Danau pun dibersihkan.
Sebelumnya pada 7 Oktober 2016 Kasat Reskrim Polresta Depok Komisaris Teguh Nugroho mengatakan jeda waktu dalam pengungkapan identitas dan olah TKP menjadi kunci sulitnya mengungkap kejahatan itu.
"Ada jeda waktu empat hari dari penemuan mayat sampai ketahuan identitasnya.
Itu memberi ruang bagi pelaku untuk menghilangkan barang bukti," kata Teguh, sikutip dari pemberitaan Kompas.com (7/10/2016).
Baca: Lenjongan
Baca: Kisah Miris Pria di Kediri, Sakit, Diusir Istri Muda, Jadi Gelandangan Ditolak Keluarga
Terlebih lagi, kata dia, saat itu dugaan yang muncul adalah Akseyna meninggal akibat bunuh diri.
Sepekan setelah Akseyna ditemukan di Danau Kenanga UI pada 26 Maret 2015, barulah muncul kemungkinan Akseyna dibunuh.
"Dugaan bunuh diri kan dari surat wasiat yang beredar di medsos," kata Teguh.
Namun, belakangan diketahui ada sejumlah orang yang masuk ke kamar indekos Akseyna setelah identitas korban diketahui.
Baca: Universitas Bakrie
Baca: Universitas Ciputra
Dugaan Akseyna dibunuh pun mengapung.
Akan tetapi, danau telanjur bersih dan jejak-jejak kematiannya jadi sulit ditelaah.
Barang-barang lain yang terkait dengan Akseyna dan kematiannya pun belum juga memberi petunjuk yang mengarah pada kesimpulan sampai sekarang.
(TribunnewsWiki.com/Saradita Oktaviani/Kompas.com)