Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Akui Tak Punya Trah Bangsawan, Pengikut Diimbau untuk Berhenti

Sempat berbelit, raja dan ratu Keraton Agung Sejagat akhirnya mengakui jika keduanya tidak memiliki trah bangsawan, pengikut diimbau untuk berhenti.


zoom-inlihat foto
sebelum-ditangkap-warga-pergoki-raja-ratu-keraton-sejagat-lakukan-hal-aneh.jpg
ST/Facebook via Tribun Jogja
Sempat berbelit, raja dan ratu Keraton Agung Sejagat akhirnya mengakui jika keduanya tidak memiliki trah bangsawan, pengikut diimbau untuk berhenti dari kegiatan terkait Keraton Agung Sejagat.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Selalu berbelit, akhirnya raja dan ratu Keraton Agung Sejagat akui keduanya tak memiliki trah bangsawan.

Terutama dua kerajaan besar yang pernah disebutkan keduanya yaitu Kerjaan Majapahit dan Kerajaan Mataram.

Padahal sebelumnya, sang ratu alias Fanny Aminadia (41) dikatakan masih bersikukuh memiliki wangsit sebagai keturunan kerajaan.

Meskipun telah mengakui berbohong perihal klaim memiliki keturunan bangsawan, konsisi psikologis Totok Santosa Hadiningrat (42) dan Fanny tetap akan diperiksa.

Dikutip dari Kompas.com, informasi tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Iskandar Fitriana.

"Walau sudah mengakui kalau bohong, esok hari kita tetap akan melakukan pemeriksaan psikologisnya untuk dicek kondisi kejiwaan pelaku," ujar Iskandar di Semarang, Senin (20/1/2020).

Baca: Makam di Halaman Kontrakan Totok Santoso di Sleman Ternyata Makam Janin Ratu Keraton Agung Sejagat

Baca: Setelah Keraton Agung Sejagat, Kini Muncul Sunda Empire, Keduanya Sama-sama Klaim Hal Mirip

Imbauan untuk para pengikut segera berhenti dari keanggotaan Keraton Agung Sejagat

Sejumlah foto kegiatan kelompok Keraton Agung Sejagat tersebut menjadi viral di media sosial. Salah satunya saat kelompok tersebut menggelar acara Wilujengan dan Kirab Budaya pada Jumat (10/1/2020) hingga Minggu (12/1/2020).(Twitter/@aritsantoso)
Sejumlah foto kegiatan kelompok Keraton Agung Sejagat tersebut menjadi viral di media sosial. Salah satunya saat kelompok tersebut menggelar acara Wilujengan dan Kirab Budaya pada Jumat (10/1/2020) hingga Minggu (12/1/2020).(Twitter/@aritsantoso) (Twitter/@aritsantoso)

Tak hanya itu, rupanya juga telah dilakukan pengecekan oleh beberapa ahli sejarah.

Hasilnya ditemukan jika Totok dan Fanny bukan keturunan dari kerajaan Mataram dan Majapahit atau kerajaan-kerajaan yang lainnya.

"Sudah kita cek dan pastikan bahwa saudara Totok dan Fanny tidak mempunyai silsilah keturunan raja dan juga garis keturunan dari Kerajaan Mataram maupun Majapahit," kata Iskandar.

Maka dari itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat khususnya bagi anggota Keraton Agung Sejagat untuk segera menyadari dan tidak melanjutkan kegiatannya.

Para anggota tersebut juga diimbau untuk tidak lagi menyebarkan paham Keraton Agung Sejagat kepada warga yang lainnya

"Saya berharap anggota-anggota Keraton Agung Sejagat untuk berhenti. Sudah banyak pihak yang merasa dirugikan. Jangan sampai paham ini dilanjutkan untuk disebarkan kepada masyarakat luas," ucap Iskandar.

Diduga mengidap waham kebesaran atau Delusi Grandiose

Totok Santoso Hadiningrat alias Sinuhun sebagai Raja Keraton Agung Sejagat, dan Dyah Gitarja sebagai Kanjeng Ratu. (IST/Twitter via ReqNews)
Totok Santoso Hadiningrat alias Sinuhun sebagai Raja Keraton Agung Sejagat, dan Dyah Gitarja sebagai Kanjeng Ratu. (IST/Twitter via ReqNews) (IST/Twitter via ReqNews)

Baca: Fakta Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat: Buka Usaha Angkringan hingga Ingin Jadi Youtuber

Baca: Raja Keraton Agung Sejagat Berutang Rp 1,3 M, Ratu Tulis Surat untuk Gubernur Jateng Pak Ginanjar

Sebelumnya ikatakan oleh Totok melalui keterangan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelda Daniel, alasan dirinya mendirikan kerajaan karena mendapat wangsit.

Wangsit atau amanat gaib tersebut diakuinya berasal dari leluhur dan raja Sanjaya, keturunan raja Mataram.

Totok mengaku diberi petuah untuk meneruskan pendirian kerajaan Mataram di Kecamatan Bayan, Purworejo.

Meskipun sebenarnya kepolisian juga telah menemukan kerajaan 'cabang' milik Totok dengan nama yang sama di daerah Klaten.

Perilaku dan pengakyan Totok membuat psikolog klinis, Linda Setiawati mengatakan jika pimpinan Keraton Agung Sejagat tersebut mengidap delusi atau waham.

Waham merupakan suatu keyakinan yang tidak sesuai dengan realita sebenarnya.

Hipotesa tersebut dinyatakan Linda dalam kanal YouTube metrotvnews yang diunggah pada Rabu, (15/1/2020).

Linda menjelaskan jika delusi atau waham memiliki banyak jenis.

Menurutnya, waham yang diderita oleh Totok adalah delusi grandiose atau waham kebesaran.

"Saya pertama kali baca tentang berita ini, ada orang yang mendirikan kerajaan dan mengaku dirinya sebagai raja, kalau di dunia psikologis, saya kepikiran langsung tentang waham," ujar Linda Setiawati, seperti yang dikutip dari kanal YouTube metrotvnews.

"Waham itu adalah suatu keyakinan yang tidak sesuai dengan realita yang sebenarnya terjadi, tapi diyakini dengan teguh oleh yang bersangkutan," jelas Linda.

Linda menjelaskan jika orang yang mengidap waham selalu berkeyakinan bahwa apa yang dilakukan adalah benar, dan tidak mau mengakui pembenaran orang lain.

"Jadi walaupun orang di sekitarnya bilang itu tidak benar tapi dia punya keyakinan yang teguh apa yang aku percaya ini bener," ucap Linda.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelda Daniel didampingi Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Sutisna menggelar konferensi pers di Polda Jateng, Rabu (15/01/2020). Polisi menetapkan Toto, raja Keraton Agung Sejagat sebagai tersangka.(KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA)
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelda Daniel didampingi Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Sutisna menggelar konferensi pers di Polda Jateng, Rabu (15/01/2020). Polisi menetapkan Toto, raja Keraton Agung Sejagat sebagai tersangka.(KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA) (KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA)

Dikatakan oleh Linda, jenis waham yang diidap oleh Totok adalah delusi grandiose atau waham kebesaran.

"Ada banyak jenis waham, kalau yang ini spesifiknya adalah waham kebesaran," lanjut Linda.

Waham kebesaran merupakan keyakinan seseorang bahwa dirinya merupakan orang yang memiliki kedudukan atau kemampuan spesial.

Meskipun pada kenyataannya orang tersebut adalah manusia yang biasa saja.

"Sesuai dengan namanya kebesaran berarti seseorang ini merasa yakin bahwa dirinya itu seseorang yang spesial, seseorang yang punya kekuatan khusus atau kepintaran khusus, contoh menjadi seorang nabi atau raja, yang pada kenyataanya tidak demikian," papar Linda.

Penyebab munculnya waham bisa dari berbagai faktor seperti genetik, lingkungan sekitar dan juga trauma di masa lalu.

"Kalau kita ngomongin soal penyebab munculnya waham, bisa beberapa faktor apakah mungkin memang secara genetik, selain faktor biologis ada juga faktor lingkungan dan trauma masa lalu," ungkapnya.

Baca: Ganjar Pranowo Akui Pernah Balas Pesan Ratu Keraton Agung Sejagat : Belum Dijawab, Malah Ditangkap

Baca: Setelah Keraton Agung Sejagat, Kini Muncul Sunda Empire, Keduanya Sama-sama Klaim Hal Mirip

Baca: Psikolog Duga Raja Keraton Agung Sejagat Idap Delusi Grandiose: Tak Sesuai dengan Realita Sebenarnya

(TRIBUNNEWSWIKi/Magi, KOMPAS/Riska Farasonalia)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved