"Pemasangan ini dilakukan sejak 14 Januari 2020," kata Chen Xiexin, Wakil Wali Kota Wuhan di media pemerintah China, dikutip CNN, Selasa (21/1/2020).
Namun demikian, langkah ini hanya diberlakukan lima minggu setelah wabah virus menjadi viral.
Banyak juga pelancong yang disebut-sebut meninggalkan kota tanpa pemeriksaan.
Pada tahun lalu, hampir 7 juta orang China diperkirakan melakukan perjalanan ke luar negeri selama liburan Tahun Baru Imlek.
Salah satu alasan utama adanya fenomena migrasi setiap liburan Tahun Baru Imlek adalah penuhnya para pekerja China yang tinggal di kota-kota.
Banyak dari mereka -yang diperkirakan berjumlah 20 persen dari total populasi- pulang ke rumah untuk perayaan tersebut.
Penyebaran wabah ini juga dimungkinkan akan berlangsung saat negara China sedang memasuki liburan Tahun Baru Imlek pada akhir pekan ini.
Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan kekhawatiran terhadap penyebaran wabah ini akan menjadi lebih luas lagi pada masa liburan.
WHO sebelumnya menyatakan bahwa terdapat bukti bahwa virus ini terbatas hanya menular dari manusia ke manusia, dilaporkan pada Minggu (19/1/2020).
Meningkatnya Kasus Penyakit
Pada hari Senin (20/1/2020), otoritas China melaporkan jumlah kasus penyakit akibat virus korona telah meningkat tiga kali lipat pada akhir pekan menjadi 218 kasus.
Wabah virus ini telah menyebar ke Beijing, Shanghai dan Shenzen, ratusan mil dari Wuhan.
Dua kasus serupa juga dilaporkan di Thailand, sementara hal yang sama juga terjadi di Jepang dan Korea Selatan.
Total kasus wabah akibat virus korona secara global mencapai 222 kasus.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)