TRIBUNNEWSWIKI.COM – Kemunculan Sunda Empire di Jawa Barat menimbulkan pro dan kontra.
Pasalnya, salah satu petinggi Sunda Empire Ki Ageng Rangga Sasana bahkan mengklaim bisa mengendalikan pemerintahan dunia hingga mengendalikan nuklir.
Lalu siapakah sosok Ki Ageng Rangga Sasana ini?
Dikutip dari Kompas.com, Rangga berasal dari Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Baca: Petinggi Sunda Empire Sebut PBB hingga NATO Lahir di Bandung: Dedi Mulyadi Senyum, Roy Suryo Tertawa
Baca: Petinggi Sunda Empire Rangga Sasana Mengaku Berpangkat Letjen, Klaim Dapat Hentikan Perang Nuklir
Kemunculan Rangga dalam berbagai pemberitaan media sempat membuat heboh warga sekitar rumah orang tuanya.
Namun siapa sangka, ternyata Rangga memiliki nama lain.
Hal tersebut dibeberkan oleh Wamadiharjo, anggota DPRD Kabupaten Brebes yang juga warga Grinting, pada Selasa, (21/1/2020).
Wamadiharjo mengaku kenal dengan Ki Ageng Rangga Sasana yang memiliki nama asli Edi Raharjo.
Baca: Petinggi Sunda Empire Sebut PBB, Pentagon hingga NATO Lahir di Bandung, Roy Suryo: Kacau Ini Halu
Baca: Petinggi Sunda Empire Sebut PBB hingga NATO Lahir di Bandung, Dedi Mulyadi: Semua Tercatat Sejarah
Warga sekitar, kata Wamadiharjo, kaget mengetahui kabar Rangga yang terlibat dalam kegiatan Kekaisaran Sunda Empire melalui pemberitaan media.
"Sesama masyarakat Grinting tentu kenal dengan Angga Sasana atau Edi Raharjo. Beliau usianya lebih tua dari saya.
Dengan adanya berita ini, tentu masyarakat kaget," kata Wamadiharjo, di Gedung DPRD Brebes, Selasa (21/1/2020).
Dia menuturkan, di kalangan masyarakat sekitar, Rangga dikenal memiliki gelar profesor.
Baca: Tanggapi Ridwan Kamil, Raden Rangga Sasana Sebut Gubernur Jabar Memalukan: Tak Paham Sunda Empire
Baca: Petinggi Sunda Empire Mengaku Keturunan Prabu Siliwangi, Tokoh Masyarakat: Orangtua Asli Brebes
Informasi itu beredar awalnya dari pengakuan Rangga sendiri.
Meski demikian, masyarakat tidak ada yang tahu persis apa pekerjaannya.
Sebab, Rangga berada di luar kota dan jarang pulang ke kampung halaman.
"Yang saya tahu dia lulusan Sekolah Pertanian Menengah (SPM) di Baros lulus tahun 1980-an.
Kemudian keluar dari Brebes lama, kemudian pulang menyandang gelar profesor dari pengakuannya," kata Wamadiharjo.
Baca: Wakil Gubernur Jabar Katakan Sunda Empire dan Kesultanan Selaco Tidak Mengganggu Masyarakat
Baca: Klaim Dunia Akan Berakhir Pada 15 Agustus 2020, Ternyata Sunda Empire Bukan Ormas
Wamadiharjo mendengar kabar terakhir Rangga pulang saat Lebaran 2019.
Bahkan, informasi beredar di masyarakat, Rangga telah berpangkat bintang tiga atau letnan jenderal, tetapi tidak jelas di instansi mana dia bekerja.
Sementara itu, Kepala Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Brebes, Suhartono, menyatakan, Rangga lahir dan besar hingga dewasa di Grinting.
Hanya saja, sudah sejak lama Rangga meninggalkan kampung halamannya.
"Dia itu (Rangga) sejak kecilnya hingga remaja memang tinggal di sini (Grinting). Tapi, setelah dewasa sudah tak di sini lagi," ungkap Suhartono.
Baca: Soal Kemunculan Sunda Empire-Earth Empire, Pemkot Bandung: Jangan Aneh-aneh
Baca: Sunda Empire Terlihat di Lingkungan UPI Bandung, Ridwan Kamil: Banyak Orang Stres Ya
Keterangan berbeda disampaikan salah satu tetangga orang tua Rangga, Lilis (40).
Menurut Lilis, Rangga masih sering terlihat di kediaman orang tuanya sekitar sepekan sebelum Rangga ramai diperbincangkan.
Di Grinting, Rangga tinggal bersama ibu dan adik perempuannya.
Lilis mengatakan, Rangga kerap melakukan pertemuan, baik pada siang maupun malam hari, di rumah orang tuanya, lengkap mengenakan pakaian loreng-loreng semacam tentara.
Hanya saja, warga tak mengetahui secara persis siapa tamu yang datang dan apa yang dibicarakan.
Baca: Sujiwo Tejo Apresiasi Pemberitaan tentang Keraton Agung Sejagat: tapi Mana Berita Jiwasraya?
Baca: Ratu Keraton Agung Sejagat Mengaku Keluarga Turut Jadi Korban Bully, Anak sampai Enggan Sekolah
"Memang Rangga warga sini (Grinting). Sering adakan pertemuan.
Tapi, tamunya dari mana tidak tahu, yang jelas infonya dari luar kota.
Pakaiannya juga loreng-loreng seperti seragam," kata Lilis.
Lilis mengemukakan, sejak ramai diberitakan, keluarga Rangga seperti menutup diri.
Baca: Raja Keraton Agung Sejagat Minta Maaf dan Akui Berbohong, Nasib Uang Milik Pengikut Belum Jelas
Baca: Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Akui Tak Punya Trah Bangsawan, Pengikut Diimbau untuk Berhenti
Salah satu adik Rangga, Ratna, juga enggan berkomentar saat ditanyai awak media.
Termasuk ibu Rangga, Iyong, yang juga memilih diam dan pergi keluar rumah saat kedatangan wartawan.
Sebelumnya, jajaran Satreskrim Polres Brebes dan Unit Polsek Bulakamba Brebes juga sudah mendatangi kediaman orang tua Rangga.
(TribunnewsWiki.com/Saradita/Kompas.comTresno Setiadi)