Leishenshan, Rumah Sakit Khusus Corona Kedua di Cina Hampir Selesai Dibangun: Kamis Mulai Beroperasi

Leishenshan, rumah sakit kedua khusus penanganan pasien terjangkit virus corona hampir selesai dibangun, besok kamis mulai bisa menerima pasien.


zoom-inlihat foto
leishenshan-hospital-rumah-sakit-corona.jpg
Twitter/amber_g95
Tangkap layar proses pembangunan Leishenshan, rumah sakit kilat kedua yang dibangun untuk menangani virus corona. Leishenshan dikabarkan akan mulai menerima pasien besok Kamis.


TRIBUNNEWSWIKi.COM - Mewabahnya virus corona membuat Cina harus bekerja ekstra cepat untuk membangun fasilitas kesehatan.

Termasuk rencana pembangungan dua rumah sakit yang dikhususkan untuk menangani virus corona, yaitu  Huoshenshan atau 'Fire God Mountain' dan Leishenshan atau 'Thunder God Montain'.

Sejak dibangun pada (23/1/2020), Huoshenshan telah rampung dibangun pada Minggu, (2/2/2020) dan mulai menerima pasien pada (3/1/2020).

Rumah sakit yang memiliki luas 25 ribu meter persebi tersebut bisa dioperasikan setelah melalui proses pembangunan super kilat yaitu hanya 10 hari saja.

Baca: Viral Anjing dan Kucing Dilempar dari Jendela hingga Tewas, Pemilik Takut Tertular Virus Corona

Baca: Peneliti Temukan Jejak Penyebaran Virus Corona di Gagang Pintu Pasien, Warga Diimbau Jaga Kebersihan

Pusat Medis Regional Gunung Dabie (Houshenshan atau Fire God Mountain Hospital) adalah rumah sakit coronavirus khusus pertama yang dibuka di Cina. Pekerja dan sukarelawan menghabiskan dua hari memperbaiki bangunan kosong.(Pemerintah Huanggang via Daily Mail)
Pusat Medis Regional Gunung Dabie (Houshenshan atau Fire God Mountain Hospital) adalah rumah sakit coronavirus khusus pertama yang dibuka di Cina. Pekerja dan sukarelawan menghabiskan dua hari memperbaiki bangunan kosong.(Pemerintah Huanggang via Daily Mail) (Pemerintah Huanggang via Daily Mail)

Dikutip dari mothership.sg, proses pembangunan yang sangat cepat tersebut berkat bantuan pengawasan yang dilakukan oleh militer Cina.

Padahal, otoritas setempat mengatakan bangunan serupa pada umumnya membutuhkan waktu pembangunan hingga 2 tahun lamanya.

Tak hanya itu, para insinyur dan ahli konstruksi lainnya bekerja keras hanya dengan rentang waktu yang sangat terbatas.

Mereka membuat rencana pembangunan hanya dalam waktu lima jam, dan konsep perancangan selama 24 jam.

Pembangunan dilaksanakan oleh 7.500 orang pekerja dengan menggunakan sebanyak 800 peralatan operasi secara bersamaan.

Uniknya proses pembangunan rumah sakit tersebut dapat disaksikan oleh warga secara online.

Meskipun sempat mengalami kendala seperti sulitnya mengatur akomodasi dan fasilitas para pekerja, namun pembangunan rumah sakit masih tetap berlangsung.

Hingga akhirnya rumah sakit dengan kapasitas 1.000 tempat tidur tersebut berhasil diselesaikan 10 hari kemudian.

Tak hanya kecepatan pembangunan, 1.400 tenaga medis pun segera ditugaskan ke rumah sakit khusus menangani pasien terjangkit virus corona tersebut.

950 orang tenaga medis diantaranya berasal dari rumah sakit yang berafiliasi dengan Pasukan Dukungan Logistik Pasukan Pembebasan Rakyat (PLA).

Sedangkan 450 tenaga medis lainnya berasal dari tenaga medis dari angkatan darat, laut dan udara serta PLA yang sebelumnya dikirimkan ke Wuhan.

Bangun rumah sakit kedua

Rumah sakit khusus menangani virus corona yang kedua, Leishenshan kini masih dalam tahap pembangunan,

Bahkan otoritas setempat mengatakan pembangunan Leishenshan hampir selesai dan bisa beroperasi besok Kamis.

Pembangunan RS kedua tersebut bertujuan untuk meringankan beban RS lain yang terlalu banyak menerima pasien terjangkit virus corona.

Karena hingga saat ini, penduduk Wuhan yang mencapai 11 juta orang tersebut mengeluhkan pelayanan kesehatan yang lambat.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved