Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan mundur dari konfrontasi militer dengan Iran.
Hal itu disampaikan Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Rabu (8/1/2020) waktu setempat.
Trump menuturkan, meski AS memiliki kekuatan militer terbaik, hal tersebut bukan berarti mereka akan melakukan serangan balasan kepada Iran.
"Rudal kami besar, kuat, akurat, mematikan, dan cepat. Fakta kami memiliki peralatan dan militer yang hebat, tetapi itu tidak berarti kami harus menggunakannya. Kami tidak ingin menggunakannya," kata Trump seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (9/1/2020).
Selain itu, Trump melihat Iran juga akan mundur dari konfrontasi tersebut usai serangan rudal dan roket yang mereka luncurkan tak memakan korban.
"Semua prajurit kami selamat dan hanya kerusakan kecil yang terjadi di pangkalan militer kami. Pasukan kami hebat, dan siap untuk apa pun," kata Trump seperti dilansir oleh AFP.
"Iran tampaknya mundur, ini baik untuk semua pihak yang berkepentingan dan hal yang sangat baik bagi dunia. Tidak ada nyawa Amerika atau Irak yang hilang," ucapnya.
Selain itu, Trump juga menjelaskan akan memberikan sanksi tambahan di sector ekonomi dan finansial, hingga rezim Teheran “mengubah perilakunya”.
Baca: Berani Serang AS dengan Luncurkan Rudal, Ternyata Iran Punya Cadangan Minyak Ratusan Miliar Barel
Baca: Resmi Dimakzulkan oleh DPR AS, Kini Nasib Donald Trump Bergantung Pada Keputusan Senat AS
Trump kemudian meminta aliansi Atlantik Utara (NATO) untuk lebih aktif berpartisipasi dalam mengawsi proses di Timur Tengah.
Di akhir konferensi pers tersebut, Trump mengungkapkan harapannya untuk masa depan yang baik bagi rakyat Iran.
"Amerika Serikat siap untuk mengumandangkan perdamaian dengan semua pihak yang menginginkannya," jelas Trump dikutip CBS News.
Pidato Donald Trump tersebut lantas memberikan reaksi positif pasar.
Dilansir oleh Kompas.com, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan pagi di pasar spot pada Kamis (9/1/2020) mengalami penguatan.
Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menyebutkan, pernyataan Presiden AS, Donald Trump malam tadi menunjukkan indikasi tidak adanya serangan balasan AS ke Iran, atas penembakan rudal bilistik Iran ke pangkalan militer AS di Irak.
"Rupiah kemungkinan akan menguat merespons pernyataan Trump semalam yang tidak mendorong eskalasi konflik dengan Iran. Kelihatannya AS tidak berniat untuk perang," jelas Ariston kepada Kompas.com.
Pernyataan ini sekaligus menimbukan reaksi positif pasar, usai sebelumnya Iran juga menyebut tidak akan melakukan serangan balik, jika AS tidak membalas.
"Iran sebelumnya juga sudah mengeluarkan pernyataan tidak akan perang dan tidak akan menyerang lagi bila AS tidak membalas. Jadi ketegangan mereda untuk sementara ini," ungkapnya.
Mengutip data Bloomberg, pada pukul 10.22 WIB, rupiah menguat pada level Rp 13.859 per dollar AS atau menguat 41 poin sebesar 0,31 persen dibanding penutupan Rabu Rp 13.900 per dollar AS.
(Tribunnewswiki.com/Ami Heppy, Kompas.com)