Dari penelusuran itulah, Yo berhasil diringkus.
Ia pun telah mengakui perbuatannya menculik dan membunuh Astrid.
Polisi menyita barang bukti ponsel, sepeda motor, emas dan sejumlah pakaian dalam perempuan.
"Untuk saat ini motifnya masih penculikan dan pembunuhan, untuk motif lainnya masih kita dalami," kata Kapolres.
Baca: Putranya Turut Jadi Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang, Ibu Sopir: Tolong Maafkan Anak Saya
Detik-detik pembunuhan
Saat sampai di rumah Yo, Astrid meminta air putih kepada pelaku.
Saat itu, pelaku menyuruh Astrid untuk mengambil sendiri di dapur.
Saat itulah niat pelaku untuk mengambil motor yang dibawa Astrid timbul.
Kemudian, pelaku menyusul Astrid ke dapur.
Saat itu, pelaku langsung mendekap leher korban menggunakan tangan kanan dan tangan kirinya memegang tangan kiri korban.
Setelah itu, pelaku mengancam korban untuk tidak teriak sembari menyuruh Astrid duduk di kursi, kemudian ia mengambil tali plastik yang digunakannya untuk mengikat tangan Astrid.
Dia lalu mengikat kaki Astrid menggunakan kabel listrik berwarna hitam.
"Setelah diikat korban sempat dititipkan ke salah satu rumah saksi," jelas Kapolres.
Korban dititipkan karena pelaku akan mengantar penumpang.
Sekitar pukul 00.00 WIB, kemudian pelaku menjemput korban lagi.
Saat akan masuk ke rumah pelaku, korban sempat berteriak minta tolong.
Teriakan korban tersebut membuat pelaku panik hingga akhirnya mencekik korban hingga korban meninggal dunia.
Baca: Siswa Pembunuh Begal Demi Bela Diri dan Kehormatan Pacar Divonis Setahun, Dibina Seperti Santri
Baca: Kasus Pembunuhan Hakim PN Medan, Terungkap Cara Tersangka Tutupi Jejak hingga Alasan Beli Sandal
(Kompas.com/Firmansyah)(TRIBUNNEWSWIKI.COM/ Abdurrahman Al Farid)