TRIBUNNEWSWIKI.COM – Real Madrid tampil cukup stabil pada musim 2019-20 ini.
Real Madrid masih sanggup bersaing di papan atas Liga Spanyol serta melaju di babak gugur Liga Champions.
Namun, beberapa pilar Real Madrid tak semuanya tampil mengkilap, terutama pemain baru, Luka Jovic.
Penyerang yang didatangkan klub berjuluk Los Blancos dari Eintracht Frankfurt itu baru mencetak sebiji gol hingga separuh musim 2019-20 berjalan.
Masalah adaptasi dengan sepak bola Spanyol disebut-sebut menjadi penghalang terhadap seretnya keran gol Jovic hingga kini.
Padahal pemain timnas Serbia itu sukses mengemas 27 gol di semua kompetisi bersama Frankfurt musim lalu.
Baca: Tiga Tahun Habiskan Hampir Rp 2 Triliun untuk Tiga Remaja dari Brasil, Ada Apa dengan Real Madrid?
Baca: Liga Spanyol Pekan 19: Kemenangan Digagalkan Pemain China, Poin Barcelona Disamai Madrid
Performa jelek Jovic pun memunculkan rumor bahwa dirinya akan didepak dari Real Madrid di akhir musim nanti.
Dia baru mencetak satu gol dan satu asis sepanjang musim ini di Real Madrid dari 14 penampilan.
Dengan skema pinjaman atau dijual, nama Jovic pun sangat rentan dibuang. Terlebih penyerang kawakan, Karim Benzema masih mampu menjadi pendulang gol bagi El Real.
Padahal Jovic datang ke Madrid dengan harapan tinggi pada awal musim 2019-20 ini.
Banderol sebesar 60 juta euro (907,6 miliar rupiah) sudah Madrid keluarkan demi mendapatkan servis pemain berusia 22 tahun tersebut.
Kritik pun datang deras menghampirinya, terutama di sosial media.
Baca: Jelang El Clasico: Lima Bocah Ajaib Ini Tolak Barcelona demi Bergabung Real Madrid
Baca: Bintang Muda Incaran Manchester United dan Juventus Ini Pecahkan Rekor Gol Liga Jerman
Meski begitu Jovic pun tak merasa tertekan dengan apa yang para penggemar Madrid utarakan melalui sosial media.
“Jujur saja saya tidak terganggu (dengan kritikan).”
“Apa yang mereka katakan itu semua tak berarti.”
"Saya bahagia karena saat ini bermain di Real Madrid,” ucap Jovic dikutip Tribunnewswiki.com dari AS, Selasa (4/2/2020).
Gol pertama Jovic untuk Real Madrid terjadi pada pekan ke-11 Liga Spanyol, September 2019 lalu manakala klubnya membantai Leganes 5-0 di Santiago Bernabeau.
Baca: Bruno Fernandes Debut di Posisi Keliru, Keputusan Pelatih Manchester United Dikritik Fans
Baca: Kalap di Penutupan Bursa Transfer, Manchester United Datangkan Penyerang Liga Cina Ini
Semenjak saat itu, Jovic masih kesulitan beradaptasi di skuat asuhan Zinedine Zidane tersebut.
Situasi demikian pun dirasakan oleh Jovic sendiri.
Menurutnya, tekanan besar dan masa adaptasi membuatnya masih belum mengeluarkan performa terbaik.
Meski begitu, Jovic merasa optimis situasi yang ia alami akan segera membaik.
“Sejujurnya, saya tak senang dengan situasi musim ini.”
“Saya merasa, masih jauh lebih baik lagi.”
“Terkadang, saya berkaca dengan melihat kembali video-video permainan saya terdahulu di YouTube sembari berkata ‘apa yang terjadi pada diri ini?’ Namun, semua pasti akan baik-baik saja, saya yakin.”
“Banderol 60 juta euro untuk anak muda seperti saya ini tentu menjadi sebuah tekanan besar.”
“Semoga situasi sulit ini akan segera berubah”, tutup Jovic.
Baca: Transfer Liga Italia: Juventus Inginkan Pemain Barcelona, Milan Dekati Gelandang asal Spanyol
Baca: Pembalap Boleh Spanyol Mendominasi MotoGP 2020, Tapi Soal Helm Tetap Didominasi Italia
Luka Jovic merupakan tipe penyerang yang tajam ketika ditandemkan dengan penyerang lain di lini depan.
Seperti ketika di Frankfurt, dia berduet dengan penyerang jangkung asal Prancis, Sebastian Haller.
Pergerakan cepat Luka Jovic dan kemampuannya menggocek bola lebih fungsional ketika dirinya bermain bukan sebagai target-man.
Keberadan Haller sebagai pemantul bola untuk Jovic, yang memiliki area bermain lebih kebelakang dari Haller.
Di Real Madrid, Jovic lebih sering dicoba sebagai penyerang tunggal di depan dan dirinya masih sulit beradaptasi hingga akhirnya Karim Benzema lebih sering dimainkan pada musim ini oleh Zidane.
(Tribunnewswiki.com/Haris)