Kronologi Siswi SD Nangis Tak Terima Uang Lomba Lari 21 KM, Terungkap Tak Ada Hadiah Dijanjikan

Kronologi siswi SD di Poso menangis karena tak dapat hadiah uang lomba marathon 21 kilometer, Bina Marga Sulawesi Tengah klaim tak pernah janjikan


zoom-inlihat foto
melan-dan-kedua-orang-tuanya-kamis-30012020.jpg
Istimewa
Melan dan kedua orang tuanya, Kamis (30/01/2020)


"Rutenya, ya jalan yang sudah kami selesaikan itu menjadi jalur yang dilewati para pelari," kata Syaifullah.

"Nah, semua peserta yang finish kami kalungkan medali, sebagai tanda telah berpartisipasi dalam kegiatan lari ini.

Kami tidak menyediakan hadiah berupa uang. Kegiatan ini hanya untuk fun," kata Syaifullah.

Menurutnya, kalau memang pihaknya menyediakan hadiah berupa uang, tentu yang ikut akan membeludak.

Peserta juga akan protes.

Bukan hanya juara satu saja, juara dua dan tiga akan protes kalau tidak diberikan.

Dalam ajang lari marathon 21 km yang digelar dinas PU Bina Marga, pesertanya sebanyak 200 orang. Sebanyak 150 orang dari kota Palu, 50 orang lagi dari Poso.

Dari 200 peserta yang ikut, hanya satu orang yang protes.

"Dan kegiatan kemarin itu yang masuk finish pertama adalah Nurlina (35).

Serta menyusul peserta lainnya.

Sedangkan Melan masuk finish dengan urutan 19," tambahnya.

Namun begitu, Syaifullah mengatakan dalam waktu dekat ini akan mengundang Melan datang ke kantornya. Ia bahkan berjanji akan membina Melan.

"Saya tahu ini anak. Anak ini merupakan satu potensi yang dimiliki Sulawesi Tengah.

Usianya masih sangat muda dan ini aset bagi Sulawesi Tengah.

Kalau Melan mau nanti kita bina dia" ujar Syaifullah.

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas, Kompas.com/Erna Dwi Lidiawati)

 
// = 900000) { // 15 Menit .reload(true); } else { setTimeout(refresh, 10000); } } setTimeout(refresh, 10000); })(); // ]]> // // // // //
//




BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved