Jabatan di Kesultanan Selaco diantaranya adalah Mangkubumi yang berarti setingkat menteri-menteri.
Untuk pemimpin tingkat kabupaten tingkatannya adalah Tumenggung atau Demak.
"Kita ada yang namanya menteri luar negeri siapa orangnya, menteri kesejahteraan siapa.
Sudah ada semuanya dan memiliki tugas masing-masing, tapi Kesultanan Selaco itu bukan negara di dalam negara," ucap Rohidi
Bahkan ia mengatakan memiliki batas territorial.
Wilayah Kesultanan Selaco selama ini terdiri dari wilayah Tasikmalaya, garut, Ciamis, dan Pangandaran bagian selatan.
“Kalau kami dari kesultanan tentunya NKRI sebagai harga mati. Kami warga negara Indonesia.
Kesultanan ini adalah upaya untuk melestarikan budayanya saja karena kami sebagai penggiat budaya,” ujar Rohidin.
Sumber dana
Rohidin mengatakan jika sumber dana Kesultanan Selaco berbeda dengan Keraton Agung Sejagat yang berasal dari pengikutnya.
Melainkan berasal dari pendanaan sendiri yang berasal dari Sertifikat Phoenix melalui seorang grantor bernama M Bambang Utomo.
Menurut dia, selama ini proyek Phoenix atau uang yang berasal dari luar negeri, tepatnya di Bank Swiss, bisa diambil oleh seorang grantor.
Pembangunan kesultanan dan menyejahterakan para pejabatnya pun berasal dari uang tersebut. "Sebetulnya selama ini uang proyek Phoenix itu sekarang dikuasai oleh negara.
Para pemimpin negara Indonesia pasti tahu sekarang ini. Saya buka saja," tambahnya.
Munculnya Kesultanan Selaco ke publik setelah pemberitaan Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire.
Namun Rohidin mengaku selama ini Kesultanan Selaco tak sembunyi-sembunyi dalam melakukan kegiatannya.
(TribunnewsWiki.com/Saradita/Kompas.com)