Kanker Endometrium

Kanker endometrium tumbuh dalam lapisan sel yang membentuk dinding rahim (endometrium). Kanker endometrium kadang disebut kanker rahim.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-kanker-rahim.jpg
freepik
Ilustrasi Kanker endometrium

Kanker endometrium tumbuh dalam lapisan sel yang membentuk dinding rahim (endometrium). Kanker endometrium kadang disebut kanker rahim.




  • Definisi #


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Kanker Endometrium merupakan jenis kanker yang menyerang endometrium atau lapisan rahim bagian dalam.

Umumnya, kanker endometrium terjadi pada wanita yang telah memasuki masa menopause
(60-70 tahun).(1)

Biasanya kanker endometrium juga disebut sebagai kanker rahim.

Kanker endometrium biasanya terdeteksi dari pembentukan jaringan kista yang memicu pendarahan vagina abnormal, yang membuat wanita cepat-cepat memeriksakan diri ke dokter.

Jika kanker endometrium terdiagnosis dini, pengobatan kanker biasanya meliputi operasi pemotongan rahim.(2)

Ada dua tipe utama kanker endometrium, yaitu:

  • Kanker endometrium tipe 1

Tipe kanker endometrium yang paling umum terjadi. Perkembangan sel kanker pada tipe ini terjadi secara perlahan (non-agresif) dan dapat terdeteksi sejak dini.

  • Kanker endometrium tipe 2

Tipe kanker endometrium yang sifatnya lebih agresif, sehingga perkembangan dan penyebaran sel kanker terjadi lebih cepat.(1)

Baca: Kanker Paru-paru

Baca: Kanker Ginjal

Kanker endometrium
Kanker endometrium.(medicalterms.info)

  • Penyebab #


Meskipun dokter mengetahui ciri-ciri kanker endometrium, penyebab pasti dari penyakit ini masih belum diketahui.

Namun sama seperti jenis kanker lainnya, dapat dipastikan kanker endometrium muncuk akibat sel-sel yang tidak normal.

Sel sehat dan normal akan tumbuh, tetapi sel sehat akan mati pada waktunya.

Di sisi lain, sel-sel tidak normal akan terus tumbuh dan membentuk suatu jaringan, yang disebut sebagai tumor.

Ketika tumor tumbuh, kanker mulai mempengaruhi jaringan di dekatnya dan memisahkan diri dari tumor asli untuk mempengaruhi organ lainnya.

Proses tersebut dinamakan metastasis.(3)

Baca: Kanker Esofagus

Baca: Kanker Kelenjar Getah Bening

Namun, ketidakseimbangan hormon progesteron dan estrogen dalam tubuh wanita diduga menjadi salah satu penyebab kanker endometrium.

Kadar hormon progesteron yang  lebih rendah dibandingkan hormon estrogen dapat menyebabkan terjadinya penebalan lapisan rahim.

Jika penebalan terus terjadi, sel kanker dapat tumbuh seiring waktu.(1)

Penyakit ini tak bisa dideteksi dengan tes pap smear.

Untuk mendeteksi penyakit ini dokter biasanya menggunakan ultrasonografi transvaginal atau CT scan.

Namun ternyata tes semacam ini tak bisa sembarangan dilakukan karena harus ada alasan kuat atau deteksi dini terkait penyakit ini.(4)

Faktor berikut yang berkaitan dengan kadar hormon meningkatkan resiko kanker endometrium:

  • terapi penggantian estrogen tanpa menggunakan progesteron
  • riwayat polip endometrium
  • haid yang tidak teratur
  • belum pernah hamil
  • obesitas
  • polycystic ovary syndrome (PCOS)
  • mulai menstruasi pada usia dini (sebelum usia 12 tahun)
  • mulai menopause pada usia 50 tahun
  • Tamoxifen, obat yang digunakan untuk pengobatan kanker payudara

Wanita dengan kondisi berikut juga dianggap beresiko tinggi untuk kanker endometrium:

  • kanker usus besar atau kanker payudara
  • diabetes
  • penyakit kandung empedu
  • hipertensi.(2)

  • Gejala #


Gejala kanker endometrium yang paling sering terjadi adalah pendarahan vagina.

Gejala ini biasanya muncul sejak kanker stadium awal.

Namun, pendarahan memiliki tanda yang berbeda tergantung apakah pasien sudah menopose atau belum.

Jika pasien belum menopose, pendarahan vagina ditandai dengan:

  • Darah yang keluar selama menstruasi lebih banyak dan masa menstruasi lebih panjang (lebih dari 7 hari).
  • Muncul bercak darah di luar masa menstruasi.
  • Siklus menstruasi terjadi setiap 21 hari atau lebih cepat.
  • Perdarahan terjadi sebelum atau setelah berhubungan seksual.

Baca: Tumor

Baca: Insomnia

Untuk pasien yang telah memasuki masa menopause, setiap bentuk perdarahan atau bercak darah dari vagina yang muncul setidaknya setahun sejak masa menopause, dianggap tidak normal dan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter

  • Selain perdarahan, gejala kanker endometrium lainnya adalah:
  • Keputihan encer dan terjadi setelah memasuki masa menopause.
  • Nyeri panggul atau perut bagian bawah.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.

Kanker endometrium yang telah memasuki stadium lanjut akan menyebabkan gejala tambahan, seperti nyeri punggung, mual, dan kehilangan nafsu makan.

Jika dokter menduga kanker endometrium telah berada pada stadium lanjut, maka dokter akan melakukan tes pencitraan untuk mendeteksi apakah kanker telah menyebar ke organ lainnya.

Antara lain dengan foto Rontgen, CT scan, PET scan, dan MRI.

Selain itu, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan sistoskopi atau kolonoskopi untuk mendeteksi jika sel kanker telah menyebar ke kandung kemih atau saluran pencernaan.

Selanjutnya, dokter akan menentukan stadium kanker endometrium berdasarkan tingkat penyebarannya. Ada empat stadium kanker endometrium, yaitu:

Stadium I – Kanker masih berada di dalam rahim.

Stadium II – Kanker sudah menyebar ke leher rahim.

Stadium III – Kanker sudah menyebar hingga ke luar rahim (kelenjar getah bening panggul), tetapi belum mencapai usus besar atau kandung kemih.

Stadium IV – Kanker sudah menyebar ke kandung kemih, usus besar, bahkan ke organ atau bagian tubuh lainnya.(1)

  • Diagnosis #


Dokter dapat mencurigai seorang pasien menderita kanker endometrium jika terdapat gejala-gejalanya, yang diperkuat oleh pemeriksaan fisik.

Namun untuk lebih memastikannya, perlu dilakukan perlu dilakukan tes lanjutan, yaitu:

  • Pemeriksaan Panggul

Dokter akan memeriksa bagian terluar dari alat kelamin pasien (vulva) serta vagina dan  leher rahim.

  • Pemeriksaan Ultrasonografi

Dokter akan menggunakan ultrasonografi (USG) transvaginal untuk melihat ketebalan dan tekstur endometrium. Tes ini membantu dokter mencari kelainan pada lapisan uterus.

  • Biopsi

Dokter mengambil sampel jaringan yang berada di dinding rahim kemudian diperiksa di laboratorium untuk menentukan apakah terdapat sel kanker.

  • Pemeriksaan Radiologi

Setelah hasil biopsi menunjukan adanya sel kanker pada jaringan endometrium, dokter dapat merekomendasikan serangkaian pemeriksanan radiologi seperti X-ray, CT scan, atau MRI.

Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk melihat apakah ada penyebaran kanker ke organ lain (metastasis) serta membantu dalam penentuan stadium kanker.(5)

  • Penanganan #


Pilihan terapi atau penangan kanker endometrium akan bergantung pada karakteristik kanker, misalnya stadium, usia pasien, dan kondisi umum lainnya (adanya penyakit penyerta atau tidak).

Untuk kanker endometrium stadium awal, operasi yang dilakukan adalah dengan pengangkatan uterus, serviks, ovarium, tuba falopii, serta nodus limfa dan jaringan lain yang dicurigai terdapat sel kanker.

Operasi ini disebut sebagai histerektomi dengan bilateral salpingo-ooforektomi.

Melalui teknik ini, kanker dapat dicegah untuk tumbuh kembali.

Selesai menjalani operasi ini, perempuan tidak akan dapat kembali dan akan mengalami menopause lebih awal (apabila belum menopause).

  • Radiasi merupakan terapi pilihan untuk kasus kanker endometrium yang telah menyebar diluar uterus untuk mengontrol penyebaran sel kanker.

Pada beberapa kondisi, dokter akan menyarankan radiasi setelah operasi untuk mencegah kekambuhan.

Atau dilakukan sebelum operasi untuk mengecilkan tumor agar pengangkatan dapat lebih mudah.

  • Kemoterapi, direkomendasikan kepada pasien dengan kanker stadium lanjut atau terjadi kekambuhan kanker dan telah menyebar ke bagian tubuh lain.

Terapi hormon dilakukan melalui pemberian obat yang dapat mempengaruhi kadar hormon pada tubuh. Pilihan terapi hormon diberikan pada kasus kanker endometrium stadium lanjut.

Pilihan terapi hormon dapat berupa obat untuk meningkatkan kadar progesterone melalui pemberian progestin sintetik untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker.

Pilihan lainnya adalah dengan pemberian obat yang dapat menurunkan kadar hormon estrogen dalam tubuh sehingga menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker yang bergantung pada kadar estrogen untuk pertumbuhannya

  • Perawatan pendukung (paliatif) adalah perawatan yang berfokus pada pertolongan untuk meredakan nyeri dan gejala serius lainnya bersamaan dengan terapi utama.

Tujuannya adalah agar pasien dapat merasa lebih baik dan kualitas kehidupannya dapat meningkat selama masa perawatan.(6)

  • Pencegahan #


Tidak ada cara untuk mencegah kanker sepenuhnya, tetapi Anda dapat menurunkan risiko untuk menderita kanker.

Cara menurunkan risiko terjadinya kanker endometrium antara lain mempertahankan berat badan yang sehat, aktif secara fisik, mendiskusikan penggunaan terapi sulih hormon (jika ingin menggunakan).

Serta memeriksakan diri ke dokter jika ada perdarahan yang tidak normal keluar dari organ reproduksi.(7)

(TribunnewsWiki.com/Saradita)



   


ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved