
Dikutip dari Kompas.com, Jokowi menegaskan jika pihaknya masih mempelajari dampak pemulangan eks ISIS ke Indonesia.
Jokowi juga masih membuka kesempatan untuk mendengarkan pendapat serta masukan dari pada manteri.
"Ya kalau bertanya kepada saya (sekarang), ini belum ratas (rapat terbatas) ya. Kalau bertanya pada saya (sekarang), saya akan bilang tidak (bisa kembali). Tapi masih dirataskan," jelas Jokowi di Istana Negara, Jakarta, rabu (5/2/2020) seperti yang dikutip dari Kompas.com.
Tanggapan Menko Polhukam Mahfud MD
Dikutip dari Tribunnews.com, Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan pemerintah masih mempertimbangkan dampak pemulangan WNI eks ISIS.
Terlebih menurut Mahfud, jika mereka dipulangkan bisa menimbulkan masalah baru meskipun sebelumnya telah dilakukan proses deradikalisasi.
"Kalau nanti habis deradikalisasi diterjungkan ke masyarakat nanti bisa kambuh lagi, kenapa? karena di tengah masyarakat nanti dia diisolasi, dijauhi. Kalau dijauhi nanti dia jadi teroris lagi kan," kata Mahfud di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, (5/2/2020).