Hari Ini dalam Sejarah: 3 Jan 1924 - Howard Carter Menemukan Peti Mati Emas Firaun Mesir Tutankhamun

Makam Tutankhamun adalah salah satu penemuan arkeologi terbesar zaman modern


zoom-inlihat foto
peti-mati-emas-tutankhamun.jpg
Commons.wikimedia.org
Peti mati emas Tutankhamun

Makam Tutankhamun adalah salah satu penemuan arkeologi terbesar zaman modern




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Arkeolog Howard Carter menemukan peti mati emas Firaun Mesir Tutankhamun pada 3 Januari 1924 di Luxor, Mesir.[1]

Howard Carter juga menemukan ribuan artefak di makam Firaun Mesir Tutankhamun.

Tutankhamun adalah firaun Mesir yang berkuasa pada 1333-1323 SM dan meninggal ketika masih berumur 19 tahun.

Ketika Tutankhamun berkuasa, agama dan seni tradisional  direstorasi setelah sempat dikesampingkan oleh ayahnya, Akhenaton.

Penemuan makam Tutankhamun yang masih lengkap merupakan satu di antara penemuan arkeologi terbesar pada zaman modern.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 2 Januari 1971 - Tangga Stadion Ibrox Roboh, 66 Suporter Tewas, 200 Terluka

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Presiden Ghana Kwame Nkrumah Lolos Percobaan Pembunuhan untuk Kali Kelima

Arkeolog Howard Carter
Arkeolog Howard Carter (Commons.wikimedia.org)

  • Sekilas Firaun Tutankhamun


Tutankhamun lahir sekitar tahun 1341 SM di Mesir Kuno.

Ayahnya adalah Raja Akhenaton (dikenal juga sebagai Amenhotep IV), sedangkan ibunya kemungkinan adalah salah satu saudara perempuan Akhenaton.

Ketika Tutankhamun lahir, di Mesir sedang terjadi kekacauan politik dan sosial yang besar.

Ayahnya melarang penyembahan terhadap banyak dewa dan menyarankan hanya menyembah satu dewa (monoteisme) bernama Aten.

Karena hal ini, ayahnya dikenal sebagai “raja yang sesat.”

Selain itu, kepemimipinan Akhenaton menjadi semakin otokratik dan rezimnya juga bertambah korup.

Akhenaton akhirnya tidak lagi bertahta setelah 17 tahun, kemungkinan karena diturunkan paksa.

Tidak lama kemudian, dia meninggal dan digantikan Tutankhamun yang berusia 9 tahun pada 1332 SM.

Karena masih kecil, maka tahun-tahun awal kekuasaannya masih dikendalikan seorang wazir bernama Ay.

Pada waktu itu, Ay dibantu komandan militer Mesir bernama Horembeb.

Keduanya menolak saran Akhenaton untuk menyembah satu dewa, dan memilih kembali pada kepercayaan tradisional yang politeistik.

Tutankhamun mengembalikan ibu kota Thebes dan merestorasi pemerintahan lama, berharap dewa-dewa akan kembali mendukung Mesir.

Dia meminta perbaikan situs-situs suci melanjutkan pembangunan kuil Karnak.

Tutankhamun menikahi Ankhesenamun, saudara tirinya dan anak perempuan Akhenaton dengan Nefertiti.

Namun, mereka tidak memiliki anak yang lahir dengan selamat. [3]

Tutankhamun dan istrinya
Tutankhamun dan istrinya (Commons.wikimedia.org)

Baca: Hari Ini Dalam Sejarah: 1 Januari 1863 - Abraham Lincoln Menandatangani Proklamasi Emansipasi AS

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 1 Januari 45 SM – Tahun Baru Dirayakan 1 Januari untuk Pertama Kalinya

  • Kematian Tutankhamun


Berdasarkan penelitian, Tutankhamun meninggal sekitar tahun 1323, kemungkinan karena infeksi ganggren.

Infeksi ini kemungkinan terjadi karena kakinya patah.

Pada awalnya ada teori yang menyebutkan bahwa dia meninggal karena pukulan di kepala dari lawan politiknya,

Namun, pemindaian tubuhnya pada 2006 menyimpulkan bahwa kerusakan pada tengkoraknya terjadi setelah dia meninggal, karena penanganan yang buruk pada muminya.

Penelitian lain pada 2020 menyebutkan dia menderita malaria dan menjadi cacat, membutuhkan tongkat untuk berjalan.

Hal ini dapat membuat infeksi di kakinya semakin parah.[4]

Tengkorak Tutankhamun
Tengkorak Tutankhamun (Commons.wikimedia.org)

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 31 Desember 1799 – Maskapai Dagang Belanda VOC Dibubarkan karena Bangkrut

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Gempa dan Tsunami di Jepang, Tewaskan 5.233 dan Sebabkan Kebakaran Besar

  • Pencarian dan penemuan makam Tutankhamun


Tutankhamun dikubur di makam yang kecil, meskipun dia seorang raja.

Kematiannya mungkin terjadi secara tiba-tiba sehingga pembangunan makam kerajaan yang besar pada waktu itu belum selesai.

Maka, muminya dikuburkan di makam yang sebernanya akan digunakan orang lain.

Lokasi makamnya kemudian hilang atau tidak diketahui karena terkubur oleh reruntuhan makam selanjutnya dan adanya rumah-rumah pekerja yang dibangun di pintu masuk makam.

Pada 1907, seorang arkeolog Inggris bernama Howard Carter diundang untuk melakukan ekskavasi di Lembah Para Raja.

Setelah pencarian sistematis yang dimulai pada 1915, Carter akhirnya menemukan makam Tutankhamun pada November 1922.

Pada Februari tahun selanjutnya, ruang depan di makam sudah dibersihan, kecuali dua patung pernjaga.

Makam Tutankhamun kemudian dibuka pada 17 Februari 1923.

Carter mulai mengekslorasi empat ruang dalam makam ini dan berlangsung selama empat tahun.

Pada 3 Januari 1924, dia menemukan sebuah sarkofagus batu dan berisi tiga peti mati.

Peti terakhir terbuat dari emas sepenuhnya dan berisi mumi Tutankhamun.[5]

Selain  itu ada ribuan artefak yang ditemui di makam tersebut.

Cartert membutuhkan sepuluh tahun untuk mengkatalogkan artefak-artefak itu.[6]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 29 Desember 1997: Jutaan Ayam di Hong Kong Dibunuh karena Virus Flu Burung

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 28 Desember 1908 - Gempa dan Tsunami Messina, Tewaskan 80 Ribu Orang

(TribunnewsWiki/Febri)



Peristiwa Howard Carter menemukan peti emas Firaun Tutankhamun
Pada 3 Januari 1924
   


Sumber :


1. www.history.com
2. www.britannica.com
3. www.biography.com
4. peoplepill.com


Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Melia Istighfaroh






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved