Fenomena tersebut akan dimulai pada 11 Januari pukul 00.07 WIB dan puncak gerhana dapat diamati pada pukul 02.10 WIB.
Gerhana bulan penumbra akan berakhir pada pukul 04.12 WIB.
Tidak sama dengan gerhana matahari total, pengamatan terhadap gerhana bulan penumbra ini dapat dilihat dengan mata telanjang secara langsung tanpa menimbulkan kekhawatiran.
Amalan-amalan yang dapat dilakukan ketika gerhana terjadi
Dilansir dari Tribunnews.com, terdapat lima amalan bagi umat muslim yang dapat dilakukan saat gerhana bulan terjadi, yaitu:
Baca: Orangtua Ini Kubur Hidup-hidup Anaknya yang Cacat saat Gerhana Matahari, Ternyata Ini Alasannya
Baca: Tak Sempat Salat Gerhana Berjamaah, Salat Kusuf Bisa Dilakukan Sendirian, Begini Niat dan Rukunnya!
1. Salat Gerhana
Salat gerhana bisa dikerjakan sendiri maupun berjamaah.
Dikatakan oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin, salat gerhana tidak hanya bisa dilakukan secara berjamaah saja namun juga bisa dilakukan sendiri.
Meskipun demikian melakukan salat gerhana secara berjamaah di masjid adalah keutamaan.
Tak hanya laki-laki, perempuan juga diperbolehkan melaksanakan salat gerhana sejara berjamaah di masjid.
Namun salat gerhana bagi perempuan diutamakan dilaksanakan secara munfarid atau sendiri di rumah.
2. Meyerukan panggilan ’ash sholatu jaami’ah’ dan tidak ada adzan maupun iqomah
Dari ’Aisyah radhiyallahu ’anha, beliau mengatakan:
أنَّ الشَّمس خَسَفَتْ عَلَى عَهْدِ رَسولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، فَبَعَثَ مُنَادياً يُنَادِي: الصلاَةَ جَامِعَة، فَاجتَمَعُوا. وَتَقَدَّمَ فَكَبرَّ وَصلَّى أربَعَ رَكَعَاتٍ في ركعَتَين وَأربعَ سَجَدَاتٍ.
Artinya : “Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan bahwa pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari. Beliau lalu mengutus seseorang untuk memanggil jama’ah dengan: ‘ASH SHALATU JAMI’AH’ (mari kita lakukan shalat berjama’ah). Kemudian orang-orang berkumpul dan mengerjakan shalat gerhana dua raka'at (HR. Muslim no. 901).
Dalam hadist juga diperintahkan untuk tidak mengumandangkan adzan dan iqomah.
Azan dan Iqamah tidak ada dalam tata cara shalat gerhana.
3. Berkhutbah setelah shalat gerhana
Setelah melakukan shalat gerhana, disunahkan untuk berkhutbah.
Khutbah yang dilakukan bisa dua kali seperti Khutbah Jumat dan Khutbah Ied (Kifayatul Akhyar, hal. 202).