TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kematian seorang remaja dari London, Inggris, Nora Anne Quoirin saat berlibur ke Malaysia pada awal Agustus 2019 lalu menyisakan sejumlah tanda tanya.
Banyak pembaca mengetahui pemberitaan kematian Nora Quoirin baik dari media lokal Malaysia maupun sorotan internasional.
Remaja berumur 15 tahun, Nora Quoirin ini dikabarkan menghilang secara misterius di sebuah tempat liburan eksklusif yang dikelilingi rimbunnya hutan.
Kematian Nora Quoirin menyisakan sejumlah tanda tanya kerena pihak kepolisian resmi menutup kasus kematiannya di tengah kecurigaan orangtua bahwa anaknya merupakan korban dari aksi kriminal.
Jenazah Nora ditemukan di tepi sungai, sekitar 2,5 kilometer dari tempat penginapannya tanpa menggunakan busana sama sekali.
Nora merupakan remaja perempuan penderita kelainan, yang menurut orangtuanya, tidak mungkin untuk keluar dan jalan jauh sendirian.
Namun demikian, kepolisian Malaysia resmi menutup kasus kematian Nora karena 'tidak ditemukannya lagi fakta-fakta baru'
Terlepas dari segala asumsi yang beredar, berikut Tribunnewswiki.com sajikan sejumlah hal-hal yang perlu diketahui soal kematian Nora Quoirin di Malaysia.
Baca: Pangeran Harry dan Meghan Markle Mundur dari Kerajaan Inggris, Madame Tussauds Ikut Ambil Tindakan
Pengantar
Hilangnya nyawa perempuan blasteran Prancis-Irlandia, Nora Quoirin terjadi saat ia bersama keluarganya pergi berlibur ke Malaysia pada 3 Agustus 2019.
Sehari setelah sampai di sebuah dusun eco-resort, dan tidur semalam, Nora tiba-tiba menghilang dari kamarnya pada pagi hari.
Keluarga Nora dan kelompok sukarelawan mencari kemana Nora pergi, namun tidak berhasil.
Pihak keluarga Nora sempat menawarkan hadiah bagi yang dapat menemukan Nora.
Sehari setelahnya, jenazah Nora ditemukan tergeletak di dekat arus sungai tanpa sehelai busana.
Baca: Alasan Inggris Tutup Rapat Kasus Reynhard Sinaga Meski Ditangkap Sejak 2017, Pertimbangkan Korban
Siapakah Nora?
Nora merupakan remaja berumur 15 tahun asal London, Inggris.
Perempuan keturunan Irlandia-Prancis ini adalah seorang 'dengan kebutuhan khusus'.
Nora juga seseorang yang mengalami kesulitan belajar sesuatu.
Ia dilahirkan dengan gangguan holoprosencephaly, yaitu kelainan yang mempengaruhi perkembangan otak.
Keluarga Nora menyebut anaknya tidak dapat mandiri dan tidak dapat pergi kemanapun sendirian.
Nora dan keluarganya bepergian menggunakan paspor Irlandia kendati telah tinggal di London, Inggris selama kurang lebih 20 tahun.
Saat Nora hilang dan melihat jendela kamarnya terbuka, keluarganya begitu terkejut bukan hanya karena hilang namun karena hal tersebut di luar dari karakter Nora.
Dimana Nora dan Keluarga Nora Berlibur?
Nora Quoirin dan keluarga berlibur di sebuah resort di tengah hutan hujan di Kota Seremban, di perbatasan dekat Kuala Lumpur.
Berdasarkan situs webnya, 'The Dusun' merupakan sebuah resor yang berada di kebun seluar 12 hektar di kaki gunung Titiwangsa.
Lokasinya terletak di sebelah cagar alam hutan hujan seluas 4,000 hektar.
Resor ini memiliki kapasitas maksimal 20 orang yang terbagi dalam tujuh rumah.
Tetangga dekat resor ini adalah dua desa Temuan di mana para staf resor ini tinggal.
Timeline Singkat
Pada tanggal 3 Agustus 2019, Nora dan keluarga tiba di sebuah dusun yang dikelilingi hutan eco-resort.
Pada 4 Agustus, Nora hilang secara misterius dari kamarnya.
Tanggal 5 Agustus, kelompok sukarelawan, Lucie Blackman Trust mengklaim bahwa ada oknum Polisi Malaysia yang dicurigai sebagai penculik dan pelaku kekerasan Nora. Namun, pihak kepolisian Malaysia membantah klaim tersebut.
Pada 6 Agustus, keluarga Nora percaya bahwa anaknya diculik.
Tanggal 11 Agustus, kepolisian Malaysia membuat hotline untuk membuka informasi terkait hilangnya Nora.
Pada 12 Agustus, keluarga Nora, -yang punya bisnisnya di Belfast- menyediakan hadiah sebesar 10,000 Pounsterling setara Rp. 178 juta bagi yang bisa menemukan Nora dengan aman.
Tanggal 13 Agustus, jenazah Nora ditemukan oleh kelompok sukarelawan pencari.
KRONOLOGI LENGKAP
Awal Mula Hilangnya Nora
Nora dan keluarga sampai di penginapan pada hari Sabtu, (3/8/2019), dan pada malam harinya mereka tidur di tempat tersebut.
Saat orangtuanya bangun pada hari Minggu pagi (4/8/2019), mereka mendapati Nora hilang dan melihat jendela kamarnya terbuka.
Catherine Morrison, seorang teman dari keluarga yang ikut berlibur memperkirakan bahwa Nora telah hilang sejak tengah hari dengan estimasi selama 12 jam.
Kepolisian Malaysia yang mendapat laporan dari keluarga Nora segera bertindak mencari Nora.
Mereka memakai bantuan anjing pelacak untuk mencari Nora.
Morrison, sebagai seorang saksi mata, menerangkan saat itu ia mencari Nora sekitar pukul 06.30 pagi waktu setempat.
Morrison menyaksikan keluarga Nora begitu panik saat mengetahui anaknya hilang
"Mereka baru saja tiba - itu akan menjadi pengalaman seumur hidup"
"Mereka check in di penginapan, Dusun - tempatnya indah, ada pondok-pondok kecil dan kolam yang luas.
"Mereka pergi tidur (pada malamnya), namun saat paginya Nora tak ada di kamar dan jendelanya terbuka" kata Morrison menerangkan saat kejadian pada hari hilangnya Nora.
"Polisi membantu mencari dengan anjing pelacak. Pihak hotel ini sangat membantu," katanya.
Pencarian Nora
Lebih dari 160 orang yang terdiri dari keluarga Nora, kepolisian, sukarelawan, dan masyarakat ikut membantu mencari Nora di dekat desa-desa sekitar dan hutan.
Saat pertama kali mendapat laporan dari pihak keluarga, kepolisian Malaysia menyebut kasus ini sebagai kasus orang hilang dan belum pada tingkatan penculikan.
Keluarga Nora mengatakan bahwa Nora tak memiliki karakter atau sikap untuk bepergian atau menghilang sendirian.
Tim pencari Nora dipimpin oleh 'Orang Asli', sebuah masyarakat lokal di daerah tersebut yang mempunyai informasi soal medan lapangan dan tahu wilayah hutan yang merupakan bagian dari taman nasional.
Dalam sebuah pernyataan di Facebook, pemilik resor menyampaikan kekhawatiran dan doa atas hilangnya Nora.
Pihak resor menyatakan bahwa stafnya bekerjasama dengan kepolisian telah mencari di daerah sekitar dari Minggu pagi hingga Senin pukul 03.00.
Sementara itu, keluarga Nora lainnya yang berada di Belfast, Irlandia Utara mengkhawatirkan Nora karena kebutuhan khusus dan kesulitan menerima pengajaran yang dialaminya.
Tante Nora, Aisling Agnew mengatakan takut dan khawatir akan keselamatannya.
"Nora itu anak dengan kebutuhan khusus yang tidak mempunyai kemampuan belajar dan hal tersebut membuatnya sangat rentan dan kami khawatir akan keselamatannya" kata Aisling.
"Nora tidak akan tahu caranya minta bantuan dan tidak akan pernah meninggalkan keluarganya begitu saja"
"Saat ini kami mempertimbangkan bahwa masalah ini adalah perbuatan kriminal" kata Aisling.
Keluarga Nora membuat akun Twitter untuk mencari peluang bantuan dan informasi dengan menggunakan tagar #findingNora.
Pada Senin (5/8/2019), Wakil Kepala Kepolisian Negeri Sembilan, Malaysia, Che Zakaria Bin Othman mengatakan, "Sejauh ini tidak ada indikasi kriminal, namun penyelidikan masih terus berlangsung"
Otoritas keamanan Malaysia juga sempat menurunkan regu satu peleton dari pasukan umum untuk mencari Nora.
Kepolisian masih menggunakan asumsi bahwa Nora tersesat dan tidak tahu jalan pulang.
Keluarga dan pihak hotel menyebut tidak ada barang-barang Nora yang hilang.
CCTV resor, menurut pihak manajemen, juga tidak terlalu menjangkau keseluruhan tempat penginapan.
Pihak manajemen juga menegaskan bahwa selama 10 tahun bekerja, di tempatnya tidak pernah ada masalah perampokan ataupun penculikan.
Pada tanggal 8 Agustus 2019, pencarian terus dilanjutkan.
Kepolisian sempat meminta agar ibu Nora merekam suaranya untuk kemudian diputar melalui pengeras suara kepada tim-tim regu yang mencari Nora.
"Nora darling, I love you. Mum is here," dikutip dari The New Straits Times.
Sebuah lembaga penggalang dana sukarela berhasil mengumpulkan dana sebesar 55,000 Poundsterling untuk membantu mencari Nora.
Pencarian tanggal 9 Agustus 2019 terus dilakukan, sekitar 250 orang gabungan tim ikut mencari keberadaan Nora.
Sebuah masjid terdekat di daerah Kariah Pantai sempat mengadakan doa bersama untuk Nora agar segera diketemukan.
Ibu Nora berterima kasih kepada semua tim yang telah bersusahpayah melakukan pencarian terhadap Nora.
Jenazah Nora Ditemukan
Tubuh tak bernyawa Nora ditemukan 'tanpa memakai busana' sepuluh hari setelah ia menghilang.
Jenazahnya terletak sejauh 2,5 kilometer dari resornya.
Tubuh Nora ditemukan di tepi sungai di daerah perkebunan yang cukup berbukit dengan tidak menggunakan pakaian sama sekali.
Penyebab kematian Nora belum ada konfirmasi.
Baju milik Nora ditemukan dekat dengan jenazahnya.
Dalam sebuah pernyataan, keluarga Nora berterima kasih kepada sekitar 350 orang yang telah mencari Nora di areal hutan lebat di dekat resor.
Mereka berkata, "Nora telah menyatukan orang-orang, terutama dari Prancis, Irlandia, Inggris, dan Malaysia bersatu dalam cinta mendukung kami dan keluarga" kata salah seorang keluarga Nora.
"Dia (Nora) benar-benar menyentuh seluruh dunia".
"Kekejaman terhadapnya benar-benar parah. Hati kami begitu hancur" tambahnya.
Hasil Autopsi
Jenazah Nora dilakukan autopsi pukul 11.45 pagi, dikutip dari BBC, (14/8/2019).
Kepolisian Negeri Sembilan menyebut bahwa autopsi masih belum selesai, sehingga ia tak dapat menemukan sebab kematian Nora.
Sehari setelahnya, dikutip BBC, (15/1/2010), kepolisian Negeri Sembilan mengeluarkan rilis bahwa kematian Nora bukanlah karena penculikan.
Menurut polisi yang mengutip hasil pemeriksaan, Nora meninggal karena pendarahan internal tubuh yang disebabkan karena kelaparan dan stress.
Polisi mengaku bahwa Nora meninggal dunia dua-tiga hari sebelum ditemukan.
Mendengar rilis polisi, keluarga Nora tidak kemudian menerima begitu saja.
Mereka mengatakan "butuh lebih banyak jawaban atas banyak pertanyaan"
Jenazah Nora dibawa kembali ke Eropa dan dimakamkan di Belfast, Irlandia Utara. dikutip dari BBC, (10/9/2019)
Orangtua Nora Tak Percaya Rilis Polisi Malaysia
Kendati menerima laporan polisi Malaysia, orangtua Nora tidak langsung percaya kebenaran bahwa anak mereka meninggal karena kelaparan dan stres.
Mereka yakin Nora merupakan korban dari tindakan kriminal.
Berbicara di sebuah stasiun televisi Irlandia, orang tua Nora menyebut bahwa ada yang tak masuk akal atas laporan kepolisian.
"Dia (Nora) bahkan tak pernah berjalan sejauh pintu depan rumah tetangga kita sendirian"
"Bagi kami, sesuatu yang sangat kompleks kemungkinan terjadi. Kami sejak awal begitu yakin bahwa ada unsur kriminal terhadap Nora"
Orangtua Nora mengatakan bahwa informasi kepolisian itu hanya menjelaskan sebab kematian Nora dan bukan kejadian yang membuat anaknya hilang dalam jarak yang begitu jauh dari tempat penginapan mereka.
"Membayangkan Nora bangun di tengah malam, kemudian telanjang, keluar dari penginapan ke dalam hutan, melihat medannya sangat curam dan berbahaya dan sangat gelap, bagi kami itu tak masuk akal" kata Ayah Nora yang menegaskan bahwa anaknya itu penakut, pemalu dan mengidap kelainan khusus.
"Selain itu Nora juga tidak pernah sekalipun bangun pada tengah malam"
"Saya akan terus mencari keadilan sejauh yang kami bisa"
"Nora akan terus bersama kami" tambahnya.
Kasusnya Ditutup
Pada bulan Januari 2020, kepolisian Malaysia resmi menutup kasus kematian Nora karena dianggap tidak dapat lagi ditemukan fakta-fakta baru.
Mendengar ini, orangtua Nora terkejut atas keputusan ini.
Mereka masih terus berjuang sampai saat ini agar kasusnya ini dibuka kembali.
"Kami masih percaya bahwa Nora diculik di kamarnya"
"Penting bagi kita untuk melihat bagaimana kerja kepolisian melakukan penyelidikan atas kasus ini"
Mencari Bantuan dari Britania Raya (UK)
Orangtua Nora menyerukan panggilan bantuan dari pemerintah Irlandia, Prancis, dan Inggris untuk dapat mengungkap kebenaran atas apa yang terjadi pada putri mereka.
Berbicara di Radio 5, Inggris, ibu Nora mengatakan, "Pemerintah kami masing-masing di Perancis dan Irlandia telah memberi komitmen dukungan atas permintaan kami"
"Kami menyerukan kepada pihak berwenang Inggris untuk mendukung kami dalam meminta tranparansi atas kepolisian Malaysia"
"Setiap hari kami harus berjuang untuk terus mencari tahu jawaban dari pihak Malaysia yang terasa sangat tidak adil" kata ibu Nora yang dikutip BBC, (13/1/2020).
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)