TRIBUNNEWSWIKI.COM - Peristiwa unik terjadi di acara audiensi mingguan Paus Fransiskus di Aula Paul IV, Vatikan, pada (21/08/2019).
Pasalnya, seorang gadis berusia 10 tahun, Clelia Manfellotti yang berasal dari daerah Naples, Italia mengganggu sang pemimpin Vatikan ketika menyampaikan materi.
Clelia dengan santai berjalan menuju panggung dan kerap melewati lokasi persis didepan Paus Fransiskus yang sedang duduk.
Dari video yang diunggah oleh kanal Youtube Catholic News Service, tampak berlarian bahkan sesekali berkacak pinggang pada sang Paus.
Uniknya, Paus Fransiskus tidak merasa terganggu dengan perlakuan Clelia.
Paus Fransiskus justru memberi Clelia perlakuan istimewa dan membiarkan Clelia 'berkeliaran' didepannya.
Baca: Tanda dan Gejala Kepribadian Ambang, Penyakit Mental yang Diderita Ariel Tatum Sejak Usia 13 Tahun
Baca: Idap Penyakit Mental, Ariel Tatum Ceritakan Kisah Pilu Ingin Sewa Pembunuh Bayaran
Menderita penyakit autisme
Dikutip dari Americamagazine.com, Paus Fransiskus bahkan menghalangi petugas keamanan untuk menertibkan sang gadis cilik tersebut.
Keputusan Paus Fransiskus tersebut membuat para hadirin bertepuk tangan meriah.
Cleila sempat kembali ke pelukan sang ibu yang berusaha untuk menahan sang putri kembali berlarian diatas panggung.
Namun gadis tersebut lolos dari pelukan sang ibu dan kembali menari di atas panggung.
Setelah berbincang dengan para umat berbahasa Italia, Paus Fransiskus kemudian mengetahui jika sang gadis menderita penyakit autisme.
Sehingga Cleila tidak bisa mengetahui perbuatan yang dilakukannya di hadapan Paus adalah benar atau salah.
"Gadis ini adalah korban dari suatu penyakit dan dia tidak mengetahui apa yang dia lakukan sekarang," ucap Paus.
Tak hanya itu, Paus Fransiskus juga mengajak para hadirin untuk mendoakan sang gadis dan keluarganya.
"Saya meminta satu hal, dan semua orang harus memberikan respon dalam hati mereka: 'Apakah aku berdoa untuknya, apakah aku berdoa sehingga Tuhan akan bisa menyembuhkannya, melindunginya? Apakah aku berdoa untuk orangtua dan keluarganya?'," ucap Paus Fransiskus.
"Ketika kita melihat siapapun yang menderita, kita semua harus berdoa. Situasi yang demikian akan membuat kita tersadar dan mempertanyakan hal ini: Apakah kita sudah mendoakan orang ini, yang kita saksikan saat ini, yang sedang menderita?," lanjutnya.
Video dapat disaksikan di bawah ini:
Pengertian autisme
Dikutip dari Tribunnewswiki.com, autisme adalah kelainan perkembangan sistem saraf yang mencakup gangguan dalam interaksi sosial dan perkembangan bahasa dan keterampilan komunikasi.
Karena memiliki berbagai gejala, kondisi ini sekarang disebut Autism Spectrum Disorder (ASD) atau gangguan spektrum autisme.
Istilah 'spektrum' mengacu pada berbagai gejala dan tingkat keparahan dalam ASD.
Beberapa orang dengan kondisi tersebut mengalami masalah sosial, namun ada pula yang dapat berfungsi secara lebih mandiri.
ASD adalah istilah umum yang menjelaskan sejumlah kelainan perkembangan saraf.
Baca: Ciri Ciri Bayi dan Balita yang Mengalami Autisme
Baca: Ini Langkah Dian Sastro Atasi Autisme Anak Pertamanya
Pengobatan autisme
Autisme termasuk kelainan yang tidak bisa disembuhkan.
Meskipun demikian, terdapat berbagai pilihan terapi yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kemampuan penderita.
Melalui terapi, diharapkan penderita bisa mandiri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Beberapa metode terapi bagi penderita autisme adalah:
1. Terapi perilaku dan komunikasi
Terapi ini memberikan sejumlah pengajaran pada penderita, mencakup kemampuan dasar sehari-hari, baik verbal maupun nonverbal, meliputi:
- Applied behaviour analysis (ABA). Terapi Analisis Perilaku Terapan membantu penderita berperilaku positif pada segala situasi. Terapi ini juga membantu penderita mengembangkan kemampuannya dalam berkomunikasi dan meninggalkan perilaku negatif.
- Developmental, individual differences, relationship-based approach (DIR). DIR atau biasa disebut Floortime, berfokus pada pengembangan hubungan emosional antara anak autis dan keluarga.
- Occupational therapy. Terapi okupasi mendorong penderita untuk hidup mandiri, dengan mengajarkan beberapa kemampuan dasar, seperti berpakaian, makan, mandi, dan berinteraksi dengan orang lain.
- Speech therapy. Terapi wicara membantu penderita autis untuk belajar mengembangkan kemampuan berkomunikasi.
- Treatment and education of autistic and related communication-handicapped children (TEACCH). Terapi ini menggunakan petunjuk visual seperti gambar yang menunjukkan tahapan melakukan sesuatu. TEACCH akan membantu penderita memahami bagaimana melakukan aktivitas sehari-hari, misalnya untuk berganti pakaian.
- The picture exchange communication system (PECS). Terapi ini juga menggunakan petunjuk visual seperti TEACCH. Namun PECS menggunakan simbol, untuk membantu penderita berkomunikasi dan belajar mengajukan pertanyaan.
- Obat-obatan.
Baca: Gangguan Spektrum Autisme
Baca: Lama Tersimpan, Dian Sastro Beber Kisah Sang Anak Idap Autisme, Suami Sempat Tak Percaya
Walau tidak bisa menyembuhkan autisme, obat-obatan dapat diberikan guna mengendalikan gejala.
Contohnya, obat antipsikotik untuk mengatasi masalah perilaku, obat antikonvulsan untuk mengatasi kejang, antidepresan untuk meredakan depresi, dan melatonin untuk mengatasi gangguan tidur.
(TRIBUNNEWSWIKI/Magi/Indah)