Donald Trump Klaim Tak Ada Pasukan AS Terluka Saat Serangan Rudal Iran, Ternyata Ini Rahasianya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim tidak ada pasukan AS yang mengalami luka akibat hantaman rudal balistik di Ain al-Assad dan Irbil


zoom-inlihat foto
pidato-presiden-amerika-serikat-donald-trump-3.jpg
twitter.com/Scavino45
Pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Washington, DC, Rabu (8/1/2020).(twitter.com/Scavino45)


TRIBUNNEWSWIKI.COMIran disebut menembakkan 22 rudal ke markas pasukan Amerika Serikat di Irak pada Rabu (8/1/2020) waktu setempat.

Serangan itu diklaim oleh Divisi Dirgantara Garda Revolusi Iran, dan merupakan pembalasan atas kematian Jenderal Qasem Soleimani.

Teheran melancarkan serangan di Pangkalan Udara Ain al-Assad dan markas di Irbil masing-masing pukul 01.45 dan 02.15 waktu setempat.

Sumber militer Irak mengungkapkan dua dari 17 rudal Iran yang menargetkan markas pasukan AS di Ain al-Assad tidak mencapai sasaran.

Sementara lima rudal yang diluncurkan ke Irbil menyasar markas koalisi internasional, dilansir Al Jazeera Rabu (8/1/2020).

Dalam serangan tersebut, Iran mengklaim telah menewaskan 80 orang.

Terkait serangan yang dilancarkan Iran tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim tidak ada pasukan AS yang mengalami luka akibat hantaman rudal balistik di Ain al-Assad dan Irbil.

Baca: Timur Tengah Jadi Pasar Ekspor Indonesia, Ini Kata Pengamat jika Konflik AS Vs Iran Terus Terjadi

Baca: Donald Trump Beri Pernyataan Terkait Serangan Rudal: Iran Tampaknya Mundur

Dikutip dari Kompas.com, seorang pejabat Amerika Serikat membeberkan bagaimana cara mereka lolos dari serangan rudal Iran.

Dilansir CBS News, pejabat kementerian pertahanan itu menuturkan mereka mempunyai "beberapa jam" yang cukup untuk berlindung di bunker.

Pejabat yang tidak disebutkan namanya tersebut menerangkan, mereka bisa selamat berkat gabungan pengamatan satelit dengan penyadapan telekomunikasi.

Sumber tersebut juga menjelaskan, kebanyakn rudal Teheran diisi oleh bahan bakar cair, sehingga butuh waktu untuk mempersiapkannya.

Karena membutuhkan persiapan sebelum diluncurkan, maka lokasinya ditemukan.

Momen peluncuran itu tertangkap oleh satelit inframerah.

Satelit kemudian memperkirakan tujuan maupun ekor asapnya.

Selain itu, mereka juga mendeteksi informasi intelijen yang masuk.

Pejabat tersebut mengatakan terdapat laporan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menginginkan serangan langsung kepada dewan nasionalnya.

Baca: Konflik AS-Iran Kian Memanas, Apa Dampaknya Bagi Perkekonomian Indonesia?

Baca: Selat Hormuz

Lebih lanjut, Menteri Pertahanan Mark Esper mengklarifikasi laporan bahwa AS menerima peringatan serangan Iran dari Irak.

Kantor Perdana Menteri Adel Abdel Mahdi menuturkan, mereka mendapat peringatan verbal dengan serangan hanya terbatas pada markas pasukan AS.

"Kami secepatnya memberi tahu para komandan untuk mengambil langkah yang diperlukan," kata kantor Mahdi, yang menambahkan tak ada tentara mereka yang terluka. Esper berujar justru sebaliknya, Baghdad yang mendapat tembusan dari AS berkat intelijen yang mendeteksi adanya peluncuran tersebut.

Trump menarik diri dari peluang perang dengan Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan mundur dari konfrontasi militer dengan Iran.

Hal itu disampaikan Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Rabu (8/1/2020) waktu setempat.

Trump menuturkan, meski AS memiliki kekuatan militer terbaik, hal tersebut bukan berarti mereka akan melakukan serangan balasan kepada Iran.

"Rudal kami besar, kuat, akurat, mematikan, dan cepat. Fakta kami memiliki peralatan dan militer yang hebat, tetapi itu tidak berarti kami harus menggunakannya. Kami tidak ingin menggunakannya," kata Trump seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (9/1/2020).

Selain itu, Trump melihat Iran juga akan mundur dari konfrontasi tersebut usai serangan rudal dan roket yang mereka luncurkan tak memakan korban.

"Semua prajurit kami selamat dan hanya kerusakan kecil yang terjadi di pangkalan militer kami. Pasukan kami hebat, dan siap untuk apa pun," kata Trump seperti dilansir oleh AFP.

"Iran tampaknya mundur, ini baik untuk semua pihak yang berkepentingan dan hal yang sangat baik bagi dunia. Tidak ada nyawa Amerika atau Irak yang hilang," ucapnya.

Selain itu, Trump juga menjelaskan akan memberikan sanksi tambahan di sector ekonomi dan finansial, hingga rezim Teheran “mengubah perilakunya”.

Baca: Berani Serang AS dengan Luncurkan Rudal, Ternyata Iran Punya Cadangan Minyak Ratusan Miliar Barel

Baca: Resmi Dimakzulkan oleh DPR AS, Kini Nasib Donald Trump Bergantung Pada Keputusan Senat AS

Trump kemudian meminta aliansi Atlantik Utara (NATO) untuk lebih aktif berpartisipasi dalam mengawsi proses di Timur Tengah.

Di akhir konferensi pers tersebut, Trump mengungkapkan harapannya untuk masa depan yang baik bagi rakyat Iran.

"Amerika Serikat siap untuk mengumandangkan perdamaian dengan semua pihak yang menginginkannya," jelas Trump dikutip CBS News.

Pidato Donald Trump tersebut lantas memberikan reaksi positif pasar.

Dilansir oleh Kompas.com, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan pagi di pasar spot pada Kamis (9/1/2020) mengalami penguatan.

Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menyebutkan, pernyataan Presiden AS, Donald Trump malam tadi menunjukkan indikasi tidak adanya serangan balasan AS ke Iran, atas penembakan rudal bilistik Iran ke pangkalan militer AS di Irak.

"Rupiah kemungkinan akan menguat merespons pernyataan Trump semalam yang tidak mendorong eskalasi konflik dengan Iran. Kelihatannya AS tidak berniat untuk perang," jelas Ariston kepada Kompas.com.

Pernyataan ini sekaligus menimbukan reaksi positif pasar, usai sebelumnya Iran juga menyebut tidak akan melakukan serangan balik, jika AS tidak membalas.

"Iran sebelumnya juga sudah mengeluarkan pernyataan tidak akan perang dan tidak akan menyerang lagi bila AS tidak membalas. Jadi ketegangan mereda untuk sementara ini," ungkapnya.

Mengutip data Bloomberg, pada pukul 10.22 WIB, rupiah menguat pada level Rp 13.859 per dollar AS atau menguat 41 poin sebesar 0,31 persen dibanding penutupan Rabu Rp 13.900 per dollar AS.

(Tribunnewswiki.com/Ami Heppy, Kompas.com)





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Kamu Harus Mati

    Kamu Harus Mati adalah sebuah film misteri yang
  • Film - Keluarga Suami Adalah

    Keluarga Suami Adalah Hama adalah sebuah film drama
  • Boah Sartika

    Lahir pada 8 Maret 2000, perjalanan Boah Sartika
  • Film - Gudang Merica (2026)

    Gudang Merica adalah sebuah film horor komedi Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved