"Saat ini kami mempertimbangkan bahwa masalah ini adalah perbuatan kriminal" kata Aisling.
Keluarga Nora membuat akun Twitter untuk mencari peluang bantuan dan informasi dengan menggunakan tagar #findingNora.
Pada Senin (5/8/2019), Wakil Kepala Kepolisian Negeri Sembilan, Malaysia, Che Zakaria Bin Othman mengatakan, "Sejauh ini tidak ada indikasi kriminal, namun penyelidikan masih terus berlangsung"
Otoritas keamanan Malaysia juga sempat menurunkan regu satu peleton dari pasukan umum untuk mencari Nora.
Kepolisian masih menggunakan asumsi bahwa Nora tersesat dan tidak tahu jalan pulang.
Keluarga dan pihak hotel menyebut tidak ada barang-barang Nora yang hilang.
CCTV resor, menurut pihak manajemen, juga tidak terlalu menjangkau keseluruhan tempat penginapan.
Pihak manajemen juga menegaskan bahwa selama 10 tahun bekerja, di tempatnya tidak pernah ada masalah perampokan ataupun penculikan.
Pada tanggal 8 Agustus 2019, pencarian terus dilanjutkan.
Kepolisian sempat meminta agar ibu Nora merekam suaranya untuk kemudian diputar melalui pengeras suara kepada tim-tim regu yang mencari Nora.
"Nora darling, I love you. Mum is here," dikutip dari The New Straits Times.
Sebuah lembaga penggalang dana sukarela berhasil mengumpulkan dana sebesar 55,000 Poundsterling untuk membantu mencari Nora.
Pencarian tanggal 9 Agustus 2019 terus dilakukan, sekitar 250 orang gabungan tim ikut mencari keberadaan Nora.
Sebuah masjid terdekat di daerah Kariah Pantai sempat mengadakan doa bersama untuk Nora agar segera diketemukan.
Ibu Nora berterima kasih kepada semua tim yang telah bersusahpayah melakukan pencarian terhadap Nora.
Jenazah Nora Ditemukan
Tubuh tak bernyawa Nora ditemukan 'tanpa memakai busana' sepuluh hari setelah ia menghilang.
Jenazahnya terletak sejauh 2,5 kilometer dari resornya.
Tubuh Nora ditemukan di tepi sungai di daerah perkebunan yang cukup berbukit dengan tidak menggunakan pakaian sama sekali.
Penyebab kematian Nora belum ada konfirmasi.
Baju milik Nora ditemukan dekat dengan jenazahnya.
Dalam sebuah pernyataan, keluarga Nora berterima kasih kepada sekitar 350 orang yang telah mencari Nora di areal hutan lebat di dekat resor.
Mereka berkata, "Nora telah menyatukan orang-orang, terutama dari Prancis, Irlandia, Inggris, dan Malaysia bersatu dalam cinta mendukung kami dan keluarga" kata salah seorang keluarga Nora.
"Dia (Nora) benar-benar menyentuh seluruh dunia".
"Kekejaman terhadapnya benar-benar parah. Hati kami begitu hancur" tambahnya.
Hasil Autopsi
Jenazah Nora dilakukan autopsi pukul 11.45 pagi, dikutip dari BBC, (14/8/2019).
Kepolisian Negeri Sembilan menyebut bahwa autopsi masih belum selesai, sehingga ia tak dapat menemukan sebab kematian Nora.
Sehari setelahnya, dikutip BBC, (15/1/2010), kepolisian Negeri Sembilan mengeluarkan rilis bahwa kematian Nora bukanlah karena penculikan.
Menurut polisi yang mengutip hasil pemeriksaan, Nora meninggal karena pendarahan internal tubuh yang disebabkan karena kelaparan dan stress.
Polisi mengaku bahwa Nora meninggal dunia dua-tiga hari sebelum ditemukan.
Mendengar rilis polisi, keluarga Nora tidak kemudian menerima begitu saja.
Mereka mengatakan "butuh lebih banyak jawaban atas banyak pertanyaan"
Jenazah Nora dibawa kembali ke Eropa dan dimakamkan di Belfast, Irlandia Utara. dikutip dari BBC, (10/9/2019)
Orangtua Nora Tak Percaya Rilis Polisi Malaysia
Kendati menerima laporan polisi Malaysia, orangtua Nora tidak langsung percaya kebenaran bahwa anak mereka meninggal karena kelaparan dan stres.
Mereka yakin Nora merupakan korban dari tindakan kriminal.
Berbicara di sebuah stasiun televisi Irlandia, orang tua Nora menyebut bahwa ada yang tak masuk akal atas laporan kepolisian.
"Dia (Nora) bahkan tak pernah berjalan sejauh pintu depan rumah tetangga kita sendirian"
"Bagi kami, sesuatu yang sangat kompleks kemungkinan terjadi. Kami sejak awal begitu yakin bahwa ada unsur kriminal terhadap Nora"
Orangtua Nora mengatakan bahwa informasi kepolisian itu hanya menjelaskan sebab kematian Nora dan bukan kejadian yang membuat anaknya hilang dalam jarak yang begitu jauh dari tempat penginapan mereka.
"Membayangkan Nora bangun di tengah malam, kemudian telanjang, keluar dari penginapan ke dalam hutan, melihat medannya sangat curam dan berbahaya dan sangat gelap, bagi kami itu tak masuk akal" kata Ayah Nora yang menegaskan bahwa anaknya itu penakut, pemalu dan mengidap kelainan khusus.
"Selain itu Nora juga tidak pernah sekalipun bangun pada tengah malam"
"Saya akan terus mencari keadilan sejauh yang kami bisa"
"Nora akan terus bersama kami" tambahnya.
Kasusnya Ditutup
Pada bulan Januari 2020, kepolisian Malaysia resmi menutup kasus kematian Nora karena dianggap tidak dapat lagi ditemukan fakta-fakta baru.
Mendengar ini, orangtua Nora terkejut atas keputusan ini.
Mereka masih terus berjuang sampai saat ini agar kasusnya ini dibuka kembali.
"Kami masih percaya bahwa Nora diculik di kamarnya"
"Penting bagi kita untuk melihat bagaimana kerja kepolisian melakukan penyelidikan atas kasus ini"
Mencari Bantuan dari Britania Raya (UK)
Orangtua Nora menyerukan panggilan bantuan dari pemerintah Irlandia, Prancis, dan Inggris untuk dapat mengungkap kebenaran atas apa yang terjadi pada putri mereka.
Berbicara di Radio 5, Inggris, ibu Nora mengatakan, "Pemerintah kami masing-masing di Perancis dan Irlandia telah memberi komitmen dukungan atas permintaan kami"
"Kami menyerukan kepada pihak berwenang Inggris untuk mendukung kami dalam meminta tranparansi atas kepolisian Malaysia"
"Setiap hari kami harus berjuang untuk terus mencari tahu jawaban dari pihak Malaysia yang terasa sangat tidak adil" kata ibu Nora yang dikutip BBC, (13/1/2020).
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)