Klaim Dunia Akan Berakhir Pada 15 Agustus 2020, Ternyata Sunda Empire Bukan Ormas

'Masa Pemerintahan Dunia yg sekarang akan berakhir sampai dengan tangg 15 Agustus 2020.'


zoom-inlihat foto
cuplikan-video-orasi-tokoh-sunda-empire.jpg
Facebook
Cuplikan video orasi tokoh Sunda Empire. (Facebook)


ada panglima, ada rapat kabinet, meeting lintas negara, dan lainnya...," tulis pemilik akun Slamet Riyadi Messi Jr.

Baca: Ridwan Kamil Buka Suara terkait Munculnya Sunda Empire: Banyak Orang Stres di Republik Ini

Dipantaui Polisi

Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian saat ini sudah memonitor kegiatan tersebut.

Hal itu dikatakan langsung oleh Ditreskrimus Polda Jabar Kombes Hendra Suhartiyono seperti dikutip dari Kompas.com.

“Saya sudah memonitor itu, tapi kami masih pantau dan dalami apakah serupa dengan Keraton Agung Sejagat di Purwarejo, kan beda-beda ini.

Memang sudah memonitor itu giat yang dimaksud," kata Hendra, Jumat (17/1/2020).

Baca: Kemunculan Sunda Empire Tak Ada Dasar Sejarahnya, Disebut Menyalahi Aturan dan Memecahkan NKRI

Postingan soal Sunda Empire. (Istimewa via Tribun Jabar)
Postingan soal Sunda Empire. (Istimewa via Tribun Jabar) (Tribun Jabar)

Muncul karena isu kerajaan

Sementara itu, mantan Kepala Polda Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Purnawirawan Anton Charliyan membeberkan analisa terkait kemunculan Sunda Empire.

Ia menilai munculnya isu kerajaan-kerajaan dan Sunda Empire seperti didesain sedemikian rupa oleh kelompok-kelompok tertentu.

Menurut dia, aneh jika setelah isu-isu terkait agama mereda, sekarang muncul isu kerajaan-kerajaan yang diembuskan di kalangan masyarakat.

Baca: Setelah Keraton Agung Sejagat, Kini Muncul Sunda Empire, Keduanya Sama-sama Klaim Hal Mirip

Mantan Kapolda Jawa Barat Irjen Polisi Purnawirawan Anton Charliyan
Mantan Kapolda Jawa Barat Irjen Polisi Purnawirawan Anton Charliyan di rumahnya di Kota Tasikmalaya, Jumat (17/1/2020).(KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA)

Anton Charliyan berpendapat, tentunya isu seperti ini dinilai bertujuan untuk menggoyahkan kesatuan dan persatuan serta memecah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Sekarang muncul fenomena kerajaan mungkin sengaja dihembuskan untuk memecah NKRI," Anton saat dimintai keterangan wartawan di rumahnya di Kota Tasikmalaya, Jumat (17/1/2020).

"Kita sudah sepakat sejak tahun 1945 untuk membangun sebuah sistem sebuah Negara yakni NKRI." 

"Muncul fenomena demikian hanya untuk memunculkan kebanggaan masa lalu yang tidak artinya.

Aneh, kemarin digoyang isu agama. Sekarang muncul seolah seperti budaya." Ujar dia.

Baca: Hindia Siap Gelar Konser Tur Bayangan di 5 Kota Besar, Tiket Full Booked dalam Waktu 2 Jam

Postingan soal Sunda Empire. (Istimewa)
Postingan soal Sunda Empire. (Istimewa) (Istimewa via Tribun Jabar)

Tak terdaftar sebagai ormas

Sedangkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung Firdi Ligaswara mengatakan, Sunda Empire-Earth Empire tidak terdaftar sebagai ormas maupun organisasi kepemudaan (OKP).

"Yang pasti SE-EE ini tidak terdaftar di Kesbangpol.

Akan kita telusuri," ujar Ferdi Ligaswara, Jumat (17/1/2020).

Baca: Tes Kepribadian - Ungkap Karaktermu lewat Pilihan Pohon yang Akan Anda Tanam di Kebun

Sunda Empire diketahui dari postingan Facebook Renny Khairani.
Sunda Empire diketahui dari postingan Facebook Renny Khairani. (Facebook.com/ Renny Khairani)

Dia memastikan gerakan yang dilakukan oleh SE-EE adalah nyeleneh serta menyalahi aturan.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved