Informasi awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM – Gempa Bumi Besar Shaanxi terjadi pada 23 Januari 1556 di Provinsi Shaanxi, Tiongkok bagian utara.
Gempa Bumi Besar Shaanxi adalah gempa terburuk yang tercatat dalam sejarah, diperkirakan menewaskan 830.000 penduduk.
Karena Gempa Bumi Besar Shaanxi yang berskala 8.0 Richter ini, penduduk di provinsi tersebut berkurang sampai 60 persen.[1]
Meskipun hanya berlangsung beberapa detik, Gempa Bumi Besar Shaanxi memicu banjir besar dan menyebabkan kebakaran selama beberapa hari.
Gempa Bumi Besar Shaanxi mempunyai keterkaitan dengan tiga patahan besar yang membentuk perbatasan lembah Sungai Wei. [2]
Baca: Hari Ini Dalam Sejarah, 22 Januari 1901, Wafatnya Ratu Victoria Grandmother of Europe
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 22 Januari 1654: Kelahiran Kapten William Kidd, Bajak Laut Pemburu Bajak Laut
Latar belakang geologis #
Epicenter Gempa Shaanxi berada di lembah Sungai Wei di Provinsi Shaanxi, dekat Huaxian, Weinan, dan Huayin.
Lembah Wei memiliki sejumlah patahan aktif dan terdampak sedikitnya 20 gempa bumi besar sejak 600 M.[3]
Berdasarkan geologi, diperkirakan gempa pada 1556 bermagnitude 8 atau XII dalam skala Mercalli.
Namun, penelitian belakangan ini menunjukkan bahwa Gempa Shaanxi bermagnitude 7.9.[4]
Gempa Shaanxi disebabkan oleh patahan atau sesar jenis dip-slip.[5]
Baca: Hari ini dalam Sejarah 21 Jan 1976: Pesawat Supersonic Concorde Terbang Perdana Bersama Penumpangnya
Baca: Hari ini dalam Sejarah 21 Jan 1976: Pesawat Supersonic Concorde Terbang Perdana Bersama Penumpangnya
Kronologi #
Gempa Shaanxi terjadi pada pagi hari tanggal 23 Januari 1556.
Dalam catatan Tiongkok tertulis gempa ini menyebabkan gunung-gunung dan sungai-sungai berpindah tempat dan jalan-jalan hancur.
Di beberapa tempat, tanah dilaporkan tiba-tiba naik dan membentuk bukit atau tenggelam dengan cepat menjadi lembah baru.
Sementara di area lain, sebuah aliran langsung meluas seketika, atau tanah ambles dan parit-parit baru terbentuk.
Seorang sarjana Tiongkok yang selamat dari gempa, merekam detail gempa.
Satu di antara kesimpulannya adalah “ketika gempa terjadi, orang-orang di dalam rumah seharusnya tidak segera keluar. Jongkok dan tunggu saja. Bahkan jika sarang runtuh, beberapa telur mungkin masih utuh.”
Ini menyiratkan bahwa banyak penduduk yang tewas ketika lari keluar, sementara mereka yang bertahan di dalam mungkin selamat.
Jumlah kematian susah ditentukan, tetapi menurut tradisi, gempa ini menewaskan 820.000 – 830.00 orang.
Seluruh wilayah Tiongkok Dalam hancur dan diperkirakan 60 persen populasi di wilayah tersebut tewas.
Jumlah kematian yang sangat besar ini disebabkan karena jutaan orang pada waktu itu tinggal di gua buatan di dataran tinggi/tebing loess.
Rumah itu dikenal dengan nama Yaodong.
Goncangan gempa menyebabkan banyak sekali Yaodong yang runtuh dan membuat penghuninya terperangkap di dalam.[6]
Selain itu, gempa ini juga menyebabkan perubahan jalur sungai, banjir besar, dan kebakaran yang terjadi selama berhari-hari.
Untuk memitigasi gempa yang mungkin terjadi lagi, penduduk kemudian mengganti rumah mereka menggunakan material yang tahan gempat seperti bambu dan kayu.[7]
Baca: Hari ini dalam Sejarah 20 Januari 1841: Konvensi Chuenpi, Tiongkok Menyerahkan Hong Kong ke Inggris
Baca: Hari Ini Dalam Sejarah: 20 Januari 1971 - Lagu Whats Going On? karya Marvin Gaye Rilis
(TribunnewsWiki/Febri)
| Peristiwa | Gempa Bumi Besar Shaanxi |
|---|
| Pada | 23 Januari 1556 |
|---|
Sumber :
1. content.time.com
2. www.britannica.com
3. www.sciencedirect.com
4. wikivisually.com
5. www.scribd.com
6. www.climate-policy-watcher.org