Lalu, lihatlah ke arah rasi bintang Bootes di langit timur. Kamu bisa menggunakan aplikasi peta langit supaya tidak bingung menentukan arahnya.
Selepas tengah malam sampai terbit fajar, bumi akan mengahadap ke arah puing-puing debu komet yang menabrak bumi.
2. Lokasi
Carilah lokasi dengan langit yang paling gelap dan minim polusi cahaya.
Lokasi tersebut akan mendapatkan lesatan meteor lebih banyak dari tempat yang terang atau sudah tercemar polusi cahaya.
Anda dapat mencari tempat yang jauh dari pemukiman kota, seperti area pedesaan dan pegunungan.
Selain itu, pastikan tempat tersebut tidak ada penghalang, sperti pohon, atau bangunan tinggi.
Karena hujan meteor biasanya muncul dari arah rasi Perseus, yaitu sebelah timur hingga utara.
Anda juga dapat mencari tempat yang lapang.
Setelah itu, anda dapat menyiapkan kamera, berikut tips memotretnya:
1. Untuk memotret hujan meteor, disarankan untuk menggunakan kamera dengan lensa sudut lebar (wide-angle).
Karena nantinya Meteor akan melesat dengan cepat, bahkan hanya terlihat satu atau dua detik saja, maka memerlukan aperture yang luas.
2. Aperture (bukaan diafragma lensa)
Anda dapat menggunakan lensa 16mm dengan aperture f/2.
Berikutnya, atur kamera dengan mode manual dan fokuskan lensa pada sumber cahanya, atau bintang yang paling terang dengan fitur Live View yang diperbesar hingga 10 kali.
3. ISO
Anda dapat menggunakan ISO 1600, atau atur sesuai kebutuhan dan menyesuaikan dengan kondisi yang ada dengan ISO yang cocok.
Baca: Hujan Meteor Perseid
Baca: Dari Hujan Meteor sampai Gerhana Matahari Cincin, Ini 4 Fenomena Langit di Akhir Tahun 2019
4. Eksposur
Atur kamera dengan eksposur manual.
Ambil serangkaian uji cobadnegan eksposur 10, 15, dan 30 detik untuk mendapatkan foto yang apik.