Terbukti Terima 'Uang Ikhlas' dari Seleksi Kemenag Jatim, Romahurmuziy Divonis Penjara 2 Tahun

Romahurmuziy terbukti menerima suap terkait kasus jual-beli jabatan di Kemenag. Sang mantan ketum PPP tersebut divonis 2 tahun penjara.


zoom-inlihat foto
romahurmuziy-vonis-2-tahun-penjara.jpg
TRIBUNNEWS.COM/Ilham Rian Pratama
Romahurmuziy terbukti menerima suap terkait kasus jual-beli jabatan di Kemenag. Sang mantan ketum PPP tersebut divonis 2 tahun penjara dalam sidang yang digelar di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (6/1/2020).


Romahurmuziy terbukti menerima suap terkait kasus jual-beli jabatan di Kemenag. Sang mantan ketum PPP tersebut divonis 2 tahun penjara.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jumat (15/3/2019) lalu, mantan Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy terjaring OTT oleh KPK.

Penangkapan tersebut dikarenakan Romahurmuziy diduga terkait kasus jual-beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).

Sebelumnya, Romahurmuziy dituntut pidana 4 tahun penjara juga dikenai denda sebanyak Rp. 250 juta subsider 5 bulan kurungan.

Tuntutan tersebut diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (6/1/2020).

Terdakwa kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama yang juga mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy menjalani sidang eksepsi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (23/9/2019).
Terdakwa kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama yang juga mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy menjalani sidang eksepsi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (23/9/2019). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Baca: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Baca: Operasi Tangkap Tangan (OTT)

Divonis 2 tahun penjara

Senin, (20/1/2020) Romahurmuziy divonis 2 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan.

Vonis tersebut disampaika oleh majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Dikutip dari Kompas.com, vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa KPK yang telah dijelasakan sebelumnya.

Menurut hakim hal yang memberatkan adalah perbuatan Romahurmuziy tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

Sementara hal yang meringankan adalah terdakwa bersikap sopan di persidangan, belum pernah dihukum, memiliki tanggungan keluarga, dan telah mengembalikan uang yang diterimanya sebesar Rp 250 juta.





Halaman
1234
Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved