Kanker Esofagus

Kanker esofagus adalah pertumbuhan sel ganas yang terjadi di kerongkongan (esofagus). Sementara itu, esofagus sendiri merupakan saluran yang mengalirkan makanan dari mulut ke lambung.


zoom-inlihat foto
kanker-23.jpg
(https://sains.kompas.com)
Ilustrasi Kanker

Kanker esofagus adalah pertumbuhan sel ganas yang terjadi di kerongkongan (esofagus). Sementara itu, esofagus sendiri merupakan saluran yang mengalirkan makanan dari mulut ke lambung.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kanker esofagus adalah pertumbuhan sel ganas yang terjadi di kerongkongan (esofagus). (1)

Sementara itu, esofagus sendiri merupakan saluran yang mengalirkan makanan dari mulut ke lambung

Kanker esofagus pertama kali munculnya di lapisan dalam esofagus (mukosa) dan berkembang ke bagian luar (melewati submukosa dan lapisan oto esofagus).

Sel kanker esofagus ini juga dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya seperti kelenjar limfa, pembuluh darah, paru-paru dan lambung. (2)

Diketahui, kanker esofagus ini telah menempati urutan ke-9 jenis kanker yang sering terjadi.

Penyakit kanker esofagus ini banyak menyerang pasian berjenis kelamin laki-laki.

Selain itu, penyakit kanker esofagus ini juga biasa terjadi pada pasien berusia lanjut.

Terdapat dua jenis kanker esofagus berdasarkan tipe sel, yaitu sel kanker skuamosa dan adenokarsinoma.

Sel kanker skuamosa terjadi ketika kanker bermula pada bagian sel yang tipis dan datar di sepanjang permukaan esofagus bagian atas atau tengah.

Baca: Putri Kuswisnuwardani

  • Gejala


Kanker esofagus jarang menimbulkan gejala pada saat awal kemunculannya. (3)

Berikut gejala-gejala kanker esofagus yang dapat diperhatikan:

1. Nyeri ulu hati

2. Nyeri di tenggorokan atau di belakang tulang dada

3. Batuk kronis yang terjadi terus menerus

4. Sulit menelan (disfagia)

5. Penurunan berat badan secara drastis

6. Batuk berdarah atau muntah darah

7. BAB berdarah

  • Faktro Risiko


1. Mempunyai riwayat penyakit efluks gastro-esofagus (gastroesophageal reflux disease/GERD) (4)

2. Memiliki riwayat kondisi kerusakan esofagus akibat GERD

3. Mempunyai riwayat achalasia, kondisi otot pada bagian bawah esofagus tidak dapat merelaksasi dengan sempurna

4. Merokok

5. Obesitas

6. Sering konsumsi alkohol

7. Kebiasaan mengkonsumsi minuman panas

8. Kurang konsumsi buah dan sayuran

  • Diagnosis


Pemeriksaan kanker esofagus meliputi:

Endoskopi, dilakukan untuk mengetahui terjadinya iritasi atau keberadaan kanker pada saluran esofagus. (5)

Foto rontgen, dalam pemeriksaan ini pasian diminta meminum zat pewarna (kontras), sehingga saluran esofagus terlihat jelas.

Biopsi, dalam pemeriksaan ini dokter akan mengambil sampel jaringan kerongkongan untuk diperiksa di laboratorium agar dapat mengetahui keberadaan sel kanker.

  • Pencegahan


Berikut langkah-langkah mencegah kanker esofagus dan menurunkan risiko:

1. Membatasi konsumsi alkohol (6)

2. Berhenti merokok

3. Memperbanyak konsumsi makanan tinggi serat

4. Menjaga berat badan yang ideal

  • Pengobatan


Jenis-jenis pengobatan kanker esofagus: (7)

Operasi 

Pengobatan ini untuk mengangkat jaringan kanker yang kecil, sebagian esofagus yang terkena kanker atau yang berada di bagian atas lambung.

Kemoterapi

Pengobatan ini memberikan obat-obatan untuk membunuh sel kanker.

Namun, kemoterapi dapat menyebabkan sejumlah efek samping seperti mual, berat badan turun, diare, kelelahan, tidak nafsu makan.

Radioterapi

Terapi ini dilakukan dengan menggunakan sinar khusus untuk membunuh sel kanker.

Radioterapi dilakukan setiap hari, selama 2-6 minggu.

Efek sampingnya pasien akan merasakan kulit seperti terbakar dan sulit menelan.

(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria)



Nama Kanker esofagus
Jenis Penyakit
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved