Meski begitu, Jovic merasa optimis situasi yang ia alami akan segera membaik.
“Sejujurnya, saya tak senang dengan situasi musim ini.”
“Saya merasa, masih jauh lebih baik lagi.”
“Terkadang, saya berkaca dengan melihat kembali video-video permainan saya terdahulu di YouTube sembari berkata ‘apa yang terjadi pada diri ini?’ Namun, semua pasti akan baik-baik saja, saya yakin.”
“Banderol 60 juta euro untuk anak muda seperti saya ini tentu menjadi sebuah tekanan besar.”
“Semoga situasi sulit ini akan segera berubah”, tutup Jovic.
Baca: Transfer Liga Italia: Juventus Inginkan Pemain Barcelona, Milan Dekati Gelandang asal Spanyol
Baca: Pembalap Boleh Spanyol Mendominasi MotoGP 2020, Tapi Soal Helm Tetap Didominasi Italia
Luka Jovic merupakan tipe penyerang yang tajam ketika ditandemkan dengan penyerang lain di lini depan.
Seperti ketika di Frankfurt, dia berduet dengan penyerang jangkung asal Prancis, Sebastian Haller.
Pergerakan cepat Luka Jovic dan kemampuannya menggocek bola lebih fungsional ketika dirinya bermain bukan sebagai target-man.
Keberadan Haller sebagai pemantul bola untuk Jovic, yang memiliki area bermain lebih kebelakang dari Haller.
Di Real Madrid, Jovic lebih sering dicoba sebagai penyerang tunggal di depan dan dirinya masih sulit beradaptasi hingga akhirnya Karim Benzema lebih sering dimainkan pada musim ini oleh Zidane.
(Tribunnewswiki.com/Haris)