telah membuatnya sulit untuk dikendalikan dan menimbulkan penyakit," Menteri Ma Xiaowei, mengatakan pada konferensi pers di Beijing.
Kendati demikian, hingga kini otoritas China belum bisa mengkonfirmasi sumber infeksi.
Baca: Tak Sempat ke Toilet Lantaran Sibuk Tangani Pasien Corona, Petugas Medis Kenakan Popok Sekali Pakai
Baca: Perawat Menangis dan Kaget, Seorang Pasien Virus Corona Mengamuk di Rumah Sakit hingga Meludahinya
Selain itu, belum ada pula kejelasan soal resiko mutase virus dan bagaimana penyebarannya.
“Sumber infeksi belum diidentifikasi, dan kami tidak jelas tentang risiko mutasi dan bagaimana penyebarannya," tambahnya.
"Karena ini adalah coronavirus baru, mungkin ada beberapa perubahan dalam beberapa hari dan minggu mendatang,
dan bahaya yang ditimbulkannya pada orang-orang dari berbagai usia juga berubah." pungkasnya.
Baca: Makanan Ekstrem China, Daging Babi Busuk Digantung 30 Tahun Dijual Rp2,8 Miliar, Sebab Virus Corona?
Baca: Wali Kota Wuhan, Zhou Xianwang Akui Kewalahan Atasi Kasus Virus Corona, Limpahkan ke Perdana Menteri
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjelaskan, virus ini menyebabkan Pneumonia berat atau peradangan akut di jaringan paru.
“Pneumonia dapat menyerang siapa saja, seperti anak-anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia,” tulis Ketum IDI DR. Daeng M Faqih dalam siaran pers IDI terkait Virus Wuhan.
Selain itu IDI juga mengkimbau masyarakat Indonesia untuk waspada bila mengalami gejala demam, batuk disertai kesulitan bernapas, segera mencari pertolongan ke RS/Fasilitas kesehatan terdekat.
Baca: Virus Corona Ternyata Dapat Menular lewat Mata, Ahli Medis China Sebut Penularannya Sangat Cepat
Baca: Pria Pertama yang Sembuh dari Virus Corona Akhirnya Bagikan Pengakuan Mengejutkan: Awalnya Hanya Flu
Masyarakat juga dihimbau untuk meningkatkan gaya hidup sehat, yakni;
1. Menjaga kebersihan tangan rutin, terutama sebelum memegang mulut, hidung, dan mata, serta setelah memegang instalasi publik.
Caranya dengan mencuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air mengalir setidaknya selama 20 detik.
Jika tidak ada air bersih, dapat menggunakan sanitizer alkohol 70-80%.
2. Menutup hidung dan mulut dengan tissue ketika bersin dan batuk.
3. Gunakan masker dan segera berobat ke fasilitas kesehatan ketika memiliki gejala saluran pernapasan.
4. Perbanyak Istirahat, khususnya jika sedang sakit.
5. Menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi buah dan sayur minimal tiga kali per hari dan makan makanan bergizi.
6. Hindari menyentuh hewan atau unggas liar (Wild Animals).
7. Jika merasa kesehatan tidak nyaman ketika berada di wilayah Outbreak, gunakan masker dan segera cari layanan kesehatan.
8. Setelah kembali dari wilayah Outbreak, konsultasi ke dokter jika terdapat gejala demam atau gejala laun dan beritahu dokter riwayat perjalanan, serta selalu gunakan masker untuk mencegah penularan penyakit.
(TribunnewsWiki.com/Saradita Oktaviani)