Informasi awal #
TRUBUNNEWSWIKI.COM – Bir yang dikemas dalam kaleng dijual pertama kali pada 24 Januari 1935 di Richmond, Virginia, Amerika Serikat.
Bir kaleng pertama di dunia ini dijual oleh Gottfried Krueger Company yang bekerja sama dengan American Can Company.
Pada awalnya bir kaleng dianggap susah dijual, tetapi tiga bulan setelah debut, lebih dari 80 persen distributor menyediakan bir kaleng buatan Krueger.
Bir kaleng ini menjadikan krueger bisa bersaing dengan tiga perusahaan besar produsen bir Amerika, yakni Anheuser-Busch, Pabst, dan Schlitz.
Berbeda dari bir botol, bir kaleng tidak mengharuskan para pembelinya membayar deposit.
Pada akhir 1935, sudah terjual lebih dari 200 juta bir kaleng.[1]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 23 Januari 1556 Gempa Bumi Shaanxi, Terburuk Sepanjang Masa Tewaskan 830 Ribu
Baca: Hari Ini Dalam Sejarah, 22 Januari 1901, Wafatnya Ratu Victoria Grandmother of Europe
Debut Bir Kaleng #
American Can Co. mulai bereksperimen dengan bir kaleng pada 1909.
Sayangnya, kaleng-kaleng yang digunakan tidak dapat menahan tekanan karbonasi sampai 80 pound per inchi dan akhirnya meledak.
Namun, mereka sudah menemukan solusinya sebelum undang-undang pelarangan produksi, impor, dan distribusi minuman beralkohol berakhir pada 1933.
Mereka menggunakan teknik “pelapisan kaleng”, yakni melapisi bagian dalam kaleng.
Sementara itu, Krueger sudah membuat bir sejak pertengahan abad ke-19.
Ketika American Company menawarkan ide bir dalam kaleng, Krueger awalnya tidak tertarik.
Namun, American Can menawarkan pemasangan peralatan secara cuma-cuma dan jika bir tersebut gagal, Krueger tidak harus membayarnya.
Dibanding botol gelas, kaleng lebih ringan, murah, dan mudah dalam pengiriman.[2]
Bir kaleng akhirnya debut pada 24 Januari 1935 ketika Krueger mengirimkan 2.000 kaleng Finest Beer dan Cream Ale pada para peminum setianya di Richmond, Virginia.
Sekitar 91 persen para peminum itu menerima bir kaleng dan berhasil meyakinkan Krueger untuk melanjutkan produksinya.
Dalam tiga bulan, lebih dari 80 persen distributor menjual kaleng bir Krueger.
Krueger mulai bersaing dengan tiga perusahaan besar bir Amerika bernama Anheuser-Busch, Pabst, dan Schlitz.
Para kompetitornya mulai mengikuti cara Krueger mengemas bir dan pada akhir 1935, lebih dari 200 juta kaleng bir telah terjual.
Ketika Perang Dunia II berlangsung, perusahaan bir Amerika mengirimkan jutaan bir pada prajurit yang berada di seberang lautan.[3]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 22 Januari 1654: Kelahiran Kapten William Kidd, Bajak Laut Pemburu Bajak Laut
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 22 Januari 1654: Kelahiran Kapten William Kidd, Bajak Laut Pemburu Bajak Laut
Kelebihan #
Berbeda dari bir botol gelas, bir kaleng tidak mengharuskan konsumennya membayar deposit.
Bir kaleng juga lebih ringan dari bir botol sehingga mengurangi berat pengiriman karena perusahaan bir besar mendistribusikan birnya sampai jauh.
Selain itu, botol juga harus dikembalikan pada perusahaan untuk dipakai kembali.
Berat yang ringan akan memotong biaya pengiriman.
Kaleng mempermudah pemaketan karena logam lebih murah dan tidak harus dikembalikan.
Bir kaleng juga lebih tahan lama dan lebih mudah didinginkan dengan cepat. [4]
Tantangan #
Salah satu masalah awal dari bir kaleng adalah “rasa logam.”
Bir bereaksi dengan banyak jenis logam, maka harus ada pelapis yang diberikan.
Meskipun masalah ini mayoritas sudah terselesaikan, beberapa pencinta bir masih terus menemukan rasa logam di bir kaleng.
Masalah lain dari bir kaleng adalah tekanan bir yang terkarbonasi.
Kaleng harus bisa menahan tekanan sampai 80 pound per inchi agar tidak meledak.[5]
Baca: Hari Ini Dalam Sejarah 21 Januari 1924 - Pemimpin Pertama Uni Soviet, Vladimir Lenin Meninggal Dunia
Baca: Hari ini dalam Sejarah 20 Januari 1841: Konvensi Chuenpi, Tiongkok Menyerahkan Hong Kong ke Inggris
(TribunnewsWiki/Febri)
| Peristiwa | Bir kaleng pertama kali dijual |
|---|
| Pada | 24 Januari 1935 |
|---|
| Nama Perusahaan | Gottfried Krueger Company bekerja sama dengan American Can Company. |
|---|
Sumber :
1. www.history.com
2. www.wired.com
3. www.thespruceeats.com