Kasus Pembunuhan Hakim PN Medan, Terungkap Cara Tersangka Tutupi Jejak hingga Alasan Beli Sandal

Fakta baru kasus pembunuhan Hakim PN Medan, terungkap cara tersangka tutupi jejak, pelaku beli sandal jepit.


Kasus Pembunuhan Hakim PN Medan, Terungkap Cara Tersangka Tutupi Jejak hingga Alasan Beli Sandal
Rizwan/Serambinnews.com
Jenazah Jamaluddin, hakim PN Medan yang diduga korban pembunuhan ketika dibawa untuk dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum Desa Nigan, Kecamatan Seunagan, Nagan Raya, Sabtu (30/11/2019) sore. 


Fakta baru kasus pembunuhan Hakim PN Medan, terungkap cara tersangka tutupi jejak, pelaku beli sandal jepit.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Fakta baru kasus pembunuhan Hakim PN Medan, terungkap cara tersangka tutupi jejak, pelaku beli sandal jepit.

Fakta terbaru di kasus pembunuhan Hakim PN Medan Jamaluddin kembali terkuak dalam rekonstruksi tahap ketiga pada Selasa (21/1/2020).

Dalam reka adegan tahap ketiga, polisi menghadirkan kedua pelaku yaitu Reza Pahlevi dan Jefri Pratama.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Maringan Simajuntak mengungjkapkan, para tersangka memerankan 6 adegan.

Petugas menggelar adegan tersangka yang menunjukkan cara mereka menutupi jejak.

Pelaku menutupi jejak dengan membuang sejumlah barang bukti di kasus pembunuhan Hakim PN Medan Jamaluddin.

Reka adegan pertama dilakukan di Desa Sukadame di perkebunan sawit, tersangka Jefri Pratama dan Reza Pahlevi yang membuang sarung tangan yang dikenakan ketika membuang mayat Jamaluddin.

Hal tersebut berawal ketika kedua pelaku meninggalkan lokasi pembungan jasad Jamaluddin, Deliserdang dan melanjutkan perjalanan ke kediaman Reza Pahlevi.

Saat di tengah perjalanan, keduanya berhenti sejenak di jembatan Desa Namo Rih, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang.

"Di lokasi pertama membuang sarung tangan dan membuang HP. Di lokasi ini dilakukan dua adegan," tegas penyidik.





Halaman
1234
Penulis: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved